Yuk, Pilih Bank yang Memudahkan Anak

Di Indonesia, ada banyak sekali bank bertebaran. Dari bank dengan ATM terbanyak hingga bank yang berciri khas wilayah Indonesia, misal Bank Sulut. Tapi, manakah di antara bank tersebut yang memudahkan anak?

Anda sudah memiliki anak dan mulai beranjak kuliah? Tentu keuangan adalah hal yang harus dipikirkan pertama kali. Anggap saja Anda sudah mengalokasikan dana pendidikan anak. Atau, Anda sudah memiliki deposito pendidikan, sehingga perkuliahan anak bisa adem ayem.

Pertama, kita harus definisikan dahulu apa yang dimaksud “bank yang memudahkan anak”. Tentu Anda harus bertanya, dalam hal apa anak dimudahkan oleh bank?

Karakter masyarakat Indonesia terhadap pendidikan memang masih bias di era ini. Misalnya, keluarga yang memiliki kekayaan yang cukup bisa menyekolahkan anaknya hingga ke luar negeri seperti Singapura. Sebaliknya, keluarga yang memiliki keuangan yang pas-pasan mungkin hanya bisa menguliahkan anaknya hanya di perguruan tinggi swasta. Paling mungkin, si anak bisa meraih beasiswa untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri di dalam negeri (red-Indonesia). Itu pun prestasi tersendiri.

Seorang kawan saya yang biasa berolahraga di pusat kebugaran sudah menamatkan pendidikan kesarjanaannya di Singapura, di sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di sana. Ia mengambil program studi Akuntansi. Setelah saya tanya, “Tugas akhir skripsinya apa?” Ia hanya menjawab, “Enggak ada, bro. Cuma tes akhir aja. Kan ilmunya untuk diterapkan di hal praktis aja.”

Sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura memang memiliki perbedaan dan persamaan. Itu juga tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari masing-masing negara. Kita tidak bisa melarang masyarakat lain untuk bisa menyekolahkan anak hingga ke luar negeri. Tapi, orang Indonesia kadang pesimis dengan alumni dari institusi di luar negeri tersebut. Alasannya? Mereka tidak diajari mengenal bangsa Indonesia, tempat mereka lahir dan mencari penghidupan. Bahkan, menulis tugas akhir seperti skripsi pun tidak pernah dibuat. Ya memang, tugas akhir macam demikian memang tidak terkait erat dengan profesionalitas pekerjaan. Toh, pihak perusahaan tidak selalu tanya apa tugas akhir skripsi jika ujungnya pandai dalam hal profesionalisme pekerjaan?

Cari Bank yang Sudah Go International

Melepas anak untuk studi di luar negeri memang suatu kebanggaan tersendiri. Tentu, adalah suatu merupakan kebanggaan jika keuangan untuk pendidikan diatur sedemikian rupa. Sudah tidak zaman membekali anak dengan segepok uang. Itu malah menyulitkan si anak. Uang plastik, yang berupa kartu kredit atau kartu debit, tentu lebih mudah dibawa di negara mana pun si anak bersekolah.

Jika orang tua sudah pernah mempercayai satu bank dalam pengiriman uang, coba tanya apakah bank tersebut punya cabang di luar negeri. Atau, paling tidak memiliki biaya rendah (fee) untuk pengiriman uang ke luar negeri. Biasanya, bank-bank besar memiliki kemudahan dalam hal penarikan uang tunai di luar negeri melalui mesin ATM. Tidak dibutuhkan proses pengiriman yang rumit. Di Tanah Air, Anda dapat membuka rekening tabungan biasa untuk anak. Lalu mengisi formulirnya. Di negara tempat anak Anda kuliah, ia dapat memperoleh uang di jaringan ATM. Beberapa bank seperti HSBCCIMB NiagaOCBC NISPCommonwealth, dan Standard Chartered, memiliki jaringan di luar negeri. Bank-bank tersebut memberik kemudahan bagi anak untuk menarik uang tunai di gerai ATM dengan mata uang setempat.

Tapi jangan lupa, beberapa bank lokal di Indonesia juga sudah punya jaringan cabang tersendiri di luar negeri. Bank lokal Indonesia dan bank asing tentu memiliki tingkat biaya bervariasi untuk pengiriman uang kuliah. Bank-bank tersebut memberikan kemudahan untuk menarik uang tunai di gerai ATM dengan mata uang loka negara tempat anak Anda kuliah. Tanya ke pihak bank tersebut. Cari informasi sedetilnya. Atau, jika memang cuma mengirim uang kuliah, Anda bisa juga gunakan MoneyGram atau Western Union.

Baik. Anggap saja Anda sudah yakin biaya kuliah anak di luar negeri sudah tercukupi. Satu hal yang jangan sampai terlewati adalah mengevaluasi sumber dana yang Anda miliki. Pastikan jumlah ketersediaan dana pendidikan dan biaya hidup anak selama studi di luar negeri benar-benar tercukupi. Katakanlah Anda memiliki deposito untuk biaya kuliah anak. Jika masih memiliki kekurangan, selisih tersebut bisa ditutupi dengan anak mengambil pekerjaan paruh-waktu sembari kuliah. Ini menumbuhkan sikap mandiri pada anak.

Satu hal lagi yang mesti diperhatikan adalah asuransi. Beberapa institusi konsultan pendidikan di Jakarta sudah menetapkan premi yang bisa dibayarkan sesuai kesanggupan keuangan si orang tua. Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan adalah dua elemen utama yang biasanya ditawarkan bagi mereka yang bersekolah di luar negeri. Jika Anda berniat menunda dahulu membeli asuransi, bisa saja. Nanti si anak juga bisa mencari tahu informasi mengenai produk asuransi tersebut selama berkuliah di negeri orang.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama