Waspada Bahaya “Kantong Jebol” Bagi Para Pehobi

Mengatur pengeluaran untuk hobi Anda amat diperlukan agar Anda tidak terjebak dalam besarnya pengeluaran sehingga membebani keuangan Anda.

Bagi beberapa orang, hobi merupakan sebuah hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan. Bermacam-macam hobi dapat kita temukan yang digeluti orang-orang disekeliling kita. Saking bermacam-macamnya, bahkan kita menemukan beberapa hobi yang aneh ataupun memiliki harga dan biaya yang mahal. Kadang kita melihat hal tersebut tidak rasional, bahkan bagi orang yang tidak mengerti biasanya justru memberikan pertanyaan seperti ini : “Ngapain sih ngeluarin banyak uang cuma buat beli barang kayak gitu?”, atau pertanyaan lain “Udah gila ya beli barang yang sudah dicari kayak gitu?”.

Bagi orang yang tidak mengerti, pertanyaan tersebut cukup wajar untuk diutarakan. Namun lain halnya dengan para pehobi yang justru kadang tidak memikirkan harga barang yang akan dibeli. Bahkan bagi para kolektor beberapa barang ada slogan : “Lebih baik membeli sekarang, daripada menyesal kemudian.”. Ada benarnya memang, apalagi untuk kolektor barang antik yang suatu saat nanti bisa saja Anda tidak menemukan barang yang Anda inginkan.

Sekarang bagaimana menyikapi hobi Anda mengingat apa yang dilakukan tersebut justru mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Jangan sampai hobi yang Anda miliki justru merupakan bentuk pengeluaran yang besar dan mendominasi pengeluaran yang Anda alami. Atau justru saking tergila-gilanya, kebutuhan primer Anda tidak dapat terpenuhi akibat proporsi pengeluaran dihabiskan untuk membeli barang-barang koleksi. Jangan sampai, ya..

Berikut ini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa jadi bermanfaat bagi Anda kolektor atau pemilik hobi terhadap suatu barang.

Atur Pengeluaran untuk Hobi Anda

Komitmen keras terhadap pengeluaran dalam suatu hobi sangatlah diperlukan. Seperti tadi saya utarakan diatas, usahakan hobi yang Anda geluti jangan sampai membebani cashflow keuangan Anda. Pengalaman saya yang juga merupakan kolektor suatu jenis mainan, biasanya saya langsung memilah sebagian uang yang saya terima disaat menerima gaji diakhir bulan. Angka 5% dari total gaji yang saya dapat, saya peruntukan untuk dana membeli mainan yang saya inginkan. Saya menganggap bahwa dana tersebut merupakan dana darurat yang bisa saya pakai jika saya menemukan mainan yang saya inginkan suatu saat nanti. Sehingga saya tidak perlu lagi mengganggu gugat pos-pos pengeluaran lainnya.

Maksimalkan Momentum Saat Ada Bazaar

Dalam beberapa tahun terakhir di kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta secara rutin diadakan bazaar atau expo besar-besar bagi berbagai jenis hobi. Bukan cuma mengenai produk mainan, tapi juga berbagai hobi lainnya seperti airsoft gun, otomotif, CD/kaset lama, dan lain sebagainya. Nah, sebagai kolektor, momentum tersebut jangan sampai Anda lewatkan. Biasanya disaat expo dan bazaar tersebut, tersedia stand atau booth yang menjual barang-barang koleksi dengan harga yang “miring”. Dengan kondisi tersebut, sudah barang tentu akan memberikan keuntungan bagi Anda karena akan jauh lebih hemat dan irit dari segi pengeluaran.

Barter atau Jual Koleksi Usang Anda

Bagi para kolektor, barter atau saling menjual barang-barang koleksi merupakan hal yang wajar. Dan biasanya para kolektor lebih memilih barang koleksi yang sebelumnya juga dimiliki oleh para kolektor. Alasannya ialah, barang koleksi yang ditawarkan lebih terawat dan terjamian keasliannya. Keuntungan lainnya yang juga penting ialah, Anda dapat memperoleh keuntungan karena dapat lebih hemat dari sisi pengeluaran.

Mudah-mudahan tips diatas dapat berguna bagi Anda para kolektor. Berhati-hatilah bagi Anda, koleksi yang Anda miliki bisa saja menjadi “candu” jika Anda sendiri tidak dapat mengontrol keinginan Anda. Dengan menjaga bujet pembelian barang koleksi, pastinya Anda akan terhindar dari “kantong jebol”.

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama