Biaya Mengurus Balik Nama STNK Mobil

Kalau bisa mengurus sendiri kenapa harus menggunakan biro jasa? Anda bisa lebih berhemat dan keamanan surat kendaraan terjaga. Berikut ini cara mengurusnya.

stnk

Ketika membeli mobil bekas STNK dan surat-surat lainnya bukan atas nama Anda, lalu bagaimana cara mengurus balik nama STNK mobil? Ada yang bilang jika mengurus sendiri susah dan ribet, belum lagi membutuhkan waktu yang lama karena harus menunggu sekian banyak proses.

Makanya kebanyakan orang lebih memilih menggunakan biro jasa, selain hanya terima beres Anda tidak perlu merasakan keribetan mengurus STNK. Hanya saja Anda harus mengeluarkan kocek lebih jika mengandalkan biro jasa.

Pada artikel sebelumnya Mengurus Balik Nama STNK Motor dan Biayanya kami sudah menjelaskan cara mengurus balik nama STNK motor dan biayanya, Sekarang kami akan membahas kembali tentang mengurus balik nama STNK dan biayanya, tetapi untuk jenis kendaraan mobil.

Disini kami mencoba memberikan informasi mengenai pengurusan balik nama STNK mobil. Pelajari 3 hal ini sebelum Anda pergi dan mengantri di loket.

Persyaratan yang Harus Disiapkan

Persyaratan yang Harus Disiapkan

Persyaratan yang harus disiapkan tidak jauh berbeda dengan mengurus balik nama STNK motor. Anda harus mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan, antara lain:

1. STNK asli dan fotokopi sebanyak 4 rangkap

2. KTP asli dan fotokopi KTP pemilik yang namanya tertera sesuai dengan disurat BPKB

3. BPKB asli dan fotokopi sebanyak 4 rangkap

4. Kwitansi pembelian bermaterai (jika tidak ada, buat saja sendiri dengan pemilik baru sebagai pembeli dan pemilik lama sebagai penjual, tanda tangan penjual asal saja yang penting bermaterai hanya sekedar formalitas)

Untuk mengurus balik nama STNK mobil Anda bisa mengunjungi kantor SAMSAT sesuai dengan BPKB diterbitkan, pada artikel ini kami mencontohkan pengurusan balik nama di wilayah Jakarta.

Proses dan Cara Mengurusnya

Jika berkas-berkas yang diperlukan sudah rapih disiapkan, maka hal berikutnya adalah bagaimana cara mengurusnya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pergi ke kantor SAMSAT sesuai dengan data dari BPKB diterbitkan.

Untuk langkah selanjutnya Anda bisa mengikuti sesuai dengan yang dijelaskan dibawah ini,

1. Setibanya di kantor SAMSAT Anda dapat langsung membawa mobil ketempat cek fisik. Disana akan ada petugas yang menjelaskan dan mengarahkan.

2. Kemudian petugas akan melakukan pengecekan fisik kendaraan yang meliputi nomor rangka dan nomor mesin mobil dengan cara menggosokkan stiker.

3. Setelah mobil Anda selesai di cek fisiknya oleh petugas, Anda akan diberikan formulir, isilah formulir tersebut sesuai dengan data mobil di STNK.

4. Formulir yang sudah terisi lengkap diserahkan ke loket pendaftaran bersama dengan berkas-berkas lainnya. Setelah itu, tunggu nama Anda dipanggil oleh petugas (nama yang dipanggil adalah nama yang tertulis di STNK)

5. Jika semua berkas lengkap, maka akan diminta mengisi formulir yang disediakan. Setelah selesai, serahkan formulir itu ke petugas untuk dicek. Bila semua diisi benar, maka petugas akan menyodorkan tagihan biaya pendaftaran mutasi mobil

6. Bayarlah biaya tagihan sesuai dengan nominal yang tertera di lembar tagihan. Jika ternyata Anda belum membayar pajak, maka petugas akan meminta Anda membayarkan pajak terlebih dahulu.

7. Setelah melunasi tagihan Anda akan diberikan tanda terima untuk pengambilan berkas yang dijadwalkan pada 2 sampai 3 hari kemudian.

8. Ketika waktu yang dijadwalkan tiba. Datangi lagi lokasi pelayanan mutasi dengan menyerahkan tanda terima itu, Kemudian STNK Asli dengan Nama Baru Anda selesai dibuat.

Biaya yang Dikeluarkan

Biaya pajak

Sama dengan proses balik nama STNK motor biaya yang dikeluarkan terbagi menjadi dua, “Biaya Pajak” (biaya ini akan tertera di STNK nanti setelah proses selesai) dan “Biaya di luar Pajak” (biaya proses yang harus dikeluarkan di luar yang tertera pada STNK)

1. Biaya Pajak:

Untuk mengetahui berapa biaya resmi yang harus dikeluarkan untuk balik nama kendaraan Anda, terlebih dahulu Anda dapat melihat besarnya PKB yang tertera pada STNK. Pada STNK tertera antara lain:

BBN KB= Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor

PKB= Pajak Kendaraan Bermotor

SWDKLLJ= Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu-lintas Jalan

Biaya ADM STNK= Administrasi STNK

Biaya ADM TNKB= Administrasi TNKB

Biasanya, pada perpanjang STNK tahunan yang terisi hanya PKB dan SWDKLLJ, nah. Pada proses balik nama, semua kategori ini nantinya akan terisi, kecuali Biaya ADM TNKB.

Contoh Perhitungan untuk Mobil:

PKB yang tertera di STNK sebesar Rp.1.500.000

Maka :

BBN KB= 2/3 x PKB = 2/3 x 1.500.000 = Rp. 1.000.000

PKB= Rp. 1.500.000

SWDKLLJ= Rp. 143.000

Biaya Adm.STNK= Rp. 75.000

Jadi total estimasi biaya balik nama sekaligus perpanjangan yang nanti tertera pada STNK sebesar Rp. 2.718.000. Biaya ini belum termasuk denda jika ada keterlambatan

2. Biaya di luar Pajak

Biaya ini adalah biaya yang dikeluarkan selama proses balik nama dilakukan dan tidak termasuk dalam pajak yang nanti tertera pada STNK

1. Pemberian tip pada petugas cek fisik Rp. 10.000 (boleh kasih, boleh tidak)

2. Pengesahan hasil cek fisik Rp. 30.000 (biaya ini tanpa kwitansi)

3. Pendaftaran balik nama STNK Rp. 30.000 (sama, ini juga tanpa kwitansi)

Jadi total biaya selain pajak yang dikeluarkan sekitar Rp. 70.000

Penjelasan diatas dapat menjadi informasi untuk Anda yang ingin mengurus balik nama kendaraan untuk mobil sendiri tanpa menggunakan biro jasa. Ternyata tidak terlalu rumit bukan pengurusannya, Anda hanya perlu melengkapi berkas dan mengikuti semua langkah dengan tepat. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Baca juga: Inilah Jumlah Pinjaman Dana dengan Agunan Mobil
Serba-Serbi Perhitungan Pajak STNK

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama