Pengusaha UKM Harus Terapkan Ini Agar Berhasil Lewati Tahun Pertama

Hal terpenting yang harus diterapkan pengusaha UKM agar bisnis dapat bertahan adalah sistem pembukuan yang baik.

Sejak kehadiran KTA, pinjaman UKM dan UMi, banyak pengusaha bermunculan di Indonesia. Program pinjaman untuk rakyat ini memang sengaja diciptakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi. UMi yang diluncurkan pada Agustus 2017 lalu misalnya, ditujukan untuk masyarakat yang berpenghasilan sangat rendah. Plafon untuk pinjaman ini Rp10 juta, jumlah yang tidak besar bagi sebagian orang namun sangat berarti bagi perkembangan bisnis pengusaha ultra mikro.

Meskipun banyak usaha kecil dan menengah bermunculan, banyak juga yang gugur bahkan gulung tikar pada tahun pertama. Dilansir dari sindonews.com, Head of Marketing Accurate Online dan SolusiUKM.com, Dhoni Rakawira, mengatakan berdasarkan data statistik, 78% pengusaha pemula gagal menjalankan usahanya pada tahun pertama. Penyebabnya bukan karena ketiadaan pasar, melainkan masalah pembukuan yang tidak terkelola baik.

Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.

“Kami selalu melakukan edukasi ke UKM untuk menanamkan jiwa wirausaha dan menekankan bahwa usaha sukses tak hanya produk unik atau strategi menarik. Tapi juga perlu pembukuan keuangan yang rapi,” tambah Dhoni di Bandung, Minggu (9/9/2018).

Lihat semua pinjaman KTA

Dengan pembukuan yang rapi, pengusaha dapat memisahkan uang peribadi dengan uang usaha, mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian, melacak setiap transaksi dan memprediksi masa depan bisnis mereka. Sebagian besar UKM melewatkan hal ini sehingga bisnis mereka hanya bertahan beberapa lama.

Untuk melakukan pembukuan yang baik, pengusaha UKM tidak membutuhkan keahlian akutansi yang super handal. Pembukuan dapat dilakukan secara manual atau melalui aplikasi online. Jika Anda adalah pengusaha UMi atau UKM yang lebih nyaman melakukan pembukuan dan mengatur arus kas secara konvensional, bisa mempelajari sistem pembukuan kas kecil.

Mengenal Sistem Pembukuan Kas Kecil

Sistem pembukuan kas kecil adalah sistem pencatatan dana yang disediakan untuk membayar pengeluaran. Jumlah pengeluaran kas ini sangat kecil sehingga tidak membutuhkan cek. Biasanya, kas kecil dipisahkan dengan kas besar serta dikelola oleh kasir yang berbeda. Ada dua sistem pembukuan kas kecil, yaitu sistem dana tetap dan sistem dana fluktuasi.

Sistem Dana Tetap

Sistem kas ini menetapkan dan menyisihkan dana kas kecil dengan nilai yang tetap. Jumlah pengisian kas ini juga tidak akan berubah kecuali ada keputusan dari pengusaha. Misalnya, saat pengusaha merasa jumlah dana pada kas kecil terlalu kecil atau besar untuk memenuhi keperluan operasional. Ketika ada perubahan kebijakan atas dana kas kecil, kasir kas kecil harus mencatat semua perubahan yang berlaku. Sebagai catatan, kas ini hanya mencatat pengisian kembali kas. Jadi, kasir tidak perlu mencatat pengeluaran.

Berikut adalah prosedur pembukuan sistem dana tetap:

1. Pengusaha menyisihkan dana untuk pengeluaran selama 1 periode (mingguan/bulanan) kepada pemegang kas kecil

2. Tidak ada penambahan dana para pertengahan periode

3. Pada akhir periode, pengusaha mengisi kembali dana kas kecil agar jumlahnya sama seperti saldo awal

Baca juga: Ramai Penipuan Berkedok Pinjaman Online, Kenali Ciri-cirinya!

Baca juga: Optimalkan Pinjaman UKM Anda dengan 7 Hal Ini

Sistem Dana Fluktuasi

Sistem kas ini menetapkan jumlah dana kas sesuai dengan kebutuhan operasional alias tidak tetap. Jumlah dana pada kas kecil dengan sistem ini dapat berubah-ubah setiap periode, bisa sama, kurang atau lebih. Pengusaha akan melihat kondisi keuangan, apakah periode selanjutnya ingin mengisi dana kas kecil dengan jumlah yang sama atau tidak. Nah, untuk sistem kas ini, setiap perubahan baik penambahan maupun pengeluaran harus dicatat. Catatan kas kecil ini nantinya akan dipindahkan ke buku besar.

Berikut adalah prosedur pembukuan sistem dana fluktuasi:

1. Pengusaha menyisihkan dana untuk pengeluaran selama 1 periode (mingguan/bulanan) kepada pemegang kas kecil

2. Pengusaha bisa menambah dana kas kecil jika terjadi kekurangan

3. Pada akhir periode, pengusaha mengisi kembali dana kas kecil namun jumlahnya tidak harus sama seperti saldo awal (sesuai kebutuhan)

Mudah sekali, bukan? Catatan yang Anda buat bisa dipindahkan ke buku besar untuk dijadikan laporan keuangan. Memiliki laporan keuangan sangat penting, terutama jika usaha Anda telah berkembang dan Anda ingin mengajukan pinjaman yang lebih besar kepada bank.

(Sumber: sindonews.comliputan6.com, jurnal.id)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama