Tips Keuangan “Sehat” Ala Freelancer

Bagi sebagian freelancer, mengatur keuangan pribadi cukup sulit. Tidak rutinnya pendapatan yang diterima dan disaat yang sama pengeluaran rutin terus berjalan menjadi kendala utama.

  1. persiapkan dana darurat
  2. sisihkan uang kebutuhan utama di awal
  3. hindari gaya hidup boros

vector freelancer plans financial

Tidak semua diantara kita merupakan para pekerja tetap yang memilliki jam kerja yang fix yang berkerja secara rutin dan normal sepanjang weekdays, namun terdapat juga diantara kita yang berkerja sebagai freelancer. Mulai cara bekerja, jam kerja sampai dengan pendapatan pun bagi seorang freelancer berbeda dengan karyawan tetap pada sebuah perusahaan. Jika seorang karyawan perusahaan secara rutin memperoleh gaji tiap bulannya, hal tersebut tentu tidak terjadi pada seorang freelancer. Dengan tidak rutinnya memperoleh gaji atau pendapatan, seorang freelancer harus dituntut untuk lebih ketat dalam mengatur keuangan pribadi.

Ketidakrutinan memperoleh gaji dan disaat yang bersamaan beberapa pengeluaran rutin menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para freelancer. Hal tersebut harus disiasati dengan baik agar tidak terjadi sebuah kesalahan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan sebagai freelancer guna memperoleh sebuah cashflow yang “sehat”.

freelancer work from home

Persiapkan Dana Darurat

Berbeda dengan karyawan perusahaan, seorang freelancer diharapkan memiliki dana darurat yang cukup untuk berjaga-jaga dari adanya sebuah pengeluaran dadakan seperti kendaraan bermotor yang rusak, kesehatan pribadi, dan biaya tak terduga lainnya. Selain itu, dana darurat juga dapat digunakan dana pertanggungan jika Anda suatu saat tidak memperoleh proyek beberapa hari atau beberapa bulan lamanya. Sehingga Anda tidak perlu khawatir tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan dasar Anda. Untuk pengumpulan dana darurat sebaiknya dilakukan secara berkala dengan cara menyisihkan sebagian dari pendapatan yang Anda terima, misal 20% atau 30%. Ingat, dana darurat ini sangat penting. Jadi diharapkan sebuah komitmen yang gigih dari Anda.

Sisihkan Uang Kebutuhan Utama di Awal

Hal lain yang juga penting ialah mengenai cara Anda menyisihkan uang hasil pendapatan Anda untuk memenuhi kebutuhan dasar Anda. Banyak freelancer justru ceroboh dalam melakukan hal tersebut. Misalnya menggunakan uang dari hasil pendapatan sebagai pelunasan cicilan hutang yang menumpuk dan berbelanja barang-barang yang tidak diperlukan. Padahal disaat yang bersamaan, Anda harus menyiapkan dana untuk memenuhi kebutuhan utama seperti akomodasi sehari-hari, transportasi, pembayaran rekening listrik, telpon dan lain sebagainya. Trik agar supaya tidak terjadi kesalahan pada hal tersebut, Anda bisa menyisihkan langsung dana tersebut pertama kali saat menerima penghasilan. Anda cukup menyediakan amplop dan masukan uang Anda berdasarkan bujet-bujet per rencana pengeluaran.

Hindari Gaya Hidup Boros

Satu lagi yang diwaspadai, karena tidak bisa mengatur keuangan, para freelancer biasanya memiliki hidup boros setelah memperoleh penghasilan. Dibandingkan dengan para karyawan perusahaan, nominal penghasilan freelancer biasanya dibayarkan per proyek sehingga dari segi nominal penghasil akan cukup besar. Nah sekarang bagaimana menyikapinya? Simple. Gunakanlah uang Anda dengan efektif dan efisien. Hindari sikap hidup boros dengan membeli barang-barang yang tidak perlu dan jaga baik-baik gaya hidup Anda. Ingat status Anda sebagai freelancer, bisa jadi bulan depan atau dua bulan depan Anda tidak lagi memperoleh proyek atau jobless.

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama