Keputusan Salah yang Bisa Berujung Kemiskinan

Sebagai manusia, kita pasti pernah mengambil keputusan penting. Namun, bila salah memilih, bersiap-siaplah untuk mendapat nasib buruk di masa depan

Ada tidak sih orang yang mau hidup miskin di dunia ini? Rasanya tidak ada bukan. Lagi pula, siapa pula yang mau hidup susah, jangankan belanja, punya uang untuk makan pun sulit.

Memang dalam hidup kita selalu mendapat pilihan apakah ingin hidup sulit atau hidup sejahtera. Pasti semuanya ingin hidup berkecukupan bukan. Namun, harapan itu bukannya banyak hambatan, sebab ada proses yang harus kita laksanakan untuk bisa mewujudkan hal tersebut.

Di tengah proses itu, akan ada banyak keputusan penting yang harus dipilih. Seperti memilih jalur pendidikan, arah karir, sampai memilih pasangan hidup.

Tentunya, setiap pilihan yang kita ambil akan memberikan berbagai efek. Masalahnya, apakah efek tersebut bersifat positif atau justru negatif. Sebab, sudah banyak orang yang mengalami kehancuran hanya karena salah memilih jalan hidup. Nah, akibat hal itu ujung-ujungnya akan menciptakan kemiskinan bagi siapapun yang mengalaminya.

Awas, Jangan Salah Memilih Keputusan hidup!

Menurut Len Penzo, blogger dan penasihat keuangan terkenal, ada lima keputusan yang bila salah dipilih bisa menciptakan kemiskinan. Bila sudah mengalami hal tersebut, bukan hidup kita saja yang akan hancur, tetapi juga seluruh anggota keluarga.

Karena itu, bila tidak mau mengalami kemiskinan karena salah memilih jalan hidup. Pikirkan masak-masak sebelum mengambil keputusan ini.

1. Kapan mau punya anak?

Menurut Penzo, pilihan hidup paling buruk adalah memiliki anak tanpa adanya persiapan finansial terlebih dulu. Hal ini sering terjadi pada orang yang menikah pada usia terlalu muda dan belum memiliki pekerjaan tetap.

Tidak hanya itu, memiliki terlalu banyak anak yang usianya berdekatan juga bisa menimbulkan masalah. Bagaimana tidak, membiayai satu anak saja sudah cukup menguras keuangan, bagaimana kalau jumlahnya sampai 5.

Di Indonesia, bahkan ada keluarga yang memiliki anak sampai di atas 10. Bagaimana mau merawat anak sebanyak itu kalau mendapat uang saja sulit. Ingat, memiliki anak bukan hanya perkara bagaimana memberinya makan saja. Tetapi juga harus memikirkan biaya kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

2. Terlalu banyak menggunakan kartu kredit

Ya, karena kartu kredit, sebuah instrumen keuangan yang membuat siapapun harus menanggung utang. Sifat konsumtif yang tidak terkendali ketika menggunakan kartu kredit bisa membuat Anda terjerat utang yang jumlahnya sangat besar.

Sudah banyak orang yang keuangannya hancur karena terjerat utang kartu kredit. Anda tidak mau seperti itu bukan?

Karena itu, pikirlah matang-matang bila ingin berbelanja dengan kartu kredit.

3. Besar pasak daripada tiang

Peribahasa ini mungkin sudah sering kita dengar ketika belajar Bahasa Indonesia pada saat di sekolah. Bila pengeluaran lebih besar dari pemasukkan atau bir, maka sebaiknya Anda harus bersiap-siap hidup miskin di masa depan nanti.

Karena itu, hilangkan sifat boros, belanjalah sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan. Jangan sampai sifat konsumtif menghancurkan hidup Anda dalam jurang kemiskinan.

4. Salam memilih tempat tinggal

Sebelum membeli rumah, perhatikan juga apakah lingkungan tempat tinggal yang akan Anda pilih cocok dengan kondisi finansial atau tidak.

Contohnya, bila tetangga kita rata-rata adalah orang kaya, maka sebaiknya berhati-hati, jangan sampai terseret ke kehidupan bermewah-mewahan yang ujung-ujungnya membuat pengeluaran menjadi boros.

Selain itu, jangan hanya membeli rumah hanya berdasarkan dari lengkapnya fasilitas dan kualitas bangunannya saja. Sebab, terkadang di balik itu semua, terdapat banyak biaya tanggungan bulanan yang bisa menyulitkan finansial Anda sendiri.

5. Gagal menabung dan berinvestasi

Jangan salah pilih, bila dipikir lagi, dengan menabung, maka uang milik Anda akan aman tersimpan meski hanya mendapat sedikit bunga. Sementara bila memilih investasi, maka keuntungan yang didapat bisa berlipat lebih tinggi, namum memiliki resiko yang tinggi.

Agar tidak mengalami hal tersebut, Anda bisa berkonsultasi kepada ahli keuangan atau membaca buku mengenai ekonomi makro untuk mendapatkan referensi yang lebih baik.

Memang, setiap keputusan dalam hidup hanya Anda yang bisa menentukan. Namun, ada baiknya sebelum mengambilnya, pikirkanlah dengan baik, sebab hal tersebut mungkin saja akan menentukan hidup di masa depan.

Jangan ragu untuk bertanya kepada orang terdekat yang lebih berpengalaman dalam menjalani hidup seperti orang tua, teman, kakak, dan lainnya. Jadi, bijaklah dalam memilih ya.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama