Mulailah Bersahabat dengan Utang Keluarga

Memiliki utang akan memberikan beban tersendiri bagi keuangan Anda, apalagi ketika sudah berkeluarga. Bagaimana caranya lepas dari hal itu? Ini ulasannya

Ketika Anda memutuskan untuk menikah, itu berarti Anda mesti menerima apa yang dimiliki, pasangan hidup seperti sifat, kebiasaan, kebiasaan, beban masa lalu, kondisi keuangan, bahkan utang yang dimilikinya. Ya, utang yang dimiliki masing-masing insan yang sudah menjalani mahligai rumah tangga ternyata bisa mempengaruhi kesejahteraan lho!

Mengapa bisa begitu? Ingat, Anda sudah hidup berdua. Maka, beban utang yang Anda miliki, maka juga menjadi beban pasangan. Suka atau tidak, tapi itulah kenyataannya. Masalahnya, apakah Anda mampu menyelesaikan masalah ini dengan baik, atau malah membuat kondisi keuangan keluarga semakin buruk. Karena, jika hal ini tidak dikelola dengan baik, masa utang bisa saja membuat hubungan antar suami-istri menjadi renggang.

Jadi bagaimana Anda menangani masalah utang dalam pernikahan?

Bersahabat dengan Utang Anda

Banyak orang yang mengalami masalah keuangan hanya karena masalah utang. Namun, sebenarnya ada satu solusi yang bisa membuat Anda bebas dari masalah tersebut, yaitu memiliki manajemen keuangan yang baik. Siapapun, baik pribadi maupun keluarga mesti bisa melakukan ini. Apalagi bila sudah berkeluarga, maka kemampuan untuk mengatur keuangan secara mumpuni sangatlah dibutuhkan.

Sebagai contoh, ketika di awal bulan, biasanya Anda akan menerima surat tagihan, seperti dari kartu kredit, rekening listrik, telepon, dan sebagainya. Satu hal yang harus dilakukan ketika mengatur keuangan keluarga adalah komunikasikan anggaran dengan pasangan. Jangan dirahasiakan, agar ketika suatu saat terjadi suatu masalah, maka sudah bisa dicari solusinya dengan cepat. Jangan sampai, utang menumpuk, sementara pasangan Anda tidak tahu akan masalah ini.

Jangan khawatir untuk jujur ketika ada masalah, apalagi ketika menyangkut masalah sensitif seperti keuangan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyelesaikannya, yang penting Anda dan pasangan memiliki komitmen akan hal tersebut.

Mengumpulkan Tagihan Utang

Ini adalah langkah pertama yang mesti dilakukan ketika mengatur utang atau tagihan keuangan keluarga. Di mana, sebagai pihak yang dibebankan utang, tentunya Anda harus mengetahui dari mana saja tagihan itu akan muncul. Bagaimana caranya? Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan surat-surat tagihan.

Jangan sampai hal itu diremehkan, karena itu adalah pengeluaran wajib yang mesti dipenuhi. Kalau memiliki utang yang sifatnya pribadi, jangan ditutup-tutupi, jujurlah kepada pasangan Anda. Berikan dia informasi ini sepenuhnya agar bisa dibicarakan dan dicari solusinya bersama-sama. Sebab, ketidakjujuran biasanya selalu menjadi akar dari masalah setiap pasangan.

Hindari kata-kata yang menyalahkan. Sesulit masalah itu, ketika Anda berdua saling mendukung, maka semuanya akan terasa ringan.

Percepat Penyelesaian Utang Anda

Setiap orang, pasti mempunyai banyak utang yang berbeda-beda, termasuk ketika sudah berkeluaga. Lalu, bagaimana menyelesaikannya? Jawabannya tergantung pada tingkat keparahan utang yang dimiliki oleh pasangan Anda. Dalam masa ini, rencana untuk menyelesaikan masalah utang bisa sekilas hanya membutuhkan dua solusi. Pertama adalah penghematan, pengeluaran yang dilakukan hanya diarahkan untuk hal-hal yang sifatnya wajib dipenuhi. Kedua adalah pemantauan untuk setiap kebutuhan.

Masalahnya, apakah semudah itu? Tidak. Mudah memang untuk diucapkan, tapi ketika dilakukan belum tentu berhasil. Hal ini bisa terjadi karena setiap orang punya kebutuhan yang berbeda-beda. Bisa saja, si istri menganggap kebutuhan yang satu penting, sementara suami menganggap kebutuhan yang lain lebih penting.

Solusi Penyelesaian Utang

1. Untuk utang yang sifatnya kecil dan bisa diselesaikan segera. Ada baiknya Anda harus langsung bisa melunasinya. Jangan mentang-mentang karena dia kecil, lalu diabaikan hingga suatu saat menumpuk karena beban bunga yang mesti dipenuhi. Salah satu contoh beban utang jenis ini adalah tagihan kartu kredit. Sebelumnya sudah sering dijelaskan kalau kartu kredit bisa memberikan masalah akibat salah dalam penggunaannya.

Jadi, jangan biarkan utang yang kecil menjadi besar hanya karena kesalahan sendiri ya!

2. Bagaimana jika utang tersebut jauh lebih besar dan sulit untuk dilunasi? Tenang saja, selalu ada solusi kok. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menggunakan bantuan perencana keuangan, atau menegosiasikan utang tersebut dengan pihak debitur. Khusus untuk menggunakan perencana keuangan, manfaatkan saran mereka untuk belajar bagaimana mengatur keuangan dengan baik ya. Ambil pengalaman dari hal tersebut.

3. Jika terpaksa harus menyerahkan aset seperti rumah atau kendaraan kepada pihak debitur untuk menyelesaikan utang, mungkin hal itu bisa menjadi solusi. Mungkin terdengar tidak adil, namun ini adalah cara pamungkas yang sering dilakukan banyak orang untuk melunasi utang. Namun, jangan sembarangan dilakukan, bicarakan dulu dengan pasangan. Sebab, mungkin saja masih ada solusi lain. Dalam hal ini, penyerahan aset sebaiknya menjadi opsi terakhir dalam penyelesaian utang.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama