Deposito Terbaik di Indonesia

Ingin menanam modal? Segera investasikan uang Anda di deposito bank-bank terbaik Indonesia. Untuk sistem perhitungan bunga yang akurat, silakan gunakan kalkulator. Ini akan memudahkan Anda dalam mendapatkan bunga deposito tinggi yang sesuai dengan keinginan.

Saya ingin mendepositkan Rp untuk
Butuh bantuan dalam memilih?

Daftar online sekarang untuk

KreditGoGo akan membantu Anda proses pengajuan Anda

Dengan memberikan informasi, Anda setuju dengan persyaratan dan ketentuan kami.  Kami menghormati kerahasiaan informasi Anda dan kami akan selalu akan menjaga dan bertanggung jawab atas informasi pribadi Anda.

Anda hampir menyelesaikan formulir aplikasi untuk

Untuk dapat membantu Anda kami diharuskan mengetahui lebih tentang formulir aplikasi Anda
Ajukan

Silahkan isi semua bidang dan masukkan email yang sahih.

Terima kasih telah mendaftar ke KreditGoGo!

Kami telah mengirimkan email yang bertujuan untuk membantu Anda dalam proses aplikasi.

Jika ada pertanyaan, silakan kirim melalui tanya@kreditgogo.com, kami akan dengan senang hati membantu.

Ikuti kami dan raih kesempatan untuk mendapatkan penawaran dan promosi yang menarik.

Mengenal Lebih Dekat dengan Deposito

Investasi deposito menjadi salah satu cara untuk mengelola keuangan jangka pendek dan panjang. Pastikan Anda mengetahui secara rinci aturan menanam deposito di Indonesia.

Semua produk-produk bank yang hadir di tengah-tengah masyarakat, bertujuan untuk dapat saling menguntungkan kedua belah pihak. Yakni pihak bank dan nasabah. Bank menghadirkan layanan perbankan untuk dapat memudahkan masyarakat dalam merencanakan keuangan. 

Salah satu dari produk berbentuk investasi yang dijamin keberadaannya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah deposito. Produk sejenis tabungan ini ditawarkan untuk masyarakat dengan sistem berjangka.

Pada metodenya, deposito hanya dapat ditarik kembali dananya apabila telah jatuh tempo dari waktu yang telah disepakati. Apakah saat kebutuhan mendesak, deposito tidak bisa ditarik dananya oleh nasabah? Tentu saja bisa. 

Namun biasanya bank akan mengenakan denda penalti, dengan jumlah nominal dari aturan yang telah ditentukan. Besarnya biaya penalti tiap bank berbeda-beda, sesuai dengan kebijakan bank masing-masing.

Klasifikasi Jenis Deposito

Deposito termasuk investasi yang aman dan sah keberadaannya. Nasabah tak perlu khawatir dengan dana yang masuk dalam produk deposito. Di Indonesia ada tiga jenis deposito yang sudah dipasarkan di tengah masyarakat. Berikut ini tiga jenis deposito :

1. Deposito berjangka

Produk deposito ini menggunakan sistem jangka waktu. Yaitu, 1, 3, 6 sampai 12 bulan. Dan ada juga bank yang menerapkan jangka waktu hingga 24 bulan. Baik itu perorangan maupun lembaga dapat menjadi nasabah deposito. 

Jenis deposito ini banyak dipilih masyarakat, karena penarikan bunga deposito berjangka dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka waktunya yang nasabah dan pihak bank sepakati.

Sistem deposito berjangka dibedakan atas:
a. Deposito Automatic Roll Over
Deposito berjangka yang otomatis diperpanjang oleh bank jika deposito tersebut telah jatuh tempo tetapi belum dicairkan oleh pemiliknya. Perpanjangannya sama dengan jangka waktu deposito sebelummya, tetapi dengan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu atau bersifat floating rate.
Sistem ini sangat menguntungkan deposan karena selam belum dicairkan, deposan selalu mendapat bunga deposito.
b. Deposito Non Automatic Roll Over
Deposito berjangka yang tidak diperpanjang oleh bank jika deposito tersebut telah jatuh tempo tetapi belum dicairkan oleh pemiliknya, walaupun deposito tetapi berada di bank deposan tidak mendapat bunga.

2. Seritifikat Deposito

Untuk jangka waktunya sama dengan deposito berjangka yaitu 3, 6, 12 bulan.Yang membedakan produk deposito ini dengan deposito berjangka adalah sertifikat Deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat serta dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.

Dalam pasar uang ritel, pembukaan Sertifikat Deposito biasanya melibatkan penempatan dana likuid ke dalam rekening tabungan pada lembaga keuangan ritel yang menawarkan tingkat bunga tetap setelah ketentuan tanggal jatuh tempo.

3. Deposito On Call

Tidak seperti jenis deposito lainnya, jenis deposito ini memiliki jangka waktu relative singkat. Nominal dana pada jenis deposito ini juga terbilang berjumlah besar. Beberapa bank, menerapkan aturan penanaman deposito, minimal Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

Kelebihan dari produk ini adalah, besarnya bunga dapat dinegosiasikan dengan pihak bank hingga ada kata kesepakatan.

Suku Bunga Deposito

Suku bunga deposito pada beberapa bank, biasanya lebih besar dibandingkan suku bunga tabungan biasa. Karena setoran awal deposito juga berbeda dengan setoran awal pada membuka tabungan regular.

Nasabah yang mendaftar untuk membuka rekening deposito disebut deposan. Karena deposan menempatkan dana pada bank, tentunya bank akan membayarkan nilai bunga.

Pada umumnya nilai minimum dana untuk membuka rekening deposito berkisar mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. 

Namun kebijakan setiap bank berbeda-beda, bahkan ada bank yang menetapkan dana minimal untuk membuat deposito hanya sebesar Rp1 juta saja

Semakin besar dana yang ditempatkan pada rekening deposito, maka semakin besar pula jumlah bunga yang diberikan bank. Apakah deposan tidak akan dikenakan biaya ? Deposan akan dikenakan biaya berupa pajak. Besarnya nilai pajak biasanya 20%.

Untuk menghitung bunga deposito, berikut ini rumus perhitungannya.

Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x jumlah hari

Besarnya bunga dihitung dari jumlah dana yang dimasukkan ke dalam deposito. Berikut ini ilustrasinya

Andre memiliki uang sejumlah Rp.10.000.000, dan ingin menyimpannya di bank dalam bentuk tabungan deposito. Andre memilih jangka waktu 3 bulan sebagai tenor deposito. Sebagai deposan, berapakah bunga yang akan Andre dapat?

Dana: Rp. 10.000.000

Bunga : 7.5%

Menghitung bunga deposito

Jumlah uang simpanan x bunga per tahun x jumlah hari : 12

10.000.000 x 7.5% x 3 : 12 = Rp187.500

Maka, besarnya bunga yang akan didapat Andre selama 3 bulan adalah Rp 187.500.

Bila deposan memiliki investasi dalam bentuk deposito berjangka, investasi akan aman dari penurunan nilai pokok, walaupun suku bunga bergerak naik turun. Fluktuasi suku bunga bank hanya akan berpengaruh terhadap pendapatan bunga yang Anda terima, tidak pada penurunan atau kenaikan nilai pokok uang yang Anda investasikan.

Tabungan deposito juga dapat berfungsi sebagai alat investasi jangka panjang maupun jangka pendek.

Beragam Manfaat dari Jenis-Jenis Deposito

Deposito Berjangka, salah satu deposito yang banyak diminati masyarakat. Berikut ini manfaatnya:

1. Deposan bisa mendapatkan bunga lebih tinggi dari suku bunga tabungan biasa.

2. Dapat Diambil Sesuai Jatuh Tempo

3. Dana aman dan dilindungi penempatannya oleh pemerintah

4. Besarnya bunga yang didapatkan dapat ditarik tunai pada saat jatuh tempo

5. Tersedia dalam berbagai mata uang, bukan hanya rupiah

6. Fleksibel jangka waktu. Deposan dapat memperpanjang jangka waktu deposito

7. Deposito berjangka dapat diahli wariskan untuk anggota keluarga

8. Baik itu nama perorangan ataupun atas nama perusahaan, dapat menjadi deposan deposito.

9. Deposito salah satu investasi jangka pendek dan jangka panjang.

10. Dana simpanan deposito dapat dijadikan jaminan kredit.

Deposito Sertifikat, memiliki beberapa manfaat yang berbeda dari deposito berjangka. Berikut ini beberapa manfaat, jika deposan menanamkan dananya pada deposito sertifikat.

1. Deposan dapat bernegosiasi dengan pihak bank terkait besarnya suku bunga

2. Deposan dapat menjual rekening sertifikat deposito pada orang lain

3. Bunga deposito diterima di awal, bukan di akhir jatuh tempo

4. Dapat dijadikan jaminan untuk mengajukan kredit

5. Dana aman dilindungi pemerintah

6. Tersedia dalam berbagai mata uang, bukan hanya rupiah

Deposito On Call, memiliki perbedaan dalam jumlah minimal setoran awal. Karena untuk menanamkan dana pada deposito on call, nilai setoran awal terbilang besar. Keuntungannya adalah berikut ini :

1. Deposan mendapatkan suku bunga yang besar. Dan dapat bernegosiasi dengan pihak bank untuk menentukan besarnya bunga.

2. Jangka waktu relative singkat. Sehingga jika memiliki uang dengan nilai tinggi namun belum ada kebutuhan, deposan dapat menyimpan sementara dalam bentuk Deposito On Call.

3. Pencairan bunga dapat berbarengan dengan penarikan deposito on call.

4. Jenis investasi yang aman.

5. Dana aman dilindungi pemerintah

6. Dana dapat dijadikan jaminan untuk mengajukan kredit

7. Tersedia dalam berbagai mata uang, bukan hanya rupiah

Kelemahan Deposito

  • Inflasi

Besarnya suku bunga deposito seakan tidak berarti, apabila terjadinya inflasi atau kenaikan harga pasar. Semakin harga-harga pasar meningkat, maka semakin kecil nilai uang.

  • Penalti

Deposan yang menarik dananya diluar dari jatuh tempo yang telah ditetapkan, maka akan dikenakan biaya denda. Besarnya nominal denda, berbeda-beda pada tiap bank.

Syarat Membuka Rekening Deposito

  • Perorangan

Warga Negara Indonesia:

Bukti keterangan identitas asli (KTP/SIM/PASPOR)

Warga Negara Asing:

Paspor dan KITAS

  • Lembaga/ Perusahaan

KTP/SIM/Paspor pejabat yang berwenang

SIUP, NPWP, Akte pendirian perusahaan

Pajak Deposito

Deposito merupakan jenis investasi yang keberadaannya dilindungi pemerintah. Pada 19 Februari 2016, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menandatangani Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor:26/PMK.010/2016 tentang perubahan atas keputusan Menteri Keuangan Nomor 51/KMK.04/2001 tentang Pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) atas Bunga Deposito, Tabungan, Diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Menurut PMK itu, pengenaan PPh atas bunga dari Deposito dan tabungan serta diskonto SBI adalah:

a. Atas bunga dari Deposito dalam mata uang dolar AS yang dananya bersumber dari Devisa Hasil Ekspor dan ditempatkan di dalam negeri pada bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia dikenai PPh yang bersifat final dengan tarif sebagai berikut:

1. Tarif 10% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu 1 bulan.

2. Tarif 7,5% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu 3 bulan

3. Tarif 2,5% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu 6 (enam) bulan; dan

4. tarif 0% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu lebih dari 6 bulan.

b. Atas bunga dari Deposito dalam mata uang rupiah yang dananya bersumber dari Devisa Hasil Ekspor dan ditempatkan di dalam negeri pada bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia dikenai PPh yang bersifat final dengan tarif sebagai berikut:

1. Tarif 7,5% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu 1 bulan.

2. Tarif 5% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu 3 bulan. tarif 0% dari jumlah bruto, untuk Deposito dengan jangka waktu 6 bulan atau lebih dari 6 bulan.

c. Atas bunga dari tabungan dan diskonto Sertifikat Bank Indonesia, serta bunga dari Deposito selain dari Deposito sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b dikenai PPh yang bersifat final dengan tarif sebagai berikut:

1. Tarif 20% dari jumlah bruto, terhadap Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap.

2. Tarif 20% dari jumlah bruto atau dengan tarif berdasarkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda yang berlaku, terhadap Wajib Pajak luar negeri.

Bunga Deposito yang dikenai PPh harus memenuhi persyaratan di antaranya sebagai berikut:

a. Sumber dana Deposito merupakan dana Devisa Hasil Ekspor yang diperoleh setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 123 Tahun 2015 yang dibuktikan dengan dokumen berupa laporan penerimaan Devisa Hasil Ekspor melalui bank devisa sesuai ketentuan dalam Peraturan Bank Indonesia yang mengatur mengenai penerimaan Devisa Hasil Ekspor;

b. Sumber dana Deposito berasal dari pemindahbukuan dana Devisa Hasil Ekspor yang ditempatkan pada rekening milik eksportir pada bank tempat diterimanya Devisa Hasil Ekspor dari luar negeri dan rekening milik eksportir dimaksud hanya digunakan untuk menampung dana Devisa Hasil Ekspor; dan

c. Deposito ditempatkan pada bank yang sama dengan bank tempat diterimanya Devisa Hasil Ekspor dari luar negeri.

Deposito Valas

Perubahan nilai mata uang, banyak masyarakat yang berinvestasi dengan memilih deposito valas. Perbedaan deposito valas dengan deposito lainnya hanya pada jenis mata uang.

Deposito valas memiliki aturan yang sama, yaitu pencairan dana menggunakan jangka waktu tertentu. Deposito valas hanya menerima dana dalam bentuk mata uang asing, seperti USD, GBP, HKD, EUR, SGD, JPY, dan mata uang asing lainnya sesuai dengan ketentuan bank.

Namun biasanya suku bunga deposito valas lebih rendah bila dibandingkan deposito rupiah.

Berikut ini beberapa keuntungan memilliki deposito valas:

1.Terlindung dari fluktuasi nilai tukar rupiah

Deposan tidak perlu khawatir dengan melemahnya rupiah. Jika ke luar negeri, dana deposito valas tidak berpengaruh pada perubahan nilai tukar rupiah.

2.Suku bunga stabil

Meski suku bunga lebih rendah dibandingkan dengan deposito rupiah, deposan mendapatkan suku bunga dalam bentuk valas. Nilai tukar yang stabil akan menguntungkan pemilik deposito valas.

3.Jangka waktu pencairan

Sama dengan deposito rupiah, deposito valas juga memiliki jangka waktu yang sama. Pencairan suku bunga dapat ditransfer ke rekening pemilik deposito.

4.Bebas biaya administrasi

Sama dengan deposito rupiah, deposito valas juga bebas dari beban biaya administrasi. Deposan hanya dikenakan bea pajak.

Risiko Tarik Dana Deposito Sebelum Jatuh Tempo

Produk deposito berbeda dengan tabungan regular. Karena untuk menarik dana deposito sudah ada ketentuannya saat pertama kali deposan membuka rekening. Apabila deposan menarik dana sebelum dari jatuh tempo yang telah disepakati, maka risiko-risiko inilah yang akan dihadapi deposan.

Denda

Tiap bank berbeda-beda dalam menetapkan besarnya biaya denda, apabila deposan menarik dana sebelum dari jatuh tempo. Ada yang berupa persentase 0.5% hingga 3% dari dana deposito, dan ada juga biaya yang telah ditentukan. 

Apakah semua bank memberikan denda penalti? Tidak. Beberapa bank di Indonesia menghadirkan produk deposito dengan tidak adanya penalti. 

Suku Bunga Turun

Keuntungan dari menyimpan dana deposito di bank adalah deposan mendapatkan bunga. Besarnya bunga tentu tergantung dari dana yang disimpan di bank. Dan apabila deposan menarik dananya sebelum jatuh tempo, nilai pendapatan bunga lebih sedikit dari bunga yang telah disepakati di awal.

Ketahui ini Sebelum Membuka Rekening Deposito

1. Berapa minimal setoran awal Deposito?

Umumnya bank berbeda-beda menerapkan kebijakan jumlah setoran. Kini tersedia minimal Rp 1.000.000 sudah dapat membuka rekening deposito di beberapa bank di Indonesia.

2. Kapan saya dapat menarik dana deposito berjangka?

Saat sudah jatuh tempo.Jangka waktu deposito yaitu 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan.

3. Jika saya menarik dana sebelum jatuh tempo, apa ketentuannya?

Berlakunya denda penalti. Jumlah nominalnya berbeda-beda.

4. Apakah ada jenis deposito yang jangka waktunya lebih singkat?

Ada. Jenis deposito on call. Periode lebih singkat dari deposito berjangka. Namun untuk setoran awal terbilang besar. Berkisar minimal Rp 50 juta.

5. Apakah dana deposito dapat dijadikan jaminan kredit?

Kini dana deposito dapat dijadikan jaminan kredit. Beberapa bank sudah menerapkannya. Tentu saja limit kredit yang diberikan dihitung dari jumlah dana deposito.

6. Kapan saya dapat mengambil bunga dari dana deposito?

Setiap jatuh tempo, suku bunga dibayarkan oleh bank. Bank akan mentransfer bunga deposito ke rekening tabungan regular.

7. Apakah deposito dapat dipindah alihkan ke ahli waris?

Deposito berjangka dapat dapat diberikan ke ahli waris.

8. Apakah ada deposito yang memberikan jumlah bunga di awal?

Ada.Biasanya jenis deposito sertifikat.

*Setiap bank berbeda-beda dalam menerapkan ketentuan produk deposito.

Baca Lanjut