Seberapa Perlu Gunakan Konsultan Keuangan?

Banyak yang menganggap menggunakan konsultan keuangan akan memberikan banyak keuntungan. Hmm, seberapa besar sih nilai benefitnya? Atau malah banyak memberikan kerugian?

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia, maka peran uang dalam kehidupan juga semakin bertambah. Bersamaan dengan hal tersebut, penggunaan ilmu keuangan dalam membantu perencanaan hidup juga ikut makin membesar.

Bagi sebagian orang, perencanaan keuangan adalah sesuatu yang bisa menyulitkan dirinya, karena ketidaktahuannya mengenai bidang ini. Berdasar dari masalah tersebut, disinilah peran dari seorang konsultan keuangan diperlukan.

Di artikel KreditGoGo yang berjudul “Apa Sih Sebenarnya Tugas Dari Financial Planner itu?” dijelaskan, konsultan keuangan adalah, tugas seorang yang ahli di bidang ekonomi dalam mengurus arus kas masuk dan keluar guna mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Mengatur Keuangan Sehari-Hari

Tidak hanya itu, ibarat seorang dokter yang memeriksa pasiennya, seorang konsultan keuangan juga harus dapat membantu mendeteksi kesehatan keuangan para kliennya, termasuk memberikan solusi mengenai masalah keuangan yang mereka alami

Karena itu, fungsi dari pekerjaan ini adalah untuk membantu klien mencapai target yang diharapkan, baik berupa saran pembelian aset investasi, memberikan gambaran situasi makro pada klien, mempersiapkan masa tua yang bebas dari utang, hidup sejahtera, dan mengajari pengelolaan keuangan yang baik.

Namun, di balik tugas pentingnya itu, timbul pertanyaan, sebenarnya kita memerlukan konsultan keuangan atau tidak sih? Jawabannya tergantung dari situasi keuangan Anda.

Bagi Anda yang masih dalam lingkungan masyarakat dengan kesejahteraan menengah ke bawah. Sebaiknya mengelola dan memperbaiki manajemen keuangan dilakukan oleh diri sendiri. Karena banyak yang menganggap, perencanaan keuangan oleh diri sendiri masih lebih baik dari orang lain.

Memang, untuk menguasai masalah keuangan secara otodidak, diperlukan waktu yang tidak sedikit karena kita mesti melakukan riset. Namun, selama masih memiliki waktu luang, lebih baik itu semua lakukan sendiri. Khususnya yang berkaitan dengan masalah manajemen keuangan pribadi.

Namun, lain halnya bagi orang-orang yang sudah masuk kategori mapan dari segi usia dan harta. Dengan waktu luang yang mungkin makin sedikit, biasanya mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk merencanakan keuangannya. Nah, kalau dalam kondisi seperti ini, peran konsultan keuangan tentu akan sangat bermanfaat.

Nah, bagi Anda yang tertarik menggunakan jasa konsultan keuangan, lebih baik perhatikan hal-hal di bawah ini:

1. Kenali kebutuhan diri sendiri

Sebelum menggunakan jasa perencana keuangan, kenali dulu kebutuhan keuangan dan lihat tujuan penggunaannya. Karena setiap konsultan memiliki spesifikasi sendiri, sehingga sangatlah penting untuk memilih orang yang memiliki latar belakang tepat.

2. Bicarakan terlebih dulu

Ada baiknya bicarakan dulu penggunaan konsultan keuangan ini pada keluarga sendiri. Sebab pada dasarnya, orang terdekatlah yang lebih mengerti kebutuhan Anda dan orang terdekat dibanding orang lain.

3. Perhatikan sertifikatnya

Dalam menjalankan tugasnya, biasanya seorang konsultan keuangan sudah memiliki sertifikat dari suatu lembaga keuangan. Karena itulah, pilihlah konsultan yang mendapat sertifikat dari lembaga terpercaya ya.

Konsultan Keuangan

4. Lakukan wawancara

Sebelum menjalin kerjasama dengan seorang konsultan keuangan, janganlah ragu untuk melakukan wawancara dengannya. Dari hasil wawancana ini, dia akan memberikan jawaban yang mungkin bisa memberikan gambaran apakah dirinya tepat atau tidak dijadikan dijadikan perencana keuangan Anda.

5. Tanyakan cara pembayaran

Karena menggunakan jasa seseorang, maka tentunya wajib bagi kita untuk membayar mereka. Cari tahu apakah pembayarannya melalui sistem komisi, flat fee berdasarkan jam kerja, atau melalui persentasi pembagian laba melalui aset yang diinvestasikan.

Namun, tetap saja, meski sudah menggunakan konsultan keuangan, sebaiknya kita juga harus mengetahui kebutuhan paling mendasar diri sendiri. Jangan sampai mereka menjadi mendikte kita karena masalah itu.

Jadi, jangan asal menerima masukan ya, kritislah terhadap saran dan rekomendasi yang diberikan mereka.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama