Optimalkan Pinjaman UKM Anda dengan 7 Hal Ini

Jangan sampai pinjaman untuk memajukan UKM Anda menjadi sia-sia karena salah langkah. Tips berikut mampu mengoptimalkan pinjaman agar bisnis Anda sukses.

Bagi sebagian orang, bekerja di perusahaan terkenal dan mendapat gaji besar adalah gambaran mengenai kehidupan yang ideal. Namun, sebagian orang memilih untuk menjadi pengusaha dan menjalankan bisnis sendiri, lepas dari rutinitas kerja selama delapan jam sehari. Penghasilan yang diperoleh dari usaha kecil dan menengah (UKM) juga tidak kalah dengan gaji minimum pegawai kantoran, bahkan ada yang memperoleh laba lebih besar dari rata-rata lulusan S1. Apakah Anda tertarik untuk memiliki bisnis sendiri?

Jika iya, salah satu faktor terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah modal usaha. Dari mana modal tersebut berasal? Apakah modal sendiri atau dari pinjaman? Ada berbagai cara untuk mendapat pinjaman modal usaha seperti pinjam uang dari keluarga, bekerjasama dengan pihak lain, mencari investor, menggadaikan barang, memanfatkan tabungan dan menggalang dana secara online. Untuk UKM, pinjaman melalui bank adalah yang paling sering dilakukan.

Ada dua jenis pinjaman, yaitu kredit dengan agunan dan kredit tanpa agunan (KTA). Untuk yang memiliki rumah atau mobil, bisa memanfaatkan keduanya sebagai agunan. Sementara itu, untuk yang mencari pinjaman uang cepat, tidak memiliki agunan dan tidak keberatan membayar bunga yang tinggi bisa memilih KTA. Kedua pinjaman modal usaha ini dapat Anda manfaatkan sebagai modal awal, modal tambahan atau investasi. Apa pun pilihan Anda, perhatikan tujuh hal ini agar pinjaman Anda optimal dan membuahkan hasil:

1. Pastikan UKM Anda Berpotensi Meraih Keuntungan

Dengan adanya KTA, masyarakat dapat menerima pinjaman cepat dalam waktu singkat. Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan UKM yang ingin Anda jalankan bermanfaat untuk masyarakat dan berpotensi meraih keuntungan. Selain harus membayar pinjaman setiap bulan, Anda juga harus membayar bunga. Mempertimbangkan potensi UKM dapat menghindarkan Anda dari kerugian dana, waktu, tenaga bahkan kehilangan agunan untuk melunasi hutang.

2. Pisahkan Pinjaman Modal Usaha dengan Tabungan Peribadi

Setelah pinjaman cair, ada pengusaha yang sangat bahagia karena merupakan pengalaman pertama memiliki dana besar di tangan. Saking bahagianya, jadi lupa kalau alasan awal pinjam uang adalah untuk kepentingan bisnis sehingga pinjaman modal usaha digabung dengan tabungan pribadi. Akhirnya, pinjaman terpakai untuk kebutuhan konsumtif sehingga bisnis berjalan tersendat-sendat, tidak sesuai dengan rencana. Segera buka rekening baru untuk pinjaman usaha modal agar dapat mengatur pemasukan dan pengeluaran dengan mudah.

Baca juga: 5 Langkah Gunakan Marketplace Untuk UKM

3. Siapkan Dana untuk Membayar Angsuran

Sisihkan sebagian pinjaman untuk membayar angsuran bulanan agar status kredit Anda lancar. Lakukan hal ini sebelum Anda membeli berbagai barang keperluan bisnis untuk menghindari overspending atau belanja di luar budget. Perlu Anda ketahui kalau pihak bank dan lembaga keuangan akan melihat status pembayaran pinjaman Anda sebagai pertimbangan untuk meluluskan pinjaman berikutnya. Calon debitur dengan catatan pinjaman yang buruk atau pernah di-blacklist beresiko gagal mendapat pinjaman.

4. Manfaatkan Pinjaman untuk Produktivitas Bisnis

Apabila tujuan pinjaman adalah untuk mengembangkan UKM yang Anda miliki, manfaatkan dana tersebut untuk membeli barang yang membantu produktivitas bisnis. Contohnya, jika Anda ingin membuka supermaket kecil-kecilan, manfaatkan untuk membeli rak, kulkas, freezer, mesin kasir, meja dan kipas angin. Bagi Anda yang pinjam uang sebagai modal awal bisnis, ada kalanya tergoda ingin membeli peralatan yang berkualitas super tinggi dan mahal. Buatlah perhitungan sebaik-baiknya apakah pinjaman modal usaha Anda cukup untuk membeli barang pokok untuk meningkatkan bisnis. Jangan sampai pinjaman Anda kurang atau Anda harus mengambil pinjaman tambahan sehingga menjadi beban keuangan.

Lihat semua pilihan KTA di KreditGoGo

Lihat semua pilihan Kredit Multiguna di KreditGoGo

5. Catat Arus Kas

Untuk memudahkan Anda mengelola pinjaman, catatlah pemasukan dan pengeluaran bisnis UKM. Anda dapat melakukannya dengan cara konvensional (membuat catatan di buku kas) atau menggunakan komputer. Mencatat arus kas membantu UKM memprediksi jumlah dan ketidakpastian di masa depan, seperti kegiatan operasi, kenaikan serta penurunan kas. Manfaat lainnya arus kas untuk bisnis adalah mengatur dan mengingatkan pemilik UKM untuk membayar hutang serta gaji karyawan tepat waktu, memperoleh informasi mengenai laba bersih dan sebagai laporan keuangan selama satu periode.

Baca juga: Panduan Terlengkap untuk Mengajukan Pinjaman

6. Keahlian Memutar Arus Kas

Seorang pengusaha yang baik harus memiliki keahlian memutar arus kas agar pinjaman modal usaha dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anda sendiri harus rajin mengecek arus kas perusahaan seperti putaran kas, pengelolaan hutang dan persediaan agar bisnis senantiasa berjalan dengan lancar. Jika Anda adalah tipe orang yang selalu mepet dana saat minggu terakhir gajian dan sering lupa membayar tagihan, pikirkan kembali apakah Anda benar-benar ingin menjalankan UKM.

7. Manfaatkan Laba Sebagai Investasi

Adalah hal yang wajar untuk menikmati hasil kerja keras sendiri. Apa yang akan Anda lakukan saat perusahaan telah meraih laba alias keuntungan? Daripada digunakan untuk membayar kebutuhan konsumtif, lebih baik Anda investasikan untuk mengembangkan UKM sepeti membeli mesin yang lebih canggih, membuka cabang baru atau meningkatkan kualitas bisnis.

Bagaimana, sudah siap mengembangkan UKM Anda? Semoga artikel ini dapat membantu, jika Anda memiliki tips lainnya silahkan tinggalkan dalam kolom komentar.

(Sumber: kompasiana.comkoinworks.commodalukm.comtrendingusaha.blogspot.comzahiraccounting.com)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama