Waspada Masalah Keuangan yang Tidak Disadari

Tagihan tiap bulan seakan tak ada habisnya. Kesulitan menabung dan selalu butuh untuk meminjam uang? Hati-hati, bisa jadi Anda sedang terjebak dalam masalah finansial!

Banyak orang yang terkejut ketika melihat jumlah tagihan yang datang setiap bulan. Setelah melakukan perhitungan, ternyata nilainya cenderung lebih besar dari jumlah pendapatan. Apakah Anda termasuk salah satu yang akrab dengan situasi ini?

Masalah keuangan bisa terjadi pada siapa saja, tanpa pandang gender, status, dan usia. Parahnya, beberapa individu tidak menyadari jika dirinya sedang terjebak di dalamnya.

Saat membayar utang, menekan anggaran bulanan, atau mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar, bukanlah tanda-tanda Anda sedang dalam menghadapi persoalan keuangan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang mungkin, sudah terasa akrab dengan keseharian Anda.

Tanda-tanda Anda Mengalami Problem Finansial

1. Tidak Siap Tabungan Cadangan

Baru dua minggu terima gaji, bahkan bulan belum berganti, tetapi saldo di rekening sudah hampir habis. Godaan belanja, nongkrong di kafe baru dengan teman, atau ada kejadian yang tiba-tiba muncul di luar dugaan, yang mengakibatkan pengeluaran membengkak di awal bulan.

Cara Mengatasinya: Situasi di atas kerap bertambah berat jika Anda tidak memiliki tabungan cadangan.

Setiap orang yang telah memasuki usia produktif idealnya memang memiliki tabungan untuk menyimpan dana darurat. Fungsi tabungan ini adalah sebagai persiapan keuangan saat terjadi hal yang tidak diharapkan.

Mulai evaluasi pemasukan dan biasakan diri disiplin mengatur pengeluaran Anda. Alihkan dana pengeluaran yang tidak terlalu penting sebagai dana cadangan dan tabungkan setiap bulan. Beberapa ahli finansial menyarankan kisaran dana darurat yang perlu disisihkan, setidaknya, tiga bulan gaji yang Anda terima setiap bulan.

2. Ketagihan Sistem Bayar Debit

Using Credit Cards

Tidak dipungkiri, kartu debit sangat bermanfaat ketika sedang tidak membawa uang tunai dalam dompet.

Begitu juga dengan kartu kredit, penyelamat saat ingin membeli sesuatu yang nilainya di luar budget. Apalagi, ada fasilitas cicilan yang bikin kantong makin ringan saat pembayaran.

Belanja keperluan sehari-hari pun lebih gampang dengan sistem tinggal gesek. Namun, hati-hati, terlalu sering menggunakan kartu debit atau kartu kredit membuat Anda tidak menghitung akan jumlah uang yang telah dikeluarkan.

Saat sadar, jumlah saldo dalam rekening sudah berkurang habis atau angka tagihan membengkak.

Cara mengatasinya: Anda sebaiknya mulai waspada jika sudah mulai ketergantungan pada penggunaan kartu kredit maupun debit. Segera atur strategi mengevaluasi pengeluaran Anda.

Setelah memisahkan dana pendapatan untuk tabungan dalam poin pertama, alokasikan dananya ke dalam beberapa pos pengeluaran dan tagihan kartu kredit. Mulai biasakan membawa uang tunai untuk bertransaksi sehari-hari.

Baca juga: Kartu Kredit Bukopin Limit 2 Miliar

Apabila Anda terpaksa menggunakan kartu kredit, manfaatkan program promo dari kartu kredit yang Anda miliki. Pastikan Anda hanya memakai kartu kredit untuk pembelanjaan yang penting saja.

3. Kesulitan membayar utang

Sering bayar tagihan kartu kredit hanya sebatas jumlah minimum. Lalu, menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan kartu lainnya.

Akhirnya sampai pada jalan terakhir, berpikir mengajukan pinjaman ke bank untuk melunasi tunggakan utang yang terlanjur membengkak. Atau, untuk biaya lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.

Cara tersebut tidak menunjukkan Anda cerdik, malah menegaskan Anda sedang terjebak masalah keuangan!

Cara mengatasinya: Masukkan pembayaran hutang pada sistem autopay atau autodebet. Cara ini memang sedikit keras, karena uang Anda akan langsung berkurang. Tetapi, dengan begitu mampu menghindari Anda dari utang yang lebih banyak.

Selain sistem tarik langsung, Anda juga perlu menyiapkan asuransi sebagai perlindungan diri. Contohnya, asuransi kesehatan dengan 1.000 lokasi rekanan rumah sakit dan memberikan biaya perawatan sehari sampai Rp500 ribu.

Pastikan Anda memilih asuransi kesehatan yang tepat agar meringankan biaya jika tiba-tiba terkena musibah. Salah satu yang bisa jadi pertimbangan, AXA Mandiri Hospitalife yang bisa memberikan pertanggungan hingga 12 tahun, hanya melalui pembayaran premi selama 4 tahun.

4. Berbohong megenai pengeluaran

Pernahkah Anda membeli barang dan saat ditanya soal harga, Anda menjawabnya dengan harga lebih murah?

Ini bisa menjadi awal dari masalah keuangan, terutama bagi Anda yang sudah berpasangan. Sebab, kebiasaan Anda dapat memengaruhi perhitungan finansial keluarga. Jika kebiasaan Anda diteruskan, bukan tidak mungkin menjadi awal mula dari keretakan hubungan, atau rumah tangga.

Cara mengatasinya: Diskusikan dengan pasangan atau keluarga mengenai pengeluaran Anda. Bukan tidak mungkin pembelanjaan yang akan Anda lakukan akan didukung oleh keluarga atau pasangan.

Selain itu, mereka bisa memberikan jalan keluar jika tiba-tiba terjadi masalah.

5. Sering meminjam pada keluarga, pasangan, atau teman

Pinjam uang antar anggota keluarga dan sahabat sudah jadi hal yang lumrah.

Yang tidak biasa adalah ketika peminjaman terlalu sering dilakukan dan mencapai nilai yang fantastis.

Anda perlu waspada, baik sebagai pihak yang meminjam maupun yang dipinjam. Sebagai pihak yang meminjam, ini adalah saatnya Anda mengevaluasi kembali kondisi keuangan. Kenapa Anda sampai membutuhkan pinjaman rutin pada jumlah besar?

Sebagai pihak yang dipinjam uangnya, mungkin Anda perlu mengingatkan orang yang meminjam untuk memeriksa situasi keuangannya. Sebab, ini akan berpengaruh pada pengaturan finansial Anda nantinya.

Cara mengatasinya: Sama seperti poin nomor 4, orang-orang yang benar-benar mengerti Anda akan membantu Anda, apapun situasinya. Atau mencegah Anda membuat keputusan yang salah.

Baca juga: Tabungan Bersama Pasutri, Pentingkah?
6. Mengabaikan tanda-tanda yang ada

Merasa akrab dengan tanda-tanda di atas? Tapi, berusaha untuk mengabaikannya. Ini hal yang paling harus Anda waspadai.

Tidak ada salahnya untuk mengetahui kalau Anda dalam masalah keuangan dan mengambil tindakan untuk menghentikannya. Tidak harus langsung yang ekstrem, bisa dengan cara-cara kecil terlebih dahulu.

Cara mengatasinya: Jika tidak bisa mengevaluasi diri sendiri, tak ada salahnya berkonsultasi pada jasa penasihat keuangan untuk membantu Anda. Memang membutuhkan biaya, tetapi keuangan Anda akan terselamatkan. Lebih baik lagi, Anda bisa merencanakan dana simpanan atau investasi untuk masa depan.

Apakah Anda mengenali tanda-tanda masalah keuangan di atas? Atau Anda pernah mengalaminya? Yuk, berbagi tips cara mengatasinya di kolom Komentar di bawah ini!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • ayub

    Saya punya usaha kecil kecilan tapi semakin lama kok semakin banyak hutang ku ya...mohon pendapat nya trims

    Reply
    • Sofyan hadi

      Mohon penjelasannya. Saya mempunyai pengeluaran setiap bulan kartu kredit dan cicilan 1 mobil dan 1 rumah , jumlahnya tidak terlalu besar. Gimana cara cepat melunasi utang saya di bank?
      Terima kasih.

      Reply