Perempuan VS Laki-Laki: Siapakah yang Paling Jago Mengatur Keuangan?

Mengatur keuangan memang tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Namun antara perempuan dan laki-laki, siapa yang paling jago mengatur keuangan ya?

Sebesar apapun penghasilan seseorang, bila tidak dihentikan dengan kata ‘puas’, tentu tidak akan pernah cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Di sisi lain pun, biaya hidup kini semakin meningkat. Bila tak pintar-pintar mengatur keuangan, bukannya meraih keuntungan, bisa-bisa malah utang menumpuk.

Berbicara soal mengatur keuangan, kira-kira di antara perempuan dan laki-laki, siapakah yang paling jago mengatur keuangan?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, tingkat melek literasi keuangan penduduk Indonesia saat ini terhitung masih rendah. Data OJK 2013 mengungkapkan bahwa tingkat melek keuangan laki-laki mencapai 25 persen, sedangkan perempuan 19 persen.

Dilansir dari detik.com,berikut adalah survei sederhana tentang gambaran kondisi mengelola keuangan perempuan dan laki-laki di Indonesia.

Arus Kas Bulanan

Dalam hal mengatur arus kas bulanan, perempuan lebih unggul 60 persen dibandingkan laki-laki yang hanya 40 persen. Itulah sebabnya mengapa di Indonesia ada istilah istri sebagai ‘Menteri’ dalam rumah tangga.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi perempuan Indonesia yang gila berbelanja atau sering disebut shopaholic.

Utang

Baik perempuan ataupun laki-laki, sebenarnya mereka sama-sama cenderung tidak nyaman jika memiliki utang. Meskipun utang tersebut termasuk utang produktif seperti KPR.

Persentase ketidaknyamanan berutang, terutama utang jangka panjang, untuk laki-laki adalah sebesar 60 persen. Sedangkan perempuan lebih tinggi yakni sebesar 70 persen.

Perihal membayar utang, 75 persen laki-laki di Indonesia cenderung lebih suka langsung membayar lunas tagihan kartu kredit. Sementara perempuan hanya 55 persen dan cenderung mencicil pembayaran utang kartu kredit mereka.

Meskipun kebanyakan perempuan lebih memilih cara mencicil, tapi sebenarnya mereka sadar bahwa bunga yang dibayarkan adalah cenderung tinggi. Itulah sebabnya, banyak perempuan yang kemudian memanfaatkan fasilitas cicilan tetap tanpa bunga.

Produk Keuangan dan Investasi

Perihal produk keuangan dan investasi, laki-laki di Indonesia sedikit lebih unggul yakni 55 persen dalam hal mengetahui dan mendengar produk keuangan. Sedangkan perempuan hanya 45 persen.

Untuk kepercayaan diri dalam mengambil keputusan berinvestasi dan memilih produk investasi, laki-laki 70 persen lebih percaya diri, sementara perempuan hanya 30 persen.

Kendati begitu, perempuan tidak pernah takut untuk mencari bala bantuan tentang investasi mereka, alias tidak malu bertanya. Mengapa? Karena perempuan tidak gengsi untuk mengakui jikalau mereka tidak tahu akan suatu istilah ataupun produk keuangan.

Itulah sebabnya perempuan yang lebih banyak datang untuk berkonsultasi dengan perencana keuangan, meskipun pada akhirnya pasangan mereka akan mengikutinya.

Salah satu cara untuk bisa mengatur keuangan dan berinvestasi dengan baik adalah berkonsultasi dengan perencana keuangan. Selain itu, Anda juga bisa melakukan dengan cara yang lebih murah meriah yakni mengikuti seminar keuangan.

Pengambilan Keputusan

Biasanya, perempuan lebih banyak mengambil keputusan untuk pengeluaran-pengeluaran bulanan. Sementara laki-laki lebih banyak mengambil keputusan untuk pengeluaran yang lebih besar seperti membeli rumah, mobil dan lain sebagainya.

Dana Pensiun

Perihal dana pensiun yang didapatkan dari kantor, angka perempuan dan laki-kali di Indonesia hampir seluruhnya mengikuti pensiun yang dipersiapkan atau disediakan dari tempat mereka bekerja.

Hal tersebut kemungkinan terjadi karena kepesertaan pada dana pensiun di Indonesia cenderung wajib.

Namun, survei ini tidak selamanya menjadi patokan bahwa seluruh masyarakat Indonesia sama seperti itu. Akan tetapi dengan adanya survei ini, diharapkan dapat membuka wawasan Anda tentang bagaimana kacamata perempuan dan laki-laki dalam mengatur berbagai aspek keuangan.

Yang terpenting adalah kerja sama yang baik dan benar antara pihak perempuan dan laki-laki dalam mengatur keuangan rumah tangga mereka.

Baca juga: 10 Teknik Mengatur Keuangan setelah Menikah

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama