Liburan Ke Luar Negeri Tanpa Uang Tunai? Bisa Kok

Suka membawa banyak uang tunai ketika ke luar negeri? Mungkin itu tergantung selera setiap orang. Namun, bagi yang sering melakukan hal tersebut, segeralah ubah kebiasaan tersebut!

Bagi Anda yang suka bepergian ke luar negeri, baik untuk liburan, bekerja, dan lainnya, apa saja sih yang disiapkan? Dari sekian banyak yang disebutkan, pasti diantaranya adalah uang.

Ya, mungkin klise, tetapi bagaimana Anda bisa hidup di negeri orang kalau tidak membawa ongkos untuk hidup di sana? Tidak mungkin kan. Terkait dengan masalah ini, rata-rata orang biasanya akan memilih membawa uang tunai sebagai alat transaksi di sana. Caranya yaitu dengan menukarkan uang dalam negeri menjadi mata uang negara tujuan di tempat penukaran (money changer) ataupun bank.

Uang Rupiah dan US Dollar

Namun, apakah di luar negeri kita hanya bisa menggunakan uang tunai? Jelas tidak. Mengapa timbul pertanyaan tersebut? Karena banyak juga orang menganggap penggunaan tunai ketika bepergian ke luar negeri ternyata bisa memberikan masalah yang tidak terduga.

Pertama, masalah yang timbul jelas karena kita harus menukarkan uang dalam negeri ke dalam mata uang negara tujuan. Kedua adalah nilai tukar mata uang selalu berubah setiap harinya, bila nilai tukar sedang naik, maka modal uang dalam negeri yang harus ditukar juga pasti harus bertambah.

Ketiga, faktor keamanan, apakah Anda mau membawa segepok uang bernilai besar ke luar negeri? Sebagai saran, jangan lakukan itu. Karena membawa banyak uang tunai bisa membuat seseorang bisa menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan. Selain itu, hal ini bisa membuat liburan menjadi terganggu karena rasa khawatir uang tersebut akan hilang atau dicuri.

Sudah cukup masalahnya? Belum. Keempat adalah mata uang asing yang baru ditukar biasanya bernilai besar. Sebagai contoh, bila menukar uang rupiah ke dalam dolar Amerika serikat, biasanya pecahan yang diterima adalah USD 100, padahal bila Anda ingin makan atau bepergian menggunakan subway biayanya tidak sampai USD 20.

Loh, bukannya bisa diberikan kembalian? Ingat, negara lain seperti Amerika Serikat bukanlah Indonesia yang tidak bermasalah dengan uang kembalian. Di sana kebanyakan toko tidak mempunyai kembalian dan bisa curiga bila ada konsumen yang membayar dalam pecahan besar karena khawatir terhadap peredaran uang palsu.

Karena hal itulah, beberapa biro perjalanan sudah mulai menyarankan konsumen mereka untuk tidak membawa uang tunai terlalu banyak ketika akan pergi ke luar negeri.

Lalu, bila tidak membawa uang tunai banyak, kita harus menggunakan apa untuk melakukan pembayaran? Ini dia solusinya:

1. Kartu debit

Di banyak negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, Australia, Malaysia, Singapura, dan lainnya, kartu debit yang memiliki logo Visa, MasterCard, Cirrus, American Express, Alto, dipastikan bisa berlaku meski menggunakan bank asal negara kita

Di sana Anda bisa memakai kartu debit untuk melakukan transaksi pembayaran selama masa liburan. Selain itu, kartu tersebut juga bisa dipakai untuk menarik uang tunai sesuai kebutuhan. Hebatnya lagi, nilai tukar yang diberlakukan tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan di money changer.

Namun, jangan sembarangan mengambil ya, karena biaya penarikan uang tunai melalui ATM di luar negeri bisa mencapai di atas Rp 25.000. Agar tidak terlalu menguras tabungan, perkirakan berapa banyak pengeluaran yang diperlukan selama di sana, lalu ambil sesuai kebutuhan.

Contohnya, bila berkunjung ke Singapura selama seminggu, mungkin Anda bisa mengambil uang pada hari pertama dan setelah hari ketiga. Satu lagi, jangan lupa dicatat yaa pengeluarannya.

Kartu Debit di Indonesia

2. Kartu Kredit

Keuntungan yang bisa didapat saat menggunakan kartu kredit untuk kunjungan ke luar negeri diantaranya adalah bisa melakukan perencanaan lebih cepat. Dengan memakai instrumen keuangan ini, Anda bisa memesan tiket pesawat dan penginapan jauh-jauh hari sebelum waktu keberangkatan.

Selain itu, bila bank menawarkan promo atau program reward saat membeli tiket pesawat, manfaatkanlah. Tapi ingat, rencanakan dulu ya pengeluaran selama liburannya.

3. Cek Perjalanan

Metode ini memang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun jangan salah loh, cek perjalanan ternyata bisa berlaku di seluruh dunia!

Cek perjalanan sendiri bisa dibilang menjadi alternatif penggunaan kartu debit dan kredit di negara lain, terutama bagi Anda yang lebih suka menggunakan uang tunai. Namun, lebih baik tulis cek perjalanan dalan nominal yang relatif kecil ya, untuk menghindari membawa uang secara berlebihan.

Jadi, banyak cara liburan tanpa harus membawa uang tunai dalam jumlah besar bukan? Ingat, liburan ditujukan untuk bersenang-senang dan melupakan penat dari kegiatan sehari-hari yang mengganggu pikiran. Jadi, nikmatilah.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama