Berhemat dengan Tidak Membuang Makanan Sisa

Apakah Anda orang yang sering membuang makanan? Waspadalah terhadap akibat yang Anda perbuat. Sisa makanan mempunyai manfaat yang baik bagi lingkungan, lho.

Limbah Makanan Dapat Berakibat Buruk

Lebih dari 33 persen daging yang dibeli terbuang, diikuti oleh 25 persen dari makanan laut. Bahkan 15 persen buah yang dibeli memiliki nasib yang serupa. Itu tidak bagus, terutama jika Anda mempertimbangkan bahwa daging begitu mahal, belum lagi jenis makanan yang lain.

Tapi yang paling penting adalah apa yang terjadi dalam rumah tangga Anda. Dan menurut statistik yang sama, masing-masing limbah rumah tangga di dunia mampu menghabiskan sebesar Rp 8,5 triliun per tahun. Selain berdampak terhadap ekonomi dunia, ini juga melengkapi dampak negatif limbah makanan terhadap kelangkaan air, lahan, rusaknya keanekaragaman hayati serta memicu perubahan iklim dan pemanasan global. Kesimpulan ini terungkap dalam laporan terbaru Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

saving food

870 Juta Orang Kelaparan

Menurut José Graziano da Silva, Direktur Jenderal FAO, sebanyak 1,3 miliar ton pangan terbuang. Ironisnya sebanyak 870 juta penduduk dunia menderita kelaparan setiap hari.4% pangan terbuang saat pangan tersebut diproduksi, dipanen dan disimpan. Sementara 46% limbah terjadi saat pangan tersebut diolah, dikirim dan dikonsumsi.

Tidak jarang ini berdampak terhadap sampah makanan yang menumpuk, dan emisi gas efek rumah kaca yang kian meningkat. Rumah tangga bisa mulai bertindak cerdas, dengan mengalihkan sampah tersebut menjadi kompos.

Dilansir dari data FAO, aksi pembuatan kompos rumah tangga berpotensi mengurangi jumlah sampah pangan sebesar 150 kg per rumah tangga per tahun. Praktik ini juga akan mengurangi emisi metana yang berasal dari tempat pembuangan sampah akhir yang konsentrasinya kini setara dengan 700 metrik ton CO2 per tahun.

Maksimalkan Kompos dan Pengunaan Kulkas

Anda juga bisa berbuat yang lain, yang tentu saja dapat merubah keadaan. Tanpa diragukan, freezer dan lemari es telah memperpanjang kehidupan produk dan makanan lain untuk dikonsumsi. Ini merupakan cara terbaik untuk menyimpan makanan yang hanya bertahan untuk beberapa hari saja. Dengan cara ini, Anda bisa berhemat dan tidak membuang sisa makanan. Kami memberikan cara-cara sederhana tentang cara menyimpan semua elemen makan kedalam lemari pendingin.

Jika Anda memiliki penyimpanan laci di lemari es Anda yang memiliki pengaturan kelembaban yang berbeda. Secara umum, sayuran harus berada pada pengaturan kelembaban tinggi. Hal ini membuat uap air di dalam laci lemari es dapat mencegah sayuran menjadi layu.

Di sisi lain, buah-buahan biasanya memancarkan gas ethylene lebih banyak dan memerlukan pengaturan kelembaban rendah. Beberapa sayuran, seperti paprika dan jamur, lebih cocok berada di kelembaban rendah. Secara umum, makanan yang memancarkan lebih banyak gas biasanya memiliki umur penyimpanan yang lebih pendek.

Jika Anda tidak menyimpan sayuran hijau dalam kelembaban tinggi laci kulkas, Anda bisa mencuci sayuran dan membungkusnya di tempat yang lembab. Ini akan membuatnya bertahan lebih lama lagi. Pertimbangkan juga dengan suhu bagian yang berbeda dari lemari es. Sehingga makanan yang mengandung gula, garam, atau cuka lebih baik disimpan di rak kulkas dibagian pintu. Susu juga dapat disimpan pada salah satu rak tengah. Karena bagian bawah lemari es merupakan daerah terdingin, menyimpan daging di sana.

Ini adalah salah satu metode yang lebih dari ekstensi penyimpanan makanan. Anda juga tidak dianjurkan untuk mencuci produk makanan Anda sampai Anda siap untuk menggunakannya atau memasaknya. Dan jika makanan itu tetap bersisa, atau Anda ingin menghindari makanan Anda busuk, lebih baik Anda arahkan saja untuk dibuatkan menjadi kompos. Hal ini juga dapat membuat Anda berhemat berkali-kali lipat, karena sebetulnya makanan sifatnya terus-menerus dibutuhkan oleh manusia. Bisakah Anda bayangkan jika Anda sering membuang makanan sisa berarti membuang uang Anda sendiri.

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama