BPKB Hilang? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Banyak orang yang masih bingung ketika mengurus BPKB yang hilang dan memilih untuk menggunakan jasa calo. Padahal Anda bisa mengurusnya sendiri dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini!

BPKB diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Satlantas Polri) sebagai bukti kepemilikan kendaraan yang sah dan di dalamnya juga dijelaskan secara rinci faktur pembelian kendaraan bermotor. Tak seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan SIM (Surat Izin Mengemudi) yang memiliki masa berlaku, BPKB ini berlaku selamanya. BPKB berganti jika kendaraan bermotor tersebut berganti kepemilikan.

BPKB sangat penting keberadaannya ketika Anda akan menjual kendaraan motor seperti mobil dan motor kepada orang lain. BPKB juga bisa Anda jadikan sebagai agunan atau jaminan saat akan mengajukan kredit multiguna (KMG). Ketika BPKB terlanjur hilang, Anda harus segera mengurusnya di kantor SAMSAT (Sistem Manunggal Satu Atap). Lalu bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkahnya berikut ini!

Lengkapi Persyaratan Dokumen

Sebelum mendatangi kantor SAMSAT, Anda harus menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu agar nantinya proses pengajuan BPKB baru bisa berjalan dengan lancar dan Anda tak perlu mondar-mandir untuk melengkapi berkas yang kurang lengkap. Hal yang harus dipersiapkan adalah:

1. Lampiran Surat Kehilangan

Surat pernyataan kehilangan ini adalah surat pernyataan BPKB hilang yang dibubuhi materai dan ditandatangani oleh pemilik resmi BPKB. Selain itu, Anda juga perlu melampirkan surat keterangan hilang dari kantor kepolisian, minimal tingkat Polsek atau Polres, tanpa dipungut biaya sama sekali.

2. Status Kepemilikan

BPKB yang hilang ini milik siapa? Jika BPKB milik Anda atau atas nama Anda sendiri, maka siapkan KTP dan SIM yang masih berlaku serta dua buah fotokopiannya. Jika Anda tidak sempat datang, buatlah surat kuasa yang diberi tanda tangan di atas materai.

Baca Juga: Siap 100% Hadapi Kenaikan Tarif STNK dan BPKB

Kalau Anda mewakili Badan Hukum, maka lampirkan fotokopi akte pendirian, surat keterangan domisili, dan surat kuasa dengan cap badan hukum tersebut di atas materai. Sedangkan jika Anda mewakili instansi pemerintah, maka Anda wajib melampirkan surat keterangan kepemilikan BPKB instansi terkait yang sudah ditandatangani oleh pimpinan dan diberi cap instansi tersebut.

3. Surat Keterangan dari Bank

Surat keterangan dari Bank ini untuk menyatakan dan menjamin kalau BPKB milik Anda statusnya tidak sedang dijadikan agunan. Sebaiknya, Anda membuat surat keterangan di bank tempat Anda menabung.

4. Bukti Pemasangan Iklan di Media

Hal ini mau tidak mau harus Anda lakukan, karena sudah menjadi persyaratan ketika Anda mengurus BPKB yang hilang. Buatlah iklan baris pada media massa, baik itu yang berskala regional, lokal, atau nasional sebanyak dua kali dalam dua bulan. Jadi, satu bulan satu kali saja. Jangan lupa untuk melampirkan surat keterangan hilang dari kepolisian saat memasang iklan dan simpan kwitansi bukti pemasangan iklan dan fotokopi buktinya.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus di Waspadai Ketika Mengadaikan BPKB

Selain empat dokumen  tersebut di atas, Anda juga perlu untuk melampirkan STNK asli beserta fotokopinya dan bukti catatan pajak yang berlaku. Lebih baik lagi, jika Anda dapat menyertakan fotokopi BPKB yang hilang tersebut agar prosesnya lebih cepat. Paling tidak, Anda mengetahui nomor BPKB kendaraan Anda.

Cek Fisik Kendaraan di SAMSAT

Setelah menyiapkan keempat hal di atas, barulah Anda bisa mendatangi kantor SAMSAT. Isi terlebih dahulu formulir permohonan BPKB yang bisa diperoleh di bagian loket pembuatan BPKB. Saat mengisinya, cek kembali hingga dua atau tiga kali untuk memastikan kalau Anda tidak salah tulis.

Setelah itu, Anda akan disuruh untuk melakukan cek fisik kendaraan bermotor ke bagian Cek Fisik. Isi formulir untuk cek fisik yang disertai dengan dua buah kertas gesek untuk nomor mesin dan rangka. Tunggu sebentar karena petugas harus mengecek terlebih dahulu kendaraan Anda. Jika sudah selesai, Anda akan mendapatkan hasilnya dan bawa kembali ke loket pembuatan BPKB untuk diserahkan beserta berkas-berkas lainnya yang sudah Anda siapkan.

Kalau yang mengurus hilangnya BPKB ini diwakilkan oleh orang lain, maka petugas pasti akan meminjam KTP yang bersangkutan untuk kelengkapan administrasi. Setelah semua berkas selesai diperiksa, petugas akan mengarahkan Anda untuk menuju ke loket bank untuk mengambil formulir penyetoran. Isi formulir tersebut dan serahkan formulir penyetoran beserta biaya yang harus Anda bayar.

Baca juga: STNK Hilang? Inilah Biaya dan Cara Mengurusnya

Petugas bank akan memberikan Anda formulir berwarna kuning sebagai tanda kalau Anda sudah melakukan pembayaran dan serahkan kembali ke loket pembuatan BPKB untuk ditukarkan dengan lembaran putih yang merupakan tanda kalau Anda sudah melakukan semua prosedur yang diharuskan.

Simpan lembaran putih ini dan jangan sampai hilang karena nantinya akan dijadikan sebagai bukti ketika Anda mengambil BPKB baru yang sudah jadi. Proses pembuatan BPKB ini membutuhkan waktu minimal satu minggu. Petugas nantinya akan menghubungi Anda kalau BPKB Anda sudah jadi.

Biaya Penerbitan BPKB Baru

Untuk mengajukan BPKB yang baru ini memang ada biaya yang harus Anda keluarkan. Untuk kendaraan bermotor beroda dua atau tiga seperti motor, Anda harus membayar biaya penerbitan BPKB baru sebesar Rp225 ribu. Sementara untuk kendaraan beroda empat atau lebih seperti mobil serta truk, Anda akan dikenakan biaya penerbitan BPKB baru sebesar Rp375 ribu. Jumlah ini sudah mencangkup biaya formulir dan cek fisik kendaraan.

Proses pengurusan BPKB memang terlihat cukup memakan waktu sehingga Anda harus bersabar. Semoga informasi di atas bisa membantu Anda mengurus BPKB yang hilang dengan mudah.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama