Yuk, Berhemat dengan Belanja Private Label di Toko Swalayan

Pernah masuk ke gerai swalayan semacam Indomaret atau Alfamart? Pernah lihat air mineral yang bermerek Indomaret atau Alfamart juga? Itu namanya Private Label. Percaya atau tidak, ternyata beli produk Private Label juga bisa berhemat lho!

Ibu rumah tangga yang tinggal di perkotaan pasti kenal yang namanya toko swalayan Indomaret atau Alfamart. Di beberapa wilayah Jakarta juga ibu-ibu pasti juga mengenal Superindo. Sebagai tempat yang cukup dekat dengan rumah, toko swalayan semacam itu pasti sangat membantu. Baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan suami dan anak-anak.

Belanja adalah aktivitas rutin sebuah keluarga. Dan karena belanja hampir menguras lebih-kurang 40% pengeluaran bulanan, tentu pilihan yang masuk akal pertama kali adalah bagaimana mengatur pengeluaran keuangan di sana-sini dengan baik. Mengatur pengeluaran itu bisa membeli barang kebutuhan pokok terlebih dahulu. Atau, salah satunya adalah memilih membeli produk private label saat berbelanja di suatu toko swalayan. Ternyata, berbelanja produk private label bisa menghemat 24% lebih murah bila dibanding Anda membeli merek lain. Tidak percaya?

Apa Sih Private Label Itu?

Pertama-tama, kita harus tahu apa sih yang dimaksud dengan Private Label itu? Private Label adalah produk-produk tertentu yang merek dagangnya adalah bernama sama dengan toko penjualnya. Sebut saja tisu pembersih, handuk, makanan ringan, sampai peralatan elektronik. Jika teliti, ada banyak produk dijual dengan merek toko penjualnya. DI beberapa negara kadang juga disebut Private Brand, tetapi intinya sama saja kok.

private label Indomaret

Kita bisa ambil contoh misalnya masuk ke sebuah toko Alfamart. Kita bisa dengan gampang menemui makanan ringan tradisional yang dijual dengan merek “Pasti”. Ada juga produk gula pasir yang bermerek sama dengan toko penjualnya, yaitu “Indomaret”. Nama merek produk itu menggunakan nama mereka sendiri. Di dalam toko, umumnya merek ini terlihat cukup menonjol lantaran lumayan sering dipromosikan.

Barang ini dijual sejajar dengan makanan merek industri, atau merek yang melekat hanya pada satu produk. Seperti halnya kalau makanan ringan ada merek Taro, atau pun untuk biskuit bermerek Roma keluaran PT Mayora Indah.

Demikian pula di Carrefour, produk-produk private label dengan gampang dijumpai dengan merek Carrefour, Paling Murah, Bluesky, dan Harmonie.

Apa Sih Beda Private Label dengan Produk Merek Lain?

Perbedaan yang signifikan dengan produk merek lain adalah private label hanya dipasarkan di dalam toko saja. Hampir tidak ada aktivitas iklan di luar toko, misalnya iklan di televisi, majalah, media cetak harian (koran), atau kegiatan promosi lainnya. Kecual toko penjual tersebut menayangkan iklan produk private label tersebut di monitor yang ada di dalam toko tersebut. Hal tersebut membuat produk private label hanya diketahui di kalangan terbatas. Hanya merekalah yang belanja di swalayan atau supermarket tersebut yang pernah (paling tidak) pernah melihat, dan kemudian membeli, produk private label tersebut. Bagi sebagian masyarakat, produk private label tersebut memang terjangkau dari sisi harga.

Menurut pakar pemasaran, iklan yang minimal justru menguntungkan. Kok bisa begitu? Seperti yang kita tahu, kegiatan promosi dan pemasaran di media apa pun (cetak, televisi, radio, dan media jenis lainnya) merupakan pos pengeluaran paling besar dalam komponen biaya produk barang konsumsi (consumer goods). Dengan beriklan yang sangat terbatas, bahkan tidak beriklan sama sekali, produk private label bisa menekan biaya tersebut, yang ujungnya bisa menjual dengan harga lebih murah.

Jika Anda jalan sejenak ke toko swalayan yang paling dekat dari rumah, dan persis di pintu masuk toko tersebut dipasang papan iklan bahwa produk semacam tisu toilet dengan huruf A warna merah di bungkusnya, itu tanda Anda waktunya beli produk private label tersebut.

Tidak Percaya bahwa Itu Murah?

Oke. Sekarang Anda sudah tahu kan perbedaan produk private label dengan produk bermerek lainnya? Nah, sekarang kita coba bikin survei kecil-kecilan atas beberapa bahan pokok yang paling sering dibeli saat belanja bulanan di supermarket.

private label Alfamart

Berdasarkan tabel di atas, kita bisa lihat bahwa harga private label memang lumayan murah untuk dibeli. Bahkan untuk kategori yang sama pun, harga private label memang terjangkau. Perlu diingat bahwa meskipun perbedaan harganya tampak tipis, kategori di atas adalah barang-barang yang sering kita beli dan cukup rutin. Perbedaan harga yang cukup tipis ini membawa perbedaan besar dengan frekuensi pembelian yang rutin dan sering.

Satu hal yang paling dikhawatirkan oleh konsumen perihal private label adalah kualitas. Asumsi orang banyak, harga murah, maka kualitas pasti jelek. Ditambah lagi produk private label jarang diiklankan di media massa. Di benak utama kita sebagai konsumen pasti sudah tertancap kuat terhadap sebagian besar merek-merek yang sudah dikenal selama ini. Ada beberapa konsumen pasti bertanya, jika produk semacam itu berkualitas bagus, kenapa tidak diiklankan? Atau mungkin karena kualitas produknya yang tidak bagus makanya tidak diiklankan. Betul tidak?

Apa Betul Merek Private Label Berkualitas Buruk?

Memang betul bahwa di benak konsumen ada pepatah “Ada produk, ada barang. Harga yang tinggi memang sebanding dengan kualitas yang ditunjukkan.” Tapi sebenarnya, pepatah itu tidak berlaku untuk produk apa pun. Produk yang satu tidak bisa disamakan dengan produk lainnya. Bahkan, memang ada produk yang harganya cukup murah namun dengan kualitas yang sama bagusnya dengan produk mahal. 

Cara paling efektif untuk mengetahui bahwa produk private label berkualitas bagus adalah, beli dan pakai. Nanti akan tahu bagaimana antara harga dan kualitas. Sejauh ini, sepengalaman saya membeli produk private label, harga dan kualitas berjalan seiring pada produk tersebut. Kualitasnya akan tidak jauh berbeda dengan produk bermerek. Walau demikian, kembali ke penilaian Anda masing-masing yang menjalani kehidupan rumah tangga, apakah produk private label memang sebanding dengan kualitas yang Anda butuhkan untuk sehari-hari (bahkan untuk sabun pencuci piring sekalipun), atau memang Anda lebih pilih produk dengan merek terkenal yang bahkan tidak ‘sebanding’ dengan harganya.

Saya sendiri pernah mencobanya. Itu dilakukan untuk menghemat pengeluaran bulanan saya. Apakah Anda sudah mencoba?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama