Pemahaman Orang Indonesia tentang Keuangan Meningkat!

Pada Februari tahun 2014, sebuah survei baru saja dirilis. Survei itu menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Indonesia tentang keuangan, meningkat. Lalu, investasi apa yang populer?

Sebuah survei pada Februari 2014 baru dirilis. Survei itu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keuangan, atau disebut Financial Quotient (FinQ), di antara masyarakat Indonesia meningkat sebesar tiga poin, menjadi 60,7 poin dibanding tahun 2012 yang hanya menunjukkan 57,7 poin. Data ini merupakan hasil rilis dari survei yang dilakukan Citi FinQ di Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, Citigroup juga melakukan survei terhadap masyarakat di 11 (sebelas) negara di Asia Pasifik. Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat kesejahteraan keuangan dan memahami latar belakang aktivitas keuangan mereka.

Properti, Investasi yang Masih Populer

FinQ sendiri adalah istilah yang digunakan oleh Citigroup untuk merujuk kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan dan mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik.

Dalam survei yang dilakukan, elemen yang dimasukkan dalam penghitungan FinQ adalah penganggaran, program tabungan, perencanaan pensiun, investasi, dan kepemilikan rumah.

Selain itu, survei Citi FinQ 2013 juga menunjukkan adanya pergerakan tren dalam pengelolaan kekayaan (wealth management) di antara masyarakat Indonesia. Menurut Reader Digest, pada tahun 2011, instrumen investasi (termasuk tabungan dan deposito) merupakan pilihan instrumen investasi terpopuler di Indonesia. Namun hasil survei terbaru menunjukkan bahwa properti menjadi investasi yang paling populer, menggeser posisi dana tunai di tahun sebelumnya. Urutan kedua paling populer adalah dana tunai, dan urutan ketiga adalah asuransi. Ini menunjukkan bahwa di tahun 2014, properti masih menjadi primadona untuk berinvestasi.

Jasa Pengelolaan Kekayaan Mulai Tumbuh

Seperti yang dikutip Kompas.Com, menurut analis Boston Consulting Group pada pertengahan 2013, setiap tahun akan lahir 8-9 juta orang Indonesia yang memasuki kelas menengah (emerging affluent) dan kelas atas (affluent). Itu tumbuh seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Itu juga tercermin di salah satu kategori survei, dengan 78% responden mengatakan bahwa responden tersebut tertarik menggunakan jasa pengelolaan kekayaan (wealth management), walaupun hanya 11% dari total responden sudah menggunakan jasa pengelola kekayaan.

Nah, secara keseluruhan, skor FinQ yang dilakukan oleh Citi Indonesia menunjukkan peningkatan sebesar delapan poin sejak survei tesebut pertama kali dilakukan pada Oktober 2007. Pada saat pertama kali dilakukan survei, skor FinQ tercatat 52,7 poin. Peningkatan pemahaman keuangan di antara masyarakat Indonesia tersebut tidak lepas dari suksesnya berbagai kegiatan pendidikan keuangan yang dilakukan pemerintah dan pihak swasta.

Dengan tingginya tingkat pemahaman akan keuangan, masyarakat Indonesia diharapkan mampu merencanakan sendiri keuangannya secara baik dan benar.

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama