Jangan Takut Memberi Uang Jajan untuk Anak Anda

Sebagai orang tua kadang kita tidak terlepas dari memberikan uang jajan bagi anak Anda. Namun banyak orang tua tidak mengetahui manfaat lain dari memberikan uang jajan yang juga dapat dikategorikan sebagai pembelajaran bagi anak terhadap ilmu finansial.

  1. mengenal fungsi uang
  2. mengajarkan pengelolaan keuangan
  3. sisakan uang untuk ditabung

Pada saat anak Anda mulai beranjak besar dan telah bersekolah (SD), Anda sebagai orang tua akan berpikir cukup keras untuk mengaplikasikan ilmu keuangan. Hal yang paling jelas dalam memberikan interaksi anal Anda dengan ilmu keuangan ialah uang jajan. Tiap anak yang telah bersekolah sudah tidak asing lagi dengan uang jajan. Bagi kebanyakan orang tua, pemberian uang jajan merupakan sebuah pengeluaran khusus yang secara rutin menjadi biaya yang dimasukan kepada pembiayaan sekolah anak. Besaran uang jajan pun yang diberikan tiap orang tua anaknya berbeda-beda sesuai dengan kemampuan finansial orang tuanya. Bahkan antara anak yang berbeda umur pun juga uang jajan yang diberikan akan berbeda.

Biasanya orang tua memberikan anaknya uang jajan setelah masuk ke usia dimana anak tersebut mulai dapat berhitung seperti mulai dari kelas 3 SD. Hal tersebut cukup penting mengingat jika anak Anda diberikan uang jajan tanpa mengetahui bilangan nominal yang akan ia belanjakan, hal tersebut akan menjadi pemborosan dan yang lebih parahnya dapat mempengaruhi cara berpikir dan sikap seorang anak dalam menggunakan uang.

Pemberian uang jajan bahkan kadang menjadi persoalan yang berat jika orang tua tidak dapat mengontrol keinginan uang jajan yang diberikan kepada anaknya. Pada beberapa orang tua sampai-sampai terlalu “pelit” untuk memberikan uang jajan karena takut anaknya nantinya akan bersikap konsumtif. Cukup wajar memang jika ada penilaian tersebut, mengingat bukan hanya anak saja yang sulit mengatur keuangan, kita pun sebagai orang dewasa terkadang ada yang merasakan hal tersebut.

Terlepas dari dampak buruk dihasilkan diatas, pemberian uang jajan kepada anak justru memiliki manfaat yang justru baik bagi anak Anda dari sisi finansial. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat dibawah ini.

Mengenal Fungsi Uang

Bagi anak yang masih belum terlalu besar, atau semasa Sekolah Dasar (SD), pengenalan fungsi uang dapat diperkenalkan pada penggunaan uang jajan. Fungsi uang sebagai alat tukar yang sah secara ekonomi akan dipraktekan oleh anak Anda disaatmembeli makanan atau minuman di sekolah. Disaat yang bersamaan, anak Anda juga akan dikenalkan bagaimanaberhitung disaat transaksi.

Mengajarkan Pengelolaan Keuangan

Ketika anak Anda memegang uang jajan yang Anda berikan, otomatis ia akan berusaha menggunakan uang dengan baik. Sebagai orang tua, Anda pun harus bersikap tegas dengan hanya memberikan nominal uang yang Anda berikan tiap harinya, tanpa harus ditambahkan nominalnya. Hal tersebut bertujuan untuk mengontrol keinginan anak Anda yang masih sulit untuk menahan godaan untuk membeli barang-barang yang ia inginkan. Disaat yang bersamaan, Anda dapat menyarankan kepada anak Anda bahwa ia harus membeli barang yang merupakan menjadi kebutuhan untuknya.

Sisakan Uang untuk Ditabung

Dengan membeli barang sesuai kebutuhan, seorang anak akan menggunakan uang dengan efektif sehingga dapat mencegah keborosan. Anda sebagai orang tua dapat mengajarkan kepada anak Anda bahwa tiap uang jajan yang diberikan harus disisakan untuk ditabung. Tidak jadi soal mengenai seberapa besar persentase yang tersisa dari uang jajan, yang terpenting ialah ia dapat mulai mempraktekan gaya hidup yang hemat. Untuk awalnya, Anda dapat mengiming-imingi anak Anda bahwa fungsi menabung ialah untuk mengumpulkan uang guna nantinya dapat dibelikan barang yang diinginkannya, misal mainan, sepeda dan barang-barang idaman lainnya.

Melihat kondisi-kondisi diatas, harusnya Anda sebagai orang tua memperoleh pertimbangan terhadap manfaat dari pemberian uang jajan bagi anak Anda. Dengan keuntungan-keuntungan yang diperoleh diatas, bisa jadi anak Anda dapat menjadi individu yang efisien dan efektif dalam menggunakan secara dini. Hal senada juga dikeluarkan oleh Janet Bodnar, wakil pemimpin redaksi kanal Personal Finance di Kiplinger yang menyatakan bahwa "Memberikan uang saku pada anak akan menjadi sarana manajemen keuangan terbaik yang bisa Anda terapkan pada anak,". Bagaimana? Berani mencoba?

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama