Khawatir Kondisi Finansial? Ini Solusinya

Khawatir jatuh miskin? Memang lumrah kalau berpikir seperti itu. Namun, kemiskinan tidak akan terjadi kalau keuangan Anda sudah dipersiapkan agar tahan terhadap segala masalah.

Pernahkah Anda merasa khawatir? Rasanya semua manusia di dunia pasti pernah mengalaminya. Ada banyak hal yang bisa menimbulkan hal tersebut, seperti masalah diri sendiri, orang tua, pekerjaan, dan lainnya.

Namun, bagaimana kalau yang ditakutkan ini berkaitan dengan masalah finansial? Agak berbeda bukan. Pada dasarnya, rasa khawatir selalu muncul ketika ada problem yang muncul di sekitar kita. Apakah itu masalah besar atau bukan, rasa khawatir pasti akan selalu muncul dengan tingkat yang berbeda-beda.

Terkait dengan masalah keuangan, salah satu yang rata-rata pernah dirasakan mungkin adalah ketakutan karena takut jatuh miskin. Tetapi, rasa khawatir tersebut adalah lumrah, siapa sih yang mau jatuh miskin? Tidak ada bukan.

Penduduk Miskin di Pinggir Kali

Kekhawatiran finansial sendiri bukan hanya masalah takut miskin saja, namun masih ada banyak hal lain yang bisa membuat pikiran tersebut timbul. Namun, apakah masalah kekhawatiran finansial tersebut ada solusinya? Ya jelas ada. Berikut pembahasan dan solusinya.

1. Musibah

Ya, musibah, sama seperti jatuh miskin, yang jelas tidak ada seorang pun mau mengalami hal tersebut. Namun, bagaimana kalau hal tersebut benar-benar terjadi? Sebagai contoh, ada seorang anggota keluarga yang mengalami kecelakaan sepeda motor di jalan hingga harus segera dioperasi dan mendapat perawatan khusus yang membutuhkan biaya banyak.

Bagaimana Anda menyelesaikannya? Sebab tidak hanya masalah keuangan saja yang bisa menyulitkan, tetapi juga waktu dan pikiran.

Solusinya, siapkan dana darurat untuk bisa digunakan bila sewaktu-waktu Anda membutuhkan uang dalam jumlah tertentu dalam waktu cepat. Bila mampu, belilah produk asuransi kesehatan yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk meng-cover sebagian, bahkan seluruh biaya rumah sakit.

2. Putus Hubungan Kerja (PHK)

Nah, pernahkah membayangkan bila Anda mengalami hal tersebut? Seharusnya ya, karena setiap orang yang sudah bekerja bisa mengalami masalah ini kapan saja.

Meski sudah mendapat pekerjaan tetap dengan gaji yang besar sekalipun, hal ini seharusnya juga masuk dalam persiapan. Sebab Anda tidak bisa memastikan kapan perusahaan tempat bekerja mendadak harus melakukan PHK pada pegawainya karena masalah finansial.

Solusinya, sama seperti masalah di atas, peran dana darurat selalu menjadi paling pertama bila mengalami hal ini. Sebab, bila mengalami PHK, maka Anda akan kehilangan pendapatan rutin yang bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga.

Mulailah Menabung!

Keberadaan dana darurat inilah yang nantinya bisa menyelamatkan hidup Anda dan keluarga hingga mendapat pekerjaan baru. Selanjutnya, mulailah berinvestasi melalui reksadana maupun membuat bisnis sendiri.

3. Orang tua

Bila orang tua sudah memasuki masa pensiun atau meninggal dunia, maka beban keuangan mau tidak mau akan jatuh kepada Anda. Mungkin bagi yang orang tuanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tidak akan terlalu bermasalah, karena akan tetap mendapat pesangon pensiun. Namun, bagaimana bagi yang tidak mendapatkannya?

Solusinya, hampir sama seperti sebelumnya, bila orang tua Anda masih aktif bekerja, ajaklah ia untuk berinvestasi melalui reksadana, membeli properti, dan sebagainya. Karena pertumbuhan labanya akan terus tumbuh dalam jangka panjang. Tidak hanya itu, mulailah berbisnis seperti membuka warung kelontong, membangun kos-kosan yang akan tetap menjamin pemasukan selama masa pensiun.

Apa yang disebutkan di atas hanyalah sebagian dari kekhawatiran finansial yang ada di pikiran hampir setiap orang. Ingat, rasa khawatir terhadap keuangan bisa timbul karena berbagai masalah. Jadi, buat apa takut mengalami masalah finansial kalau sejak awal sudah bisa diantisipasi.

Karena itu, kuatkanlah keuangan sejak dini agar bila suatu saat masalah tersebut terjadi, Anda sudah bisa menerimanya tanpa harus menimbulkan rasa khawatir yang mengganggu.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama