Tips Mengelola Uang Gaji bagi Fresh Graduate

Masa awal bekerja dengan gaji terbatas bagi seorang fresh graduate tidaklah mudah. Ikuti tips berikut ini agar bisa bertahan di fase hidup Anda yang baru.

Baru saja lulus kuliah lalu langsung mendapatkan pekerjaan? Selamat! Sebentar lagi gaji pertama akan masuk ke rekening Anda. Berbagai rencana tentu sudah disiapkan untuk merayakan hasil jerih payah bekerja.

Menghabiskan gaji pertama merupakan sesuatu yang wajar dilakukan oleh para fresh graduate. Sayangnya,hal ini kadang menjadi kebiasaan dan terulang kembali pada gaji ke-2, ke-3, dan seterusnya. Alhasil, meski telah lama bekerja, tetap tak memiliki tabungan.

Jika tak ingin mengalami hal tersebut, maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan. Berikut tips mengelola gaji bulanan bagi para fresh graduate ala KreditGoGo! 

Kontrol Diri

Ketahui kebutuhan, bukan keinginan. Seorang fresh graduate, apalagi belum berkeluarga, sering menyalahartikan arti kata butuh dan ingin.

Contoh paling sederhana adalah kebutuhan minum kopi setiap pagi. Anda mungkin memang butuh minum kopi agar bisa kerja secara efektif, tapi tidak harus kopi seharga Rp 50 ribu per gelas, bukan?

Kuasai juga aturan 14 hari. Jika ingin membeli sesuatu, tunggulah hingga setidaknya 14 hari. Aturan ini cukup efektif untuk mencegah Anda membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Bagi para wanita, aturan ini membantu mengurangi sifat impulsif saat pergi berbelanja. 

Sisihkan Untuk Tabungan

Kebanyakan fresh graduate merasa gaji tidak perlu ditabung selagi masih muda danlajang. Pikiran seperti itu mestidikoreksi. Justru selagi belum memiliki tanggungan, seharusnya bisa menabung sebanyak-banyaknya.

Seseorang harus memiliki minimal 2 rekening tabungan, yaitu: rekening operasional dan rekening tabungan/darurat. Setelah gaji bulanan diterima langsung pisahkan uang ke masing-masing rekening. Untuk kebutuhan sehari-hari, masukkan ke rekening operasional dan sisanya masukkan ke rekening dana darurat.

Pemisahan rekening berguna agar Anda sadar akan kondisi keuangan yang sebenarnya. Jangan sampai karena gaji ditumpuk di satu rekening, Anda jadi merasa memiliki banyak uang dan bisa menghabiskannya dalam waktu sekejap.

Ketika rekening dana darurat telah terkumpul, maka Anda bisa mulai menyisihkan untuk berinvestasi. 

Dengan instrumen yang tepat, uang bisa menjadi berlipat ganda. Mulailah dari investasi sederhana yang memiliki resiko rendah, misalnya deposito atau reksadana.

Buat Anggaran Keuangan Bulanan

Membuat anggaran tidak sesulit yang dibayangkan. Cukup luangkan waktu 2-3 jam setiap bulan untuk melakukan perencanaan.

Pertama, hitung pendapatan bersih per bulan. Apakah ada sumber penghasilan di luar gaji bulanan? Apakah selain gaji, ada bonus atau komisi tambahan? Apakah ada potongan pajak, asuransi, atau pensiun?

Kedua, definisikan pengeluaran bulanan. Prioritaskan pengeluaran primer, seperti biaya makan, transportasi, uang kos, dan biaya hidup. Masukkan juga pengeluaran untuk hobi dan senang-senang, seperti jalan-jalan, makan di restoran, atau nonton bioskop.

Anda pun bisa memasukkan pengeluaran sekunder dalam anggaran. Misalnya kebutuhan membeli baju kerja baru, mengupgrade ponsel, atau pergi liburan.

Setelah itu, kurangi total pendapatan dengan total pengeluaran. Apabila hasilnya negatif, maka evaluasi kembali bagian pengeluaran. Mulailah mengurangi pengeluaran-pengeluaran sekunder. Lakukan berulang hingga hasilnya positif.

Memiliki gaji terbatas merupakan tantangan tersendiri bagi seorang fresh graduate. Anda mesti bisa menahan diri agar tidak bersikap boros atau menghambur-hamburkan uang. Tapi ingat, hemat bukan berarti pelit. Jangan sampai saking hematnya malah menyiksa hidup sendiri! 

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama