Kenali 7 Tanda Gila Belanja!

Belanja memang menjadi aktivitas menyenangkan. Namun jika sudah tidak terkontrol lagi, maka akan berdampak negatif. Sebelum itu menimpa Anda, mari kenali 7 tanda gila belanja.

women love shoes

Tak sedikit wanita ataupun pria gemar belanja. Mulai dari jalan-jalan ke pusat perbelanjaan sambil cuci mata hingga kepincut beberapa barang menarik. Atau jari tangan naik-turun menggeser smartphone melihat toko online yang menjual berbagai produk menggiurkan.

Namun jika belanja sudah tidak terkendalikan oleh nafsu diri alias gila belanja, maka bisa berdampak negatif bagi diri sendiri, bahkan bisa merugikan orang lain.

Misalnya utang kartu kredit menumpuk, kehabisan uang di pertengahan bulan, bertengkar dengan pasangan, berhalusinasi soal pendapatan, bahkan bisa membenci siapapun yang tidak suka belanja.

Tentu Anda tidak ingin hal tersebut menimpa diri, bukan? Oleh karenanya, Anda perlu berhati-hati. Kenalilah 6 tanda gila belanja berikut ini agar bisa segera mencari jalan keluar dan tidak semakin diperalat oleh nafsu belanja.

1. Menjadikan Belanja Sebagai Penghilang Stres

shopping to avoid stress

Memang alasan yang masuk akal. Namun, jika Anda menganggap belanja adalah satu-satunya jalan keluar untuk menghilangkan rasa stres, itu merupakan pertanda gila belanja. Aktivitas belanja tersebut juga sudah menjadi semacam kecanduan.

Belanja sering dijadikan senjata ampuh meskipun tidak memiliki uang. Padahal banyak cara menghilangkan stres selain dengan melalui belanja, misalnya tidur, melakukan hal-hal murah saat kantong tipis, jogging, makan sehat, dan lain-lain.

2. Perasaan Sangat Senang

Apakah Anda merasa sangat senang setelah berbelanja? Jika iya, berarti Anda adalah seorang gila belanja.

Biasanya, orang kecanduan belanja akan merasa senang luar biasa saat berhasil mendapatkan barang yang sudah diincarnya. Padahal, belum tentu barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

3. Merasa Bersalah

women regrets past

Tanda gila belanja juga terlihat apabila sadar telah berlebihan mengeluarkan uang tunai atau menggunakan kartu kredit.

Hal tersebut menandakan bahwa Anda merasa bersalah setelah perasaan sangat senang itu hilang. Bahkan, Anda pun akan menyembunyikan daftar belanjaan atau barang yang baru dibeli tersebut dari orang-orang terdekat.

Baca juga: Cara Belanja Hemat untuk Anda yang Bergaji 2 Juta

4. Menggunakan Banyak Kartu Kredit untuk Belanja

Kini, belanja semakin mudah berkat adanya kartu kredit. Saking mudahnya, terkadang belanja menggunakan kartu kredit menjadi tidak terkendali.

Bahkan ada yang memiliki banyak kartu kredit dengan harapan belanja bisa lebih hemat. Namun kenyataannya, masalah akan lebih berat lagi ke depannya, yaitu membayar tagihan kartu kredit lebih banyak.

5. Memposisikan Belanja di Atas Segalanya

women shoping in group

Pernahkah berpikir lebih baik tidak makan daripada tidak jadi membeli barang incaran? Jika iya, itu sudah merupakan tanda gila belanja. Padahal, jika tidak makan bisa menabung penyakit yang akhirnya menambah pengeluaran keuangan juga, bukan?

6. Saat Orang Sekitar Terus Bertanya “Belanja Apa Lagi?”

Orang sekitar (orang tua, pasangan, teman, atau lainnya) adalah orang paling sering memperhatikan Anda. Jadi saat di antara mereka terus bertanya, “Belanja apa lagi?” itu berarti bahwa Anda sudah hampir kelewat batas belanja.

7. Tak Pernah Merasa Puas

women shopaholic online shop

Ketika tahu bahwa sudah menghabiskan banyak uang untuk belanja pakaian, tetapi merasa tak ada yang bagus atau bisa dipakai? Ini juga bisa merupakan pertanda bahwa sudah gila belanja.

Cara Mengatasi Gila Belanja

Lantas, bagaimana jika sudah masuk kategori orang gila belanja? Penanganan kecanduan belanja dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan sumber masalahnya. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk meredakan kecanduan belanja:

  • Terima kenyataan bahwa sedang bermasalah dengan hasrat berbelanja.
  • Hindari berbelanja seorang diri. Mintalah orang untuk mengingatkan jika mulai belanja lebih dari yang dibutuhkan.
  • Berkonsultasilah kepada seorang psikolog untuk mendeteksi apa masalah yang melatarbelakangi perilaku gila belanja.
  • Kerabat, pasangan, ataupun teman dekat perlu membantu mengambil kendali atas pengeluaran dana si gila belanja.
  • Jalani konseling dan terapi agar si gila belanja dapat belajar mengontrol dorongan dan mengenali pemicu kecanduan belanja.
  • Si gila belanja dapat belajar tentang manajemen keuangan dan belajar mengadopsi gaya belanja sehat.
  • Obat-obatan, seperti obat antidepresan, dapat digunakan jika sumber masalah gila belanja ternyata adalah depresi.
  • Terapis dapat membantu menangani pecandu dengan terapi perilaku kognitif.

Waspadalah terhadap tanda-tanda gila belanja di atas. Menyadari akan pentingnya belanja cerdas, cermat, dan sehat pasti bisa dilakukan dengan pengendalian nafsu belanja.

Baca juga: Jebakan Belanja yang Membuat Anda Lebih Boros

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama