Mana Lebih Hemat: Listrik Prabayar atau Pascabayar?

Saat ini terdapat dua layanan listrik yaitu pascabayar dan prabayar. dari keduanya manakah yang lebih hemat? kami berikan perbandingannya untuk Anda

Baru-baru ini PLN hadir dengan terobosan terbarunya, yakni penggunaan listrik prabayar. Listrik prabayar merupakan terobosan PLN untuk memberikan pelanggan mengendalikan pemakaian listriknya sendiri. Dalam sistem prabayar, pelanggan membayar dimuka untuk membeli energi listrik yang akan digunakanya.

token listrik PLN

Layanan terbaru ini berbeda dengan layanan yang pada umumnya yakni pascacayar. Pada layanan pascabayar biasanya pelanggan terlebih dahulu menggunakan listrik, kemudian membayar tagihan rekening listrik dalam periode tertentu setiap bulan sesuai besarnya pemakaian.

Kedua layanan tersebut memiliki benefitnya masing-masing. 

Keuntungan Listrik Prabayar

LISTRIK PRABAYAR

1. Pelanggan bisa mengontrol pemakaian listrik setiap hari,

2. Pemakaian listrik dapat disesuaikan dengan anggaran belanja.

3. Tidak akan terkena biaya keterlambatan.

4. Jaringan luas pembelian listrik isi ulang, bisa dibeli di loket pembayaran listrik online.

5. Tepat digunakan bagi Anda yang memiliki usaha rumah kontrakan atau kamar sewa (kos).

6. Tidak akan terjadi kesalahan pencatatan meteran listrik oleh petugas.

7. Sistem rahasia, 20 angka digit pulsa listrik hanya bisa diisi ke meteran listrik sendiri, tidak bisa diisikan ke meteran lain.

Kelemahan Listrik Prabayar

1. Jika pulsa listrik habis di waktu yang tidak terduga Anda harus siap voucher cadangan, Bisa saja saat membutuhkan listrik pulsa habis dan listriknya mati. Tetapi ada alarm pemberitahuan ketika listrik tinggal 10 kwh.

2. Sering bermasalah saat akan mengisi ataupun membeli, banyak kasus jaringan internet sedang down, maka Anda harus menunggu sementara listrik di rumah Anda sudah mati.

3. Meteran lebih sensitif dan mudah rusak.

Lebih Hemat Mana?

litrik prabayar token listrik

Jika bicara lebih hemat mana, keduanya memiliki plus minusnya masing-masing. Pada layanan prabayar PLN menyediakan pilihan nilai token bebas atau fleksibel mulai dari Rp 20.000 s/d Rp1 Juta. Selain tagihan utama terdapat beberapa biaya tambahan seperti biaya administrasi sebesar Rp1.600 - Rp3.000, sesuai ketentuan bank yang bekerja sama dengan PLN.

Ditambah lagi dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari pemerintah daerah. untuk Jakarta, PPJ sebesar 2,3 persen dari TDL, atau sebesar Rp3.171. Kedua jenis layanan ini masing-masing dikenai biaya yang sama.

Kami mencoba membuat ilustrasi tagihan listrik dengan layanan prabayar dan pascabayar agar Anda bisa membandingkan mana yang lebih hemat. Kami mengutip ilustrasi tagihan ini dari Tempo.co.

Misalnya, dalam satu rumah tangga bertarif R-1 TR (1.300 Kilovolt Ampere (kVA)) penggunaan listrik sebulan mencakup:

Pemakaian Listrik Besaran Lama Pemakaian kWh/hari
1 Seterika 350 watt 2 jam/hari 0,70 kWh/hari
1 Pompa air 150 watt 3 jam/hari 0,45 kWh/hari
1 Kulkas 100 watt 6 jam/hari 0,60 kWh/hari
1 Televisi 20" 110 watt 6 jam/hari 0,66 kWh/hari
1 Rice cooker 300 watt 2 jam/hari 0,60 kWh/hari
6 Lampu hemat energi 20 watt 6 jam/hari 0,72 kWh/hari
4 Lampu hemat energi 10 watt, 6 jam/hari 0,24 kWh/hari
Jumlah Kebutuhan Listrik per Hari
3,91 kWh/hari

Apabila menggunakan layanan pascabayar jumlah kebutuhan listrik per bulannya adalah : 3,91 kWh x 30 hari = 117,30 kWh. TDL golongan R-1 TR adalah Rp 1.352 per kWh. Berarti tagihan listrik untuk satu bulannya (Rp 1.352x117,35 kWh) = Rp 158.589.

Jumlah ini masih harus ditambah dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dari pemerintah daerah. Untuk Jakarta, PPJ sebesar 2,3 persen dari TDL, atau sebesar Rp 3.171 dan biaya administrasi PPOB yang berfariasi dari Rp 1.600-Rp 5.000.

Jadi pelanggan perlu membayar Rp 158.589 + Rp 3.171+Rp 2.000 = Rp 163.760 guna membayar tagihan listrik pascabayar.

Sedangkan dengan layanan prabayar listrik dibayar bertahap dengan pembelian sebanyak 3 kali jadi pelanggan harus mengeluarkan: Rp 100.000 (setara dengan 70,1 kWh), Rp.50.000 (setara dengan 33,1 kWh), dan Rp 25.000 (setara dengan 14,1 kWh).

Maka jumlah tagihan yang harus dibayar dengan tambahan dari PPOB dan PPJ per pembelian pulsa. adalah Rp 100.000+Rp 50.000+Rp 25.000= Rp 175.000.

Manakah yang lebih hemat? Jawabannya adalah kembali lagi pada kebutuhan listrik setiap rumah tangga. Pada dasarnya hemat tidaknya tagihan tergantung bagaimana Anda memanfaatkan energi semaksimal mungkin.

Jika dengan pascabayar, Anda tidak dapat mengatur kebutuhan listrik rumah tangga dengan prabayar Anda bisa mengontrol sendiri kebutuhan listrik rumah tangga. Apabila menggunakan prabayar lebih boros Anda mungkin harus memperhatikan kembali kebutuhan listrik di rumah.

Baca juga: Menghemat Listrik, Menghemat Kocek

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • anony

    bukanya pascabayar juga dikenakan 80rb untuk 1300kva?

    Reply
    • ruth

      Saya bayar pascabayar lewat aplikasi Ayopop. Gampang, tinggal klik. bisa download struk pembayaran. Coba in aja http://m.onelink.me/758cdb4






      Reply
    • bolle

      ya setuju...memang tergantung penggunanya itu sendiri. Yang jelas lebih bisa mengontrol pengeluarannya sendiri mau diirit atau dibuat normal.
      nice blog & artikel.

      Reply