Ada Diskon ? Awas, Bisa Jadi Itu Jebakan Marketing

Siapa sih yang tidak tertarik membeli barang diskon ? Hampir tidak ada bukan. Namun, jangan salah, pemberian potongan harga itu bisa jadi cuma strategi merketing untuk menjerat Anda untuk berbelanja lebih banyak.

marketing infographic kreditgogo

Suka berbelanja dengan memanfaatkan diskon atau sale dari pusat perbelanjaan ? Mungkin kalau pertanyaan ini ditujukan kepada wanita, jawabannya pasti iya. Namun, tahukah Anda kalau keberadaannya juga merupakan jebakan finansial yang bisa merusak kesehatan keuangan ?

diskon

Hmm, sekilas mungkin keberadaan diskon akan membuat harga barang yang akan dibeli menjadi lebih murah. Namun, jangan salah, terkadang pihak marketing perusahaan juga memberikan embel-embel yang justru membuat pembelanjaan menjadi sangat banyak. Nyatanya memang begitu, sebab pemberian sale selama ini ujung-ujungnya diberikan untuk barang stok lama atau tidak laku dan promosi produk baru.

Khusus untuk alasan yang kedua inilah, embel-embel diskon sering dijadikan salah satu trik untuk meningkatkan penjualan. Ingat, ritel selalu punya banyak cara jenius untuk menarik konsumen agar mau membeli produknya. Karena itu, sebelum terjebak, ketahuilah beberapa strategi yang dilakukan department store dalam melakukan sale agar tidak merugikan Anda secara finansial dan tenaga.

Buy One Get One

Pernah mendengar jenis promo ini ? Banyak orang yang terjerat loh. Cara ini akan membuat konsumen seakan-akan mendapat keuntungan mendapat satu gratisan bila membeli suatu produk. Masalahnya, produk yang wajib dibeli itu sering dibanderol dengan harga mahal.

Sebagai contoh, ada restoran yang memberikan bonus buy one get one untuk produknya. Namun, untuk bisa mendapatkan gratisan tersebut, Anda harus membeli makanan yang harganya di atas Rp 50.000. Meski ada penekanan gratis, nyatanya tidak ada perusahaan yang mau rugi atau mengurangi laba dengan memberikan diskon.

Invitation Only

Ini sering dilakukan perusahaan pada konsumen setianya untuk membuat mereka merasa diistimewakan. Biasanya Anda akan diundang untuk hadir pada pembukaan tempat atau produk baru. Nah, disinilah mereka akan memberikan embel-embel diskon khusus. Kalau sudah begini, siapapun akan menjadi sangat sayang untuk melewatkannya deh. Lalu di mana masalahnya ?

Memang harus diakui hal ini memang sangat menguntungkan bagi Anda. Selain bisa berhemat, kita juga bisa menjadi pengguna perdana produk baru sebuah perusahaan. Namun, orang-orang sering kalap belanja kalau sudah mendapat promo ini. Karena itu, bijaklah dalam berbelanja ya.

Midnight sale

Diskon di Waktu Terbatas

Salah satu cara marketing untuk memberlakukan diskon adalah menaruhnya di waktu terbatas. Sebagai contoh, Jakarta Midnight Sale yang diadakan di berbagai mal. Trik ini ditujukan untuk menimbulkan unsur ketergesa-gesaan sehingga setiap orang yang datang akan merasa memiliki momentum sempit dan terancam kehabisan barang yang diinginkan.

Kalau sudah begitu, bersiaplah untuk bergerumul dan sikut-sikutan dengan banyak orang yang ingin berburu barang yang sama. Masalah sudah selesai ?

Jelas belum. Setelah itu, Anda masih harus bersaing dan bersabar menunggu pembayaran yang antrinya sudah pasti akan sangat panjang.

Discount up to …%

Tahu tidak apa maksud dari ungkapan tersebut ? Bila tidak tahu siap-siaplah tertipu. Arti dari kalimat judul keempat ini adalah diskon sampai sekian persen. Sebagai contoh, pihak marketing menaruh kata “Discount Up To 70%”, arti sesungguhnya adalah sale hingga 70 persen. Besar ya potongan harganya ?

discount up to 70%

Hmm, nggak juga tuh,  namanya juga "diskon sampai 70%", berarti kenyataannya ada potongan harga yang tidak sampai angka segitu. Bisa jadi sale yang diberikan hanya sampai 10%, 20%, 30%, dan lainnya yang ada di bawah nilai 70%. Kalaupun mendapat potongan harga sampai sebesar itu, produknya sudah lama atau tinggal sedikit dan harus segera habis agar si penjual tidak rugi.

Kartu anggota

Cara ini belakangan sedang nge-trend digunakan oleh perusahaan ritel untuk menjaring konsumen. Iming-imingnya jelas, diskon khusus bagi konsumen mereka. Bila memakai kartu anggota, Anda mungkin mendapatkan bonus khusus yang membuat harga barang menjadi lebih murah. Namun sebelum menggunakan, perhatikan kembali, seberapa jauh sih selisih potongan harga yang bisa diraih. Kalau tidak berbeda, buat apa menjadi member.

Voucher belanja

Memang agak aneh juga ketika mendengar cara ini bisa merugikan Anda. Sebab bonus itu merupakan wujud penghargaan dari produsen atau penjual kepada konsumen. Namun bila ditelisik lebih dalam, voucher memiliki masa kadaluarsa. Disinilah letak permainan para marketing, akibat memiliki batas waktu penggunaan, maka konsumen akan merasa “dipaksa” untuk memanfaatkan keuntungan yang didapat.

Akibatnya, Anda mungkin akan melakukan pembelian yang tidak perlu karena berada khawatir dengan masa pakainya yang terbatas. Karena itu, buatlah perencanaan yang matang ketika mau memakai voucher belanja. Jadi, tidak selamanya diskon akan benar-benar menguntungkan bukan ? 

Nyatanya, sering ada “Jebakan Betmen” yang kalau bisa membuat kantong Anda jebol. Ingat, tidak ada satupun perusahaan yang mau merugi atau menurunkan laba dengan menjual barangnya di harga sangat murah begitu saja. Karena itu, kuncinya adalah, hati-hatilah dalam memanfaatkan diskon dan berbelanjalah dengan bijak yang mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama