Tanda-tanda Keuangan Anda Tidak Diatur dengan Baik

Banyak orang bilang, gaji besar pasti keuangannya membaik. Gaji kecil pasti kurang untuk kebutuhan apa pun. Tapi banyak orang yang kurang sadar, kuncinya adalah pada pengaturan keuangan yang baik, seberapa pun pendapatan Anda.

  • hanya menunggu hari gajian
  • buatlah dana cadangan
  • tidak mampu membayar tagihan
  • bergantung kepada orang tua
  • tidak pernah memikirkan pensiun

mengatur keuangan

Sebagian perencana keuangan pasti memberi saran dan/atau nasihat untuk mengelola keuangan dengan baik dan disiplin. Sekarang saya tanya Anda, yakinkah Anda sudah mengatur keuangan keuangan secara baik? Apakah Anda mampu membayar pengeluaran sehari-hari sekaligus hal-hal darurat? Juga sekaligus masih dapat menabung dari sebagian penghasilan Anda untuk investasi dan masa pensiun? Lalu, masih dari penghasilan, sudahkah Anda menyiapkan dana darurat jika terjadi sesuatu hal?

Kesalahan pengaturan keuangan akan menjadi sangat kritis jika terjadi sesuatu hal pada kita, atau keluarga kita. Misalnya pengaturan keuangan untuk dana darurat diambil dari dana pensiun. Itu bisa saja membuat masa pensiun (masa tua) Anda menjadi cukup ‘darurat’, jika tidak ada pengaturan keuangan yang baik. Atau paling tidak Anda sudah mempersiapkan dana pensiun jauh-jauh hari, di luar pos dana darurat. Tidak sedikit orang muda, atau bahkan eksekutif muda, membahayakan dana pensiun mereka untuk kegunaan lain, misalnya mencicil kredit pemilikan rumah. Tanda-tanda di bawah ini merupakan ciri Anda harus berpikir dua kali perihal pengaturan keuangan.

1. Hanya Menunggu Hari Gajian

tips berhemat

Langkah yang tidak bijak jika Anda cuma menunggu hari gajian datang. Ketika hari Anda menerima gaji, gaya hidup Anda malah mendukung untuk hal-hal yang bersifat konsumtif, misalnya membeli kopi dengan merek yang cukup mahal. Praktisnya, jangan mengandalkan gaji bulanan Anda untuk hal yang bersifat konsumtif. Hiduplah berhemat, agar sisa gaji Anda bisa digunakan di akhir bulan berikutnya.

2. Buatlah dana cadangan yang bersifat tabungan

tips mengatur keuangan

Ini adalah salah satu faktor cukup penting untuk Anda yang masih memiliki pendapatan rutin. Dana darurat yang bersifat tabungan minimal 3-6 kali gaji Anda. Sistem dana darurat ini adalah uang tunai yang bisa mengatasi situasi darurat atau perubahan keuangan yang terjadi secara tak terduga, misalnya mobil Anda tiba-tiba mogok entah kenapa. Atau Anda harus membayar biaya rumah sakit karena suatu penyakit. Bahkan bisa lebih buruk lagi, Anda berhenti bekerja atau kehilangan pekerjaan. Nah, uang tersebut bisa digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang disebutkan tadi. Anda tidak disarankan menyimpan dana cadangan ini di rekening perbankan, tapi Anda bisa menyimpannya secara tunai.

3. Tidak Mampu Membayar Tagihan Kartu Kredit + Menunda-nunda

tips kartu kredit

Salah satu faktor mengapa pengaturan keuangan seseorang bisa terjun bebas ke dalam krisis pendapatan adalah tidak mampu membayar tagihan kartu kredit. Anggaplah Anda memiliki pendapatan yang lumayan tinggi, semisal 6.500.000 per bulan. Namun, Anda punya kebiasaan menunda-nunda membayar tagihan kartu kredit. Anda berpikir tagihan tersebut masih mampu dibayar. Toh, gaji masih besar. Anda salah! Menunda-nunda pembayaran tagihan kartu kredit akan membuat Anda terikat bunga yang lebih tinggi lagi. Jika pada ujungnya Anda sudah tidak mampu lagi membayar tagihan kartu kredit, bukan tidak mungkin Anda sedang menuju krisis keuangan.

4. Bergantung pada Orang Tua

Salah satu hal yang biasa dilakukan oleh para karyawan adalah meminjam uang ke orang tua mereka. Memang, jika situasi sudah sangat terpaksa, meminjam ke orang tua sah-sah saja dilakukan. Apalagi kalau memang kondisi keuangan kita sudah sangat darurat. Tetapi, pikirkan juga bagaimana Anda membayar kembali uang yang Anda pinjam tersebut? Toh, orang tua masih tetap membutuhkan dana untuk kebutuhan sehari-hari mereka, bukan?

5. Tidak Pernah Memikirkan Pensiun

dana pensiun

Ada banyak orang yang tidak pernah memikirkan masa pensiun. Ini sebenarnya pola pikir lama. Sebagian besar orang pasti mengatakan, “Ah, buat apa mikirin pensiun. Toh, besok akan mati juga. Nikmati hidup ajalah. Hidup cuma sekali ini kan.”

Jika Anda seorang yang lajang, tentu sah-sah saja punya prinsip hidup seperti ini. Tapi kalau Anda sudah memiliki anak, bahkan iri ingin seperti orang tua lain yang masa tuanya bisa hidup dengan tenang dengan beberapa kekayaan, apa tidak ada dalam benak Anda ingin seperti itu? Kesalahan terbesar sebagian orang adalah memiliki prinsip hidup kuno, sementara kita diberkahi otak yang luar biasa untuk merencanakan masa pensiun. Bukankah hal yang indah jika Anda bisa merancang masa pensiun sedari dini?

Hal Praktis

Jika Anda pernah mengalami salah satu situasi dari yang disebutkan di atas, coba pikir kembali, apakah gaji Anda yang tidak pernah cukup? Atau manajemen keuangan Anda yang tidak beres? Jika Anda ingin membeli suatu barang elektronik, katakanlah laptop Apple Macintosh terbaru, coba pikirkan kembali untuk kegunaan apa Anda membeli barang tersebut? Sabar saja dulu. Tahan keinginan Anda sampai suatu saat keuangan Anda kembali ‘normal’. Evaluasi segala utang Anda. Kurangi utang yang sudah tidak produktif.

Jika Anda seorang eksekutif muda dengan penghasilan cukup tinggi, bahkan masih lajang, masa sih tidak bisa menyisihkan sekitar 1 juta rupiah setiap bulan untuk proteksi jiwa (asuransi)? Atau, masa sih tidak bisa Anda sisihkan untuk mulai merancang alokasi dana pensiun? Bukan tidak boleh untuk berkaraoke bersama kawan, tapi coba cermati kembali, ke mana saja uang yang Anda belanjakan tersebut?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama