Yuk, Belajar Keuangan dari Football Manager

Demam Piala Dunia sedang melanda, semua ramai memperbincangkan siapa yang akan menjadi pemenangnya. Tapi tahukah Anda kalau dari olahraga sepakbola tersebut Anda bisa belajar tentang keuangan? Simak artikel berikut ini!

Piala Dunia

Belakangan ini masyarakat sedang dilanda demam Piala Dunia 2014. Ya, gelaran akbar sepakbola 4 tahunan itu digelar di Negara Brasil pada Juni-Juli 2014. Turnamen ini sendiri di ikuti oleh 32 Negara yang sebelumnya telah lolos babak kualifikasi antar zona. Negeri Samba sendiri lolos secara otomatis karena bertindak sebagai Tuan Rumah. Sudah 3 minggu gelaran itu berlangsung, dan yang paling menyita perhatian publik dunia adalah taktala juara dunia bertahan, Spanyol sama sekali tidak lolos babak penyisihan Grup B.

Sepakbola sebagai tontonan menghibur

penonton sepakbola

Tak berhenti disitu, ditengah euforia perhelatan bola kaki paling bergengsi itu, malah sebagian warga Brasil melakukan demonstrasi untuk memprotes sikap pemerintahnya yang telah mengeluarkan dana begitu besar untuk acara tersebut, padahal Negera tersebut masih dilanda masalah kemiskinan. Dari data yang didapatkan dana yang dikucurkan pemerintah untuk menyelanggarakan pesta sepakbola tersebut adalah $ 11 Milyar atau jika diubah ke dalam rupiah maka jumlah tersebut mencapai Rp. 130 triliun lebih! 

Angka ini tentunya bukan jumlah yang sedikit, bahkan nominal sebesar ini hampir 4x lipat dari penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Memang sih agak berlebihan, tapi mau tidak mau kita harus mengakui bahwa sepakbola adalah tontonan yang paling menghibur, karena tak lain World Cup ini adalah sebuah pagelaran pesta untuk rakyat.

Piala Dunia Brasil menghamburkan dana?

Piala Dunia Brasil

Pemerintah Brasil bersikeras bahwa mereka akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar daripada pengeluaran anggarannya. Seharusnya, mereka dapat belajar dari Piala Dunia empat tahun sebelumnya, Afsel telah mengeluarkan dana $ 3 Milyar, sementara profit yang dihasilkan hanyalah sebesar $ 400 juta. Padahal di Brasil tingkat kemiskinannya mencapai 15,9%, angka ini menunjukkan lebih besar tiga persen dari Indonesia yang memiliki persentase 12%.

Dikutip dari Goal, pemerintah Afrika Selatan menghabiskan biaya besar, namun setelahnya dampak besar sangat dirasakan rakyat dari turnamen itu. Data dari salah satu akuntan publik dunia KPMG menyebutkan selama turnamen Piala Dunia berlangsung mampu memberikan kontribusi sekitar 0,5% Produk Domestik Bruto (PDB) Afrika Selatan.

Piala Dunia juga mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi sekitar 4-6% dalam ajang bergengsi olahraga sepak bola itu. Selain itu tingkat pariwisata juga mengalami kenaikan sebesar 20% lebih tinggi daripada hari biasanya pada tahun itu, Peningkatan juga terjadi di sektor industri makanan dan minuman yang naik 10,4% dibandingkan tahun 2009.

Football Manager Sebagai bagian dari Piala Dunia

Football manager 2014

Ah, mari lupakan sejenak persoalan tersebut. Mari kita bahas sesuatu yang lebih mengasyikan dari sepakbola, yaitu Football Manager. Mungkin sebagian Anda pernah memainkan permainan ini di PC. Ini adalah game simulasi manajer sepakbola, Anda dapat memilih tim favorit untuk di latih, dan menargetkan kemenangan yang berujung pada piala-piala bergengsi. Disini terdapat berbagai macam pilihan Liga, mulai dari Eropa, Asia, hingga Amerika. 

Belajar keuangan dari Football Manager

Saya sendiri adalah penggemar fanatik game ini semenjak tahun 2002. Di saat anak-anak seusia saya memainkan permainan anak-anak remaja pada umumnya, seperti CTR, WWF Smack Down, atau Tekken, tapi saya malah memilih Football Manager (dulu namanya masih Championship Manager). 

Yang saya sadari sekarang bahwa ini dapat memberikan pelajaran berharga tidak hanya mengenai permainan sepakbola, mengatur sebuah industri yang bernama sepakbola. tapi juga tentang jalannya negosiasi antara sponsor dengan tim, pemain dengan klub, dan tak luput ilmu mengenai keuangan. Tidak lain Anda sebagai manajer dari sebuah klub, maka cashflow pun akan menjadi tanggung jawab Anda. Direksi akan senang ketika Anda dapat mengontrol kondisi finansial klub Anda, namun apabila sebaliknya, maka siap-siap Anda akan dipecat.

Ketika memilih new game, Anda akan diberi pilihan untuk memilih tim yang akan Anda latih. Sebut saja Anda Arsenal untuk di tangani. Saat pertama kali datang, Anda akan ditawari uang untuk transfer pemain, dan gaji besar untuk pemain, yang bersamaan dengan ekspektasi atau peluang untuk memenangi Liga Inggris, jika Anda yakin bisa juara, maka uang tersebut akan semakin besar. Sebut saja Anda mendapatkan suntikan dana sekitar 42 juta Poundsterling (Rp. 685 milyar) dengan jumlah gaji 1,5 juta Poundsterling (Rp. 25 milyar) dalam satu musim.

Jika Anda mengiyakan, otomatis tanggung jawab pun akan semakin berat, namun uang yang diberikan bisa Anda gunakan untuk membeli pemain yang membantu Anda untuk menjuarai Barclay’s Premier League. Eh, tapi Football Manager tak hanya menyediakan kurs uang dalam Poundsterling kok, Anda bisa mengubahnya menjadi USD atau bahkan Rupiah. Namun, jangan bingung jika Anda ubah ke Rupiah, justru Anda akan semakin bingung dengan jumlah nol-nya yang banyak.

Mengatur keuangan jadi lebih mudah

Ada beberapa yang menjadi inti dari permainan manajer simulasi ini, yaitu, membuat kita juga mengatur keuangan, bisa langsung menjual atau membeli pemain dengan mudah. Meski, seharusnya sistemnya adalah manajer mengajukan permintaan ke Chairman atau pemilik klub ataupun ke manajemen klub, lalu jika permintaan transfer seorang pemain diterima, maka akan ada pihak di klub yang mengurus hal ini dengan catatan manajer juga terlibat. Masalahnya, jika hal ini diterapkan kepada game, maka akan jadi semakin rumit.

Akan saya beri satu contoh. Misalkan kita ingin membeli Lionel Messi dari Barcelona ke Arsenal. Kita ingin mengajukan penawaran sebesar 55 juta poundsterling, maka kita sebagai manajer mengajukan penawaran ini terlebih dahulu ke pihak klub, lalu setelah diterima, maka kita menunggu jawaban dari pihak Barcelona. 

Kalau misalkan ditolak dan kita ingin mengajukan penawaran lagi sebesar 75 juta pound, maka kita mengajukan lagi ke pihak klub. Dan seandainya penawaran kedua ditolak, maka kita tidak bisa lagi mengajukan penawaran. Kita bisa mencari alternatif lain atau menghentikan proses transfer. Nah, kebayangkan ribetnya negosiasi cuma buat 1 pemain saja.

Tenang, meski uang Anda tidak terlalu besar, Anda masih bisa membeli pemain baru dengan cara mencicil. Sebut saja Arsenal ingin membeli Luis Suarez dari Liverpool. Ia dipatok dengan harga 30 juta Poundsterling. Anda bisa membelinya dengan uang muka 1 juta poundsterling dan 29 juta poundsterling cicilan dengan masa maksimal adalah 48 bulan angsuran. Sama kaya nyicil motor, yah? Hehe. Tapi, jangan sampai Anda kalap, karena bisa-bisa Anda terlilit hutang, sebagai akibat membeli banyak pemain dalam 1 musim.

Selanjutnya, mangenai staff. Dibagian ini terdapat berbagai jenis posisi pegawai yang berada di bawah manajer, yaitu, asisten, pelatih, tim medis, dan pencari bakat. Ada beberapa atribut yang mutlak dimiliki, yang bergantung terhadap posisi yang dijalani. Misalkan untuk pencari bakat, diharuskan mempunyai nilai bagus ketika bekerjasama dengan pemain muda. Sehingga, memudahkannya untuk bernegosiasi dengan wonderkids (sebutan pemain bibit unggul). Jadi, semakin tinggi gaji seorang staff scout, maka semakin banyak pula ia akan menemukan para pemain unggulan dibawah 17 tahun.

Itu dia sedikit penjelasan mengapa Football Manager dapat memberikan Anda pelajaran tentang keuangan. Mungkin sih game ini lebih banyak digandrungi oleh kaum Adam, tapi apa salahnya pria mengatur tentang finansial. Tidak ada salahnya Anda memulainya dari aliran kas Anda dalam setiap hari, setelah itu Anda bisa mencoba hal lain yang lebih rumit. Selamat mencoba!


0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • Ryan Tank

    Topik yg jarang dibahas.... bhkn mgkin utk segi tulisan, tdk pernah ada yg mengangkatnya..... terus menulis kawan. Kl bisa lbh dalam, akan lbhbmnyenangkan bagi pembaca ;)

    Reply