Bantuan Kredit Usaha Untuk Pebisnis Pemula

Modal jadi hambatan pengusaha di Indonesia untuk berkembang. Lewat 2 program bantuan pinjanan tunai, pemerintah ambil tindakan untuk meningkatkan level UKM. Ketahui cara mengajukannya untuk bisnis Anda!

UKM (Usaha Kecil Dan Menengah) merupakan salah satu komponen perekonomian Indonesia. Tetapi masih banyak UKM yang lambat berkembang karena kesulitan modal usaha. Melalui Gerakan Kerwirausahaan Nasional, Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi permasalahan tersebut

bisnis UKM berkembang

Selain menyediakan modal, program ini juga memberi bimbingan bagi UKM untuk lebih berkembang dan agar mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ada dua program utama yang dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha UKM untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dari pemerintah:

Program Wirausaha Pemula

program wirausaha pemula

Penyaluran bantuan program ini diprioritaskan untuk pengusaha berkembang di daerah tertinggal, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan daerah antar Kelompok Berpendapatan Rendah atau Masyarakat Miskin. Tujuannya, untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya usaha mikro.

Besar bantuan dana yang diberikan melalui program ini berkisar diantara 10-15 juta untuk setiap peserta yang lolos. Hasil dana tersebut nantinya dapat digunakan sebagai modal usaha dari peserta yang lolos seleksi pendaftaran.

Syarat dan Cara Mendaftar

Pengusaha yang dapat mengajukan pembiayaan ini maksimal berusia 45 tahun dan berpendidikan minimal SLTP atau sederajat.

Usaha Anda juga harus sudah berjalan 6 bulan hingga 3 tahun. Dengan catatan, belum pernah menerima bantuan dana yang sejenis dari Kementerian Koperasi maupun Usaha Kecil dan Menengah.

Baca juga: 5 Hal yang Jarang Diperhatikan Saat Mengajukan KTA

Saat mendaftar, Anda wajib menyertakan dokumen legalitas meliputi fotokopi KTA, fotokopi NPWP,Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK) atau Surat Keterangan Domisili dari Kantor Kelurahan setempat, dan Sertifikat Pembekalan Kewirausahaan maksimal 2 (dua) tahun sebelum tahun anggaran berjalan. Lampirkan fotokopi buku tabungan yang aktif untuk alamat pengiriman dana, jika proposal Anda disetujui.

Layaknya pengajuan modal usaha lain, Anda juga akan diminta menyerahkan rencana usaha. Lalu, setelah semua lampiran siap, unggah seluruh dokumen dan e-proposal Anda melalui http://pembiayaan.depkop.go.id/.

Tetapi bila Anda sulit melakukannya, Anda bisa mendatangi dinas Koperasi dan UKM setempat di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten.

Kredit Usaha Rakyat

kredit usaha rakyat

Berbeda dengan program Wirausaha Pemula yang dikelola langsung oleh Kementerian, dana bantuan KUR penyalurannya dilakukan oleh bank BUMN yang sudah ditunjuk.

Kredit KUR ini diberikan kepada jenis-jenis usaha yang sifatnya produktif dan memilki prospek berkembang, tetapi masih kesulitan untuk mengakses layanan perbankan. Besaran plafon kredit yang diberikan mulai dari Rp5 juta hingga Rp500 juta. Anda bisa menggunakannya sebagai modal usaha maupun investasi.

Namun, ada perbedaan jangka waktu pengembalian untuk keduanya. Maksimal 3 tahun dengan perpanjangan 6 tahun untuk penggunaan modal bisnis. Sedangkan kredit investasi usaha, jangka waktu yang diberikan adalah 5 tahun dan dapat diperpanjang hingga 10 tahun.

Kabar baiknya, bagi Anda yang memang masih baru berwirausaha dan tidak memiliki agunan juga bisa mengikuti program ini. Sebab, untuk pengajuan KUR dibawah Rp25 juta tidak diwajibkan menyertakan agunan tambahan.

Berhak Menerima KUR

Persyaratannya hampir sama dengan Program Kewirausahaan Pemula. Anda wajib menyerahkan dokumen identitas (KTP Pribadi dan pasangan, Kartu Keluarga, Surat Nikah, dan NPWP), akta keterangan usaha (SIUP/TDP), proposal usaha, disertai laporan keuangan usaha yang telah minimal berjalan 6 bulan.

Di luar itu, peminjaman modal lebih dari Rp25 juta memerlukan adanya jaminan aset berharga. Calon debitur juga harus memiliki rekening khusus dari bank tempat mengajukan pinjaman untuk menyalurkan dananya.

Baca juga:

Bank yang sudah ditunjuk untuk penyaluran KUR antara lain Bank BRI, Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin dan Bank Syariah Mandiri. Anda bisa langsung mengajukan pinjaman ke salah satu bank tersebut dengan membawa dokumen persyaratan lengkap.

Jika merasa belum jelas, Anda pun bisa berkonsultasi lebih banyak mengenai skema pembiayaan, besaran angsuran, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan ketentuan kredit KUR di bank tersebut.

Dengan adanya kedua program tersebut diharapkan UKM di Indonesia mampu mengembangkan kegiatan usahanya dan mampu mengatasi permasalahan kesulitan modal yang dihadapi UKM.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!