Hindari Blokir, Ini Cara Registrasi Kartu Prabayar

Mulai tanggal 31 Oktober 2017, kartu SIM prabayar wajib diregistrasi. Kenapa harus diregistasi dan bagaimana cara melakukannya? Simak caranya di sini!

Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 14 Tahun 2017, para pengguna telepon selular kini wajib mendaftarkan kartu prabayar mereka secara resmi paling lambat 28 Februari 2018. Jika Anda tidak melakukan registrasi, maka akan ada sangsi bertahap yang akan diberlakukan.

Pada tahap awal, pemerintah akan memblokir layanan panggilan telepon dan SMS yang masuk. Nantinya Anda akan diberikan waktu hingga 30 Maret 2018. Jika Anda masih belum melakukan registrasi juga, maka pada tahap kedua, pemerintah akan menambahkan waktu tenggat 15 hari lagi tapi kartu Anda tidak akan bisa mengirim SMS dan melakukan panggilan telepon. Akses internet pun langsung dimatikan.

Sedangkan pada tahapan terakhir jika Anda tidak melakukan registrasi juga hingga tanggal 29 April 2018, maka kartu SIM akan langsung diblokir dan Anda tidak bisa menggunakan kartu tersebut kembali selamanya karena nomor kartu langsung dinonaktifkan.

Ketentuan Registrasi yang Perlu Anda Ketahui

Untuk melakukan registrasi ulang, Anda harus memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga) karena nantinya dibutuhkan nomor KTP dan nomor KK pada saat registrasi. Bagi pengguna yang belum memiliki KTP atau berusia di bawah 17 tahun, Anda bisa mengganti KTP dengan menggunakan nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang terdapat pada KK.

Bagi WNA (Warga Negara Asing) yang tinggal di Indonesia, baik itu untuk bekerja atau sedang berlibur, Anda bisa melakukan registrasi dengan menggunakan nomor Paspor, KITAP (Kartu Izin Tinggal Terbatas/Tetap), dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara). Selain itu, ada ketentuan lain yang harus Anda ketahui seperti berlakunya pembatasan satu nomor KTP hanya untuk maksimal tiga nomor telepon.

Baca Juga: Jual Beli Online Segera Kena Pajak, Pelajari Aturannya!

Lalu apakah data kita akan aman? Tenang saja, karena berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik, perlindungan data pelanggan harus sesuai standar ISO 27001 (dokumen standar sistem manajemen keamanan informasi atau Information Security Management System). Jadi semua data yang ada sudah terjamin keamanannya.

Alasan Kenapa Kartu SIM Prabayar Harus Diregistrasi

Pemerintah membuat peraturan ini untuk mendukung program One Single Identity yang memusatkan semua koneksi data diri masyarakat Indonesia melalui nomor KTP. Jadi ketika pemerintah mencantumkan nomor KTP, maka semua data diri Anda mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, alamat, status, hingga nomor telepon akan langsung tertera secara otomatis.

Ditambah lagi, belakangan ini semakin marak tingkat kejahatan seperti penipuan yang dilakukan melalui layanan telepon serta SMS yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan adanya registrasi kartu prabayar ini, jika terjadi penipuan melalui telepon atau SMS, maka pemerintah bisa langsung melacak pelaku tersebut karena nomor yang digunakan sudah terhubung dengan nomor KTP.

Selain mencegah tindak kejahatan penipuan, mengoneksikan nomor kartu seluler pada nomor KTP juga dapat mengurangi penyebaran berita hoax yang sering disebar melalui SMS.

Baca Juga: Isi Ulang Kartu E-Money, Gratis Pakai Cara Ini!

Cara Melakukan Registrasi Kartu Prabayar

Ada tiga cara registrasi kartu prabayar yang bisa Anda pilih, yaitu:

1. Melalui SMS

Cara ini adalah cara yang paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda hanya perlu mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format yang telah ditentukan.

Pelanggan Lama: ULANG#NIK#NomorKK#

(Khusus pengguna Telkomsel menggunakan format Reg NIK#NomorKK#)

Pelanggan Baru: NIK#NomorKK#

Jika sudah melalukan registrasi melalui SMS, maka Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui operator untuk memberikan balasan konfirmasi final yang menyatakan kalau Anda setuju mendaftarkan nomor sesuai dengan data yang diberikan.

2. Mengakses Secara Online

Selain melalui SMS, Anda juga bisa registrasi secara online. Berikut ini dalah alamat situs untuk registrasi kartu SIM prabayar masing-masing operator:

Pengguna Telkomsel melalui https://mobi.telkomsel.com/ulang

Pelanggan XL registrasi melalui https://registrasi.xl.co.id/ulang

Pelanggan Tri registrasi melalui https://registrasi.tri.co.id/

Pelanggan Smartfren melalui https://my.smartfren.com/reg

Pelanggan Indosat masih belum bisa melakukan registrasi secara online

3. Mendatangi ke Gerai Provider

Cara yang terakhir adalah dengan mendatangi gerai operator kartu Anda. Tak perlu membawa KTP dan KK asli karena Anda cukup mencatat nomor KTP dan nomor KK.

Gagal Registrasi? Tenang, Anda Tidak Sendiri

Banyak orang yang mengeluhkan tentang gagalnya proses registrasi. Ternyata ada tiga faktor yang membuat proses registrasi kartu prabayar Anda gagal. Pertama adalah adanya kemungkinan server sedang sibuk yang disebabkan oleh banyaknya pengguna yang sedang melakukan registrasi ulang. Kedua, jika Anda registrasi melalui SMS, kemungkinan format yang Anda berikan salah.

Ketiga, nomor KTP atau KK belum tercatat di Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri). Hal ini bisa dikarenakan Anda pernah melakukan perubahan data diri pada KTP atau KK baik itu perubahan alamat hingga status. Jadi pastikan nomor KTP dan KK Anda valid. Jika tidak, Anda harus mendatangi Disdukcapil untuk mengurusnya terlebih dahulu.

Proses registrasi kartu prabayar ini bisa Anda ulang hingga lima kali jika gagal. Jika lebih dari lima kali, maka Anda bisa menghubungi operator telepon seluler atau datang langsung ke gerainya. Nantinya Anda wajib mengisi surat pernyataan yang menyatakan bahwa seluruh data yang disampaikan adalah benar. Dengan demikian, Anda akan bertanggung jawab atas akibat hukum yang ditimbulkan hingga proses validasi data kependudukan tervalidasi dengan data yang ada pada Disdukcapil.

Baca Juga: Jenis Uang Elektronik Buat Pengaturan Finansial

Selalu Waspada Pada Tindak Kejahatan

Sehubungan dengan banyaknya isu penipuan atau berita hoax mengenai registrasi kartu prabayar ini, Anda harus ingat kalau registrasi resmi hanya dengan NIK/KTP dan nomor KK. Jadi, kalau ada yang meminta nama ibu kandung atau informasi yang lainnya, Anda bisa melaporkannya langsung kepada Kominfo untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Semoga dengan adanya informasi di atas, Anda bisa segera melakukan registrasi kartu prabayar milik Anda dengan segera.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama