Ketahuilah 7 Hal Ini Sebelum Terjun ke Pasar Saham

Ingin terjun ke dunia saham? Jangan sampai Anda menjadi pemain saham yang merugi. Ketahui dulu langkah-langkahnya di sini agar Anda terhindar dari kerugian.

Kini, banyak masyarakat Indonesia yang mulai tertarik untuk terjun ke dunia saham. Hal ini cukup beralasan. Sebab, bermain saham bisa memberikan keuntungan berlipat ganda dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito.

Namun, bermain di pasar saham bukan berarti bebas dari risiko. Bisa saja mengalami kerugian cukup besar. Oleh karenanya, sebelum memutuskan untuk bermain saham, ketahuilah 7 hal di bawah ini.

1. Dorongan Kuat untuk Bermain Saham

Sebelum terjun, Anda harus mempunyai dorongan atau hasrat kuat untuk bermain saham, serta mempunyai keinginan kuat untuk memperoleh keuntungan. Hal ini harus tertanam dalam diri sejak awal. Bila tidak, jangan pernah mencoba-coba bermain saham.

2. Bermain dalam Jumlah Kecil

Untuk pemula, bermainlah dalam jumlah kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta. Mengingat, selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi dalam jumlah kecil ataupun besar. Oleh karenanya, bermainlah dalam jumlah kecil.

Jika Anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan.

Ketika menambah jumlah uang, selalu ingat bahwa uang tersebut bisa habis. Jangan hanya mengingat untung, tapi wajib mengingat bahwa investasi bisa berkurang, bahkan habis.

3. Lihat Arah Pertumbuhan Ekonomi

Selanjutnya adalah langkah teknis. Penting bagi Anda mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi. Kalau pertumbuhan ekonomi sedang meningkat, maka itulah saat paling tepat berinvestasi.

Sebaliknya, apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali Anda sudah biasa melakukan short selling dan punya pengalaman sebagai trader.

4. Pilih Industri dan Saham, Serta Rekam Jejaknya

Pilihlah industri yang familiar, lebih bagus jika yang Anda senangi. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam. Jangan lupa untuk membaca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut.

Selain itu, pilih juga industri yang mempunya rekam jejak baik dalam memberikan keuntungan. Selanjutnya, pilihlah 1 atau 2 saham dalam industri, jangan lebih.

5. Lihat PE

PE adalah rasio antara harga pasar saham saat ini dibagi dengan keuntungan tahunan per saham.

Misalnya, emiten saham PT ABCD mempunyai keuntungan bersih per saham sebesar Rp 100, dengan harga sahamnya saat ini Rp 1.000 per lembar, maka PE PT ABCD adalah 10. Artinya jika Anda berinvestasi saat ini pada saham PT ABCD, maka masa kembali modal pokoknya sekitar 10 tahun.

Mengapa demikian? Itu karena Anda membeli saham tersebut dengan 10 kali laba bersih per sahamnya, dengan asumsi inflasi nol persen dan PT ABCD mempunyai tingkat keuntungan tetap Rp 200 per saham.

6. Kapitalisasi

Pilihlah saham dengan kapitalisasi pasar yang besar. Artinya, nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut.

Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.

7. Sentimen Pasar

Selain hal di atas, perhatikan juga sentimen pasar. Walaupun PE saham Anda rendah dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham.

Sentimen paling umum adalah indeks harga saham regional. Sentimen kedua adalah kejadian menarik yang berpengaruh di industri, di mana saham Anda berada.

Misalnya, kenaikan harga komoditas tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya Anda miliki.

Sentimen ketiga adalah angka-angka perekonomian secara umum. Misalnya angka pemberitaan laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, dan angka daya beli konsumen secara umum.

Nah, jika disiplin dalam 7 langkah ini, kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami kerugian. Sebetulnya, masih banyak trik-trik yang bisa dipelajari saat Anda sudah benar-benar terjun di dunia saham.

Namun sebagai pemula, jangan sampai Anda menjadi pemain saham yang merugi sebelum mulai untung. Ketahui juga perlu dan jangan dalam investasi saham. Selamat mencoba!

Baca juga: Kenali Baik Buruknya Investasi Saham

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama