Rencanakan Warisan, Ahli Waris Tenang

Tulisan kali mengangkat mengapa pentingnya kita mengatur warisan, agar anak cucu kita tidak ribut hanya karena itu.

Pernah tidak melihat suatu keluarga ribut hanya karena harta warisan mereka tidak terbagi secara merata? Atau, pernah tidak bertemu dengan seorang pria yang, menurut pengakuannya, kesal seumur hidup karena orang tuanya tidak memberikan warisan rumah yang dia perlukan? Aneh ya?

Ini mungkin tidak akan pernah terjadi bila si orang tua cermat dalam hal pengaturan warisan. Pengaturan warisan juga bicara pengelolaan aset, dan ini juga menyinggung topik yang sangat dibicarakan banyak orang, yaitu pengaturan keuangan.

Sebagai mahluk awam, tentu orang tua kita belum tentu paham apa itu pengelolaan aset. Punya hunian saja sudah syukur. Apalagi menyinggung pengaturan keuangan atas aset. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menyinggung agar Anda yang membaca tulisan ini cepat menghadap Tuhan yang Maha Esa. Justru, karena kematian yang tidak bisa diprediksi, kita mesti merencanakan pembagian warisan jauh-jauh hari. Itu juga termasuk pengaturan pembagian keuangan atas nilai aset atas warisan tersebut, apa pun warisannya. Dengan pengaturan yang adil itu, dan diharapkan dengan pembagian yang adil pula, kita bisa mengharapkan bahwa kekayaan yang dimiliki keluarga bisa menjadi sumber berkah bagi anggota keluarga lainnya.

Terlepas dari hukum apa pun (hukum warisan menurut agama, hukum warisan menurut negara, dan lain sebagainya), merencanakan pembagian warisan sejak dini bisa mencegah kemungkinan kekayaan jatuh ke orang lain yang tidak berhak. Selain itu, Anda juga bisa merencanakan warisan Anda agar terhindar dari persoalan, misalnya persoalan bisnis keluarga atau pun bisnis yang bersifat usaha patungan. Dengan begitu kinerja bisnis tidak akan menurun karena ada perbedaan visi dan misi si ahli waris dengan rekanan bisnis.

Salah satu hal yang sering terjadi di antara masyarakat Indonesia adalah perebutan tanah warisan, yang ternyata menjadi agunan bank. Dalam hal ini, perencanaan warisan seharusnya bisa menjadi pelindung kepemilikan aset. Anda harus memikirkan bagaimana nanti jalan keluarnya jika terjadi sesuatu yang tidak terduga sebelum utang lunas. Perencanaan ini diperlukan agar nantinya warisan (misalnya properti) tetap menjadi ahli waris, bukan menjadi milik bank.

Manfaat lainnya jika Anda merencanakan warisan sejak dini adalah sebagai antisipasi jika harta Anda berada di luar negeri, yang memiliki sistem hukum yang berbeda. Dengan perencanaan itu, Anda bisa menyiapkan segala syarat yang diperlukan, sehingga harta Anda di luar negeri masih bisa dinikmati oleh si ahli waris.

surat wasiat

Surat wasiat

Salah satu hal pertama jika Anda berniat merencanakan pembagian warisan adalah membuat surat wasiat. Surat wasiat adalah bukti tertulis si pemilik warisan, yang di dalamnya berisi nama-nama yang berhak memiliki harta dan siapa saja yang bisa mengemban kewajiban utang setelah kita meninggal.

Pihak yang membuat surat wasiat adalah pewaris, sedang pihak yang menerima warisan disebut ahli waris. Kedua pihak ini biasanya menulis surat wasiat di hadapan notaris dalam bentuk akta notaris. Dalam proses penyusunan surat wasiat, disarankan Anda menunjuk saksi ahli yang bisa dikenal oleh keluarga agar tidak ada persoalan di kemudian hari. Setelah surat wasiat ditulis, informasikan kepada keluarga bahwa Anda telah membuat surat wasiat tersebut. Informasikan juga siapa notaris yang Anda percayakan untuk menyimpannya, dan siapa saja saksi yang hadir.

Saat ini, masyarakat Indonesia masih belum sadar pentingnya perencanaan warisan. Sebagian besar orang Indonesia lebih mengutamakan perencanaan pensiun, atau merencanakan untuk membeli properti. Padahal, perencanaan warisan ini juga sama pentingnya terutama bagi keluarga yang memang punya potensi bermasalah atau untuk keluarga yang tidak mempunyai aturan baku soal warisan.

Bagi Anda dengan keluarga yang masih awam tentang penulisan surat wasiat, berikut adalah hal yang perlu diperhatikan.

1. Kumpulkan seluruh informasi tentang harta, aset, dan nilai kekayaan, serta informasi tentang pajak-pajak yang telah dibayarkan atau belum dibayarkan. Jika warisan dalam bentuk rumah, hal yang mesti jelas adalah alamat rumah, luas, dan perkiraan harga objek pajak (NJOP). Tanyakan juga apakah rumah itu masih dimiliki secara utuh atau sedang/pernah diagunkan ke bank.

2. Jika harta Anda dalam bentuk saham atau obligasi, perinci secara detail jumlah saham yang dimiliki, nilai, tingkat dividen, tanggal transaksi, dan hal lainnya. Sebutkan juga secara detail mengenai utang yang masih dimiliki, kapan transaksi utang terjadi dan berapa besar nilai utangnya, kepada siapa berutang, tingkat bunga, dan jatuh tempo utang tersebut. Ini penting disebutkan karena utang juga ‘wajib’ diwariskan. Ahli waris juga harus siap menerima warisan utang. Jangan menerima harta saja.

3. Salah satu hal yang sering ditanyakan orang Indonesia adalah, apakah manfaat pertanggungan asuransi bisa diwariskan atau tidak. Ini penting untuk dicantumkan dalam surat wasiat. Biasanya yang ditanyakan adalah pertanggungan asuransi yang dimiliki, nama perusahaan asuransi tersebut, agen, alamat, tipe asuransi, nilai pertanggungan, dan informasi lain. Informasi ini diperlukan untuk mengetahui nilai pertanggungan asuransi, yang biasanya juga menanggung/mengganti biaya kematian. Hal lainnya adalah apa jenis bisnis yang dimiliki keluarga Anda, siapa saja pemegang saham, tingkat kepemilikan pemegang saham, siapa penasihat hukumnya, dan lain sebagainya.

4. Dalam surat wasiat, Anda juga bisa mencantumkan informasi dan data pribadi seluruh keluarga penerima waris, misalnya nama, alamat lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, nomor KTP, kewarganegaraan, status, dan pekerjaan. Elemen lainnya bisa Anda tambahkan misalnya gender, kemampuan keuangan, keahlian dasar, atau profesi.

5. Langkah berikutnya adalah membuat kategori data di atas dan menghitung biaya yang harus diperlukan untuk pembuatan surat wasiat tersebut. Untuk hal itu kita bisa meminta bantuan jasa konsultasi keuangan tertentu, pengacara, atau notaris yang mengetahui soal hukum.

Nah, jika Anda sudah tahu langkah-langkah bagaimana membuat surat wasiat, diharapkan anak dan cucu Anda tidak akan rewel lagi meributkan perihal warisan. Anda sebagai pewaris tentunya juga merasa lega jika warisan tersebut digunakan sebagaimana mestinya, sesuai yang Anda harapkan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama