Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York?

Sebagai orang Jakarta, tentu kita pasti berpikir standar hidup di kota besar ini benar-benar mencekik dompet. Tapi, apa sih bukti bahwa standar hidup di Jakarta benar-benar mahal?

  • mahalnya ngopi di jakarta
  • tiket bioskop juga mahal
  • mahalnya internetan di jakarta

Gedung pencakar langit. Menjulang tinggi. Apartemen-apartemen yang super megah. Jalanan yang sangat sibuk. Macet hampir terjadi tiap jam. Bus-bus umum yang selalu penuh. Sesak dengan penumpang. Beberapa rumah yang tampak megah. Perkantoran dengan aula yang super luas. Itulah Jakarta. Pemuda dari daerah mana pun, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta pasti akan terkagum-kagum melihat Jakarta. Gedung pencakar langit yang berdiri megah di antara permukiman kumuh pasti akan membuat setiap mata yang melihat menjadi terbelalak. Kompleks perumahan super elite pun berdampingan dengan kampung-kampung padat penduduk. Di saat yang sama itulah, hati kecil kita merenung, “Berapa biaya hidup di Jakarta ini ya!”

Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta memiliki dua julukan; pusat pemerintahan, sekaligus juga pusat perekonomian. Untuk kamu ketahui, di Jakarta saja sudah banyak populasi dengan angka lebih dari 10 juta jiwa. Maka jangan kaget kalau di Jakarta ini ada begitu banyak lapisan golongan masyarakat. Mulai dari tukang ojek, kernet bus, reporter media, pembawa acara berita, supervisor, manajer, hingga komisaris. Bahkan profesi yang belum sempat Anda bayangkan pun ada di Jakarta ini.

Dengan kota Jakarta yang pertumbuhannya terus meningkat, kita harus bertanya kepada diri masing-masing, seberapa mahal sih standar hidup kota Jakarta dibanding kota-kota lain di dunia?

Baru-baru ini, sebuah konsultan bisnis terkenal bernama Ipsos Business Consulting membuat survei yang dilakukan pekan terakhir Februari tahun ini (2014) Tepatnya 21 Februari 2014. Konsultan menyimpulkan bahwa, secara umum, kota Jakarta tergolong kota dengan standar hidup mahal. Cenderung lebih mahal dari Bangkok, Hongkong, dan New York. Coba Anda bayangkan, lebih mahal dari New York? Standar hidup yang mahal di Jakarta ternyata berbanding terbalik dengan gaji rata-rata penduduk urban tersebut.

Bagaimana Metodenya?

Menurut Domy Halim, Country Manager Ipsos Business Consulting Indonesia, metode yang digunakan adalah dengan cara membandingkan harga dari produk-produk konsumtif yang cenderung menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat modern. Produk-produk itu mulai dari harga secangkir kopi, tiket bioskop, telepon seluler, ayam goreng Kentucky Fried Chicken, baju bermerek Zara, keanggotaan di pusat kebugaran, inap di sebuah hotel, sampai biaya berlangganan koneksi internet.

kafe di Jakarta, ngopi di kafe di Jakarta

Mahalnya Ngopi di Jakarta

Survei Ipsos Business Consulting menemukan bahwa harga secangkir kopi Hot Cappucino Grande Starbucks di Jakarta adalah 2,88 Dollar AS atau setara 34.000 ribu rupiah. Harga kopi tersebut ternyata lebih murah hampir separuh dari harga di Hongkong, yaitu sebesar 4,38 Dollar AS. Tapi, secangkir kopi di Jakarta menghabiskan 1,12 persen gaji rata-rata penduduk Indonesia. Sementara di Hongkong hanya menghabiskan 0,28 persen dari gaji rata-rata mereka, dalam konsumsi kopi. Dalam hal gaji, rata-rata masyarakat Indonesia memiliki pendapatan sekitar 258 Dollar AS, sedangkan gaji rata-rata masyarakat Hongkong 1.545 Dollar AS per bulan. Dengan memperhitungkan faktor gaji tersebut, harga secangkir kopi di Jakarta ternyata relatif lebih mahal 75 persen daripada harga secangkir kopi di Hongkong. Luar biasa ya?

Tiket Bioskop juga Mahal?

Selain kegiatan ngopi-ngopi di Jakarta lumayan mengikis isi dompet, aktivitas menonton di bioskop jua ternyata masuk kategori ‘mahal’ menurut survei tersebut. Harga tiket bioskop standar di malam minggu atau akhir pekan di Jakarta berkisar 4,24 Dollar AS atau setara 50.000 ribu rupiah, sedangkan di New York bisa mencapai 14,50 Dollar AS. Tampak lebih mahal di New York ya? Tapi jangan salah. Jika mempertimbangkan faktor gaji rata-rata di kota tersebut, umumnya gaji rata-rata masyarakat Amerika, ternyata mencapai 3.263 Dollar AS. Maka, menonton di bioskop di New York akan tampak lebih ‘murah’ sebesar 72 persen dibanding menonton bioskop di Jakarta.

Mahalnya Internetan di Jakarta

Untuk internetan dengan kategori broadband, fasilitas ini di Jakarta jauh lebih mahal jika dibanding dengan harga di kota-kota lain di dunia. Menurut survei tersebut, paket internetan terbaik di Jakarta, dengan kapasitas kecepatan unduh 100 Mbps, bisa didapatkan dengan harga 252,46 Dollar AS atau setara 2.979.000 ribu rupiah. Namun di Hongkong, dengan kemampuan kecepatan 10 kali lebih cepat (1.000 Mbps), biaya berlangganan internetan di sana bisa 3 kali lebih murah, yaitu kisaran 77,06 Dollar AS. Jadi, jika Anda berniat internetan, lebih baik di Hongkong aja ya. Lebih murah!

Aktivitas Sosial Lainnya yang ‘Mahal’

Masih menurut survei tersebut, seperti dikutip Kompas, faktor lainnya yang membuat standar hidup di Jakarta terasa lebih ‘mahal’ adalah harga menginap satu malam di Hotel Four Seasons, makan ayam goreng di Kentucky Fried Chicken, membeli kemeja wanita bermerek Zara, memiliki ponsel cerdas Samsung S4, atau harga keanggotaan di klub kebugaran selama 1 (satu) tahun. Berdasar faktor tersebut, ternyata penghasilan masyarakat Jakarta cenderung lebih kecil dibandingkan penduduk di kota-kota besar negara lain, seperti di Hongkong, New York, London, atau Sydney.

Untuk diingat bahwa layanan dan produk tersebut umumnya dikonsumsi oleh masyarakat golongan menengah ke atas. Faktor strata sosial seseorang pastinya mempengaruhi persepsi malah atau tidaknya suatu layanan dan/atau produk.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama