Punya Hobi, Jangan Lupakan Kocek

Terkadang hobi tidaklah gratis, butuh dana khusus untuk memenuhinya. Agar tidak menyulitkan keuangan, apa saja yang harus diperhatikan? Ini ulasannya.

Kesibukan mengejar karier, mengurus berkeluarga, dan memenuhi berbagai hal lain dalam banyak lini kehidupan seringali malah menjebak seseorang dalam kondisi stres dan penat. Banyak cara ditempuh orang-orang agar semuanya bisa hilang. Salah satu cara yang paling ampuh untuk melepas stres adalah dengan melakukan hobi atau kegemaran di waktu luang. Selain menjadi pelepas stres, hobi juga sering dimaklumi sebagai penanda status atau gaya hidup. Maklum, biaya untuk memebuhi kebutuhan hobi seringkali sangat menguras isi kantong.

hobi miniatur mobil antik

Membiayai hobi

Dari beberapa orang yang ditanyai KreditGoGo, mereka rata-rata mengaku tidak menyiapkan anggaran khusus untuk membiayai hobinya. Namun, ketika menemui barang yang tengah diincar, mereka tak segan untuk langsung membeli. Maklum, barang tersebut dikatakan sebagai barang langka sehingga anggarannya juga tidak bisa dirutinkan.

Walau begitu, sebagai saran, tetaplah untuk menjaga anggaran dalam masalah berburu barang hobi. Kenapa? Karena terkadang kita sampai memaksakan untuk memiliki barang tersebut meskipun kondisi keuangan sangat tidak memungkinkan.

Jangan ganggu kocek

Hobi dalam kamus perencanaan keuangan, termasuk ke dalam kebutuhan tersier. Maka dari itu, untuk membiayainya, para perencana keuangan menyebutkan harus selalu disesuaikan dengan gaya hidup dan kemampuan finansial seseorang. “Jangan sampai hobi yang niatnya sebagai pelepas stres malah bikin kita semakin stres,” kata Sari Insaniwati, perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi.

Nah, bagaimana strategi yang tepat agar hobi tidak sampai menganggu kesehatan kantong? Menjalani hobi yang menyedot biaya sah-sah saja, namun pastikan kebutuhan dasar Anda dan keluarga sudah terpenuhi. Jangan sampai, akibat hobi keuangan pribadi malah menjadi hancur. Lebih parah, akibat hobi, kita menjadi berutang kepada pihak lain.

Dalam gambaran keuangan yang sehat, selain kebutuhan dasar, Anda perlu juga memastikan dana darurat keluarga sudah tersedia. Begitu juga kebutuhan proteksi, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, dan beban utang yang tidak melebihi 30% penghasilan. “Penuhi dulu yang dasar, kalau ada dana lebih bisa Anda digunakan untuk hobi,” ujar Sari.

Siapkan anggaran

Menurut Sari, dalam anggaran rumah tangga, budget untuk hobi masuk pos pengeluaran pribadi. Dalam pos tersebut juga ada anggaran pembelian baju, kebutuhan kecantikan atau olahraga, gagdet, dan lain-lain. “Maksimal pos pengeluaran pribadi adalah 20% dari penghasilan, Anda bisa anggarkan setengahnya untuk membiayai hobi,” kata Sari.

Sebagai contoh, setiap ada penghasilan, ada baiknya 50% dialokasikan untuk bisnis dan 50% untuk kebutuhan rumahtangga dan biaya tak terduga. Tujuannya jelas, untuk menjaga kondisi kocek ketika masalah keuangan datang.

Pandji Harsanto, perencana keuangan OneShildt Financial Planning, mengatakan, anggaran ideal untuk membiayai hobi sebaiknya tidak melebihi angka 10% dari penghasilan. “Ingat, masih ada kebutuhan lain yang harus kita siapkan dananya, seperti kebutuhan sosial, tabungan atau investasi, juga kebutuhan rutin rumah tangga,” jelasnya.

Sifat hobi memang tidak rutin. Karena itu, menurut Pandji, Anda tak perlu ragu untuk membuat rekening khusus yang ditujukan guna membiayai hobi. Sumber dananya bisa dari penyisihan penghasilan, pendapatan komisi atau dari penghasilan bonus tahunan. “Silakan menghabiskan rekening khusus untuk hobi, namun kalau masih kurang, jangan ambil dananya dari rekening lain, apalagi sampai mengambil dana darurat,” tegas Pandji.

Buat batas sendiri

Kesenangan adalah urusan rasa, sedangkan pengaturan keuangan yang baik agar tetap sehat merupakan wilayah rasionalitas. Agar tak kelewat batas, Anda bisa membuat batas anggaran atas kegiatan ini. Usahakan untuk konsisten, kenapa? Karena hobi terkadang bisa tidak terkontrol. Maksudnya, apa saja bisa kita lakukan untuk bisa memenuhi hasrat akan hal tersebut.

Jangan Berutang!

Hobi penting agar jiwa tetap sehat di tengah berbagai tekanan dan tuntutan hidup. Namun, usahakan tidak membabi buta dalam memenuhi hasrat berhobi. Misalnya, membiayai hobi dengan dana utang, seperti kartu kredit. Cara itu terlalu riskan dan bisa membahayakan kesehatan kocek Anda. Ronny berujar, hobi tetaplah hobi, yang bukan kebutuhan pokok. Dus, ketika tidak memiliki dana cukup untuk membeli, dia juga tidak memaksakan diri. “Misalnya kelak harus saya jual, ya, lepas saja,” jelasnya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama