Jebakan ‘Hemat’ yang Menghabiskan Uang

Hati-hati terhadap tiga jebakan 'hemat' ini. Anda menganggap itu dapat berguna untuk menghemat pengeluaran, tetapi justru membuat Anda lebih banyak menghabiskan uang.

save money button

Nasehat keuangan yang mengajarkan kita untuk hidup hemat pasti sudah sering Anda dengar ataupun membacanya di beberapa artikel. Namun ada beberapa perilaku yang dianggap dapat menghemat tetapi justru malah lebih banyak menghabiskan uang.

Beberapa perilaku tersebut dianggap dapat memperkecil pengeluaran Anda. Tetapi, perilaku itu ternyata hanya membuat Anda terjebak dalam kesalahan, dengan maksud ingin berhemat dan hidup sederhana tetapi malah membuat Anda lebih boros.

Perilaku seperti apakah itu? Hal-hal yang ternyata Anda anggap dapat lebih menghemat pengeluaran tetapi salah dan menjebak Anda semakin boros. Berikut ini adalah 3 contoh jebakan ‘hemat’ yang justru membuat lebih banyak menghabiskan uang.

1. Membeli Barang Kualitas Murah

shopping online button keyboard

Membeli barang-barang dengan harga yang lebih murah untuk barang tertentu memang bisa diterapkan. misalnya Anda tidak membutuhkan membeli sandal jepit mahal bila ada yang murah untuk digunakan di rumah. Pakaian di mall lebih murah dan cukup dibanding pakaian di butik.

Perilaku itu bisa Anda terapkan untuk lebih menghemat pengeluaran. Namun untuk hal lain, kualitas barang harus tetap diperhatikan. Jangan membeli sesuatu dengan hanya fokus pada barang berharga murah.

Ada hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih barang yang mahal atau murah. Untuk jenis barang tertentu, barang yang berharga lebih mahal justru lebih menghemat. Karena barang murah yang bisa digunakan hanya sebulan dengan barang sedikit lebih mahal tetapi bisa digunakan setahun akan membuat nilai barang tersebut jauh lebih murah.

Jangan beli barang murahan yang akhirnya tidak berfungsi baik. ’Ada harga ada rupa’, ingatlah hal ini ketika membeli barang-barang penting. Contohnya seperti elektronik barang yang lebih murah bisa jadi lebih cepat rusak sehingga harus keluar biaya servis, bahkan membeli barang baru

Belilah barang berkualitas, umumnya tahan lama, biaya lebih mahal, namun dalam jangka panjang lebih hemat karena tidak gampang rusak. Telitilah dalam membeli, mengeluarkan lebih untuk menghemat lebih banyak tidak ada salahnya.

Baca juga: Disini, Anda Bisa Belanja dengan Harga Murah

2. Diskon dan Bonus Gratis

vector sale shopping

Asalkan cermat dan teliti dalam memperhitungkan diskon dan promosi ketika berbelanja, hal ini dapat menghemat anggaran belanja Anda. Namun kadang kala diskon dan bonus gratis malah menjebak pembeli menjadi lebih boros.

Contoh kasusnya seperti ini, Anda menahan diri untuk membeli baju yang dipikir mahal harganya, sekitar Rp300ribu. Kemudian mencari-cari barang lain yang dianggap harganya lebih bagus. Sebab Anda mendapatkan potongan diskon 50% dari harga sebelumnya Rp800 ribu.

Tanpa perhitungan karena merasa suka dengan baju tersebut Anda yakin telah menghemat setengah harga dari harga awal Rp800 ribu menjadi Rp400 ribu. Namun benarkah sudah berhemat? Diskon yang besar tidak menjamin belanja menjadi lebih hemat. Anda malah mengeluarkan uang lebih banyak karena lupa membandingkan dengan harga yang lain.

Selain itu berhati-hati juga dengan tawaran bonus gratis. Sering kali produsen gemar menawarkan beragam paket penjualan yang diiming-imingi bonus gratis, seperti gratis ongkos kirim, beli 2 gratis 1, atau gratis undian doorprize/ voucher untuk pembelin dalam jumlah tertentu.

Kata-kata 'gratis' ini sering menjebak para konsumen dalam ketakutan 'tak mau rugi' sehingga mereka akhirnya malah mengeluarkan uang lebih demi mendapatkan yang bonus gratis.

3. Makin Banyak Makin Murah

buy 1 get more

Jangan beranggapan hanya karena harga lagi murah, Anda dapat membeli barang dalam jumlah banyak. Hindari pembelian yang sia-sia. Selain itu anggapan membeli barang dengan jumlah yang lebih banyak semakin murah juga salah.

Seperti misalnya buah kalengan 500 gram seharga Rp15 ribu dibandingkan buah kalengan 1000 gram hanya Rp25 ribu. "Wah beli yang besar jauh lebih murah. Bisa dipakai juga untuk pesta koktail selanjutnya".

Maka godaan di balik penawaran 'makin banyak, makin murah’ bisa membuat Anda membeli lebih banyak dari daftar belanja. Jika awalnya yang dibutuhkan hanyalah yang berukuran mini maka perilaku seperti ini hanya akan menjebak Anda untuk mengeluarkan anggaran lebih besar.

Biasakan selalu membeli sesuai dengan kebutuhan, sehingga Anda akan berbelanja sesuai dengan list belanja yang telah Anda buat di rumah. Ingat, murah saat membeli satu barang, berubah menjadi keluar uang lebih besar saat Anda membelinya dalam jumlah yang lebih besar.

Baca juga: 5 Kartu Kredit Untuk Menghemat Bahan Bakar

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama