Ini Dia, Perempuan dan Keuangannya

Tahu enggak sih cara mengetahui kondisi keuangan seorang wanita? Keuangan wanita berusia 20 tahun-an beda lho dengan wanita usia 30 tahun-an. Apa sih cirinya?

ini dia perempuan dan keuangannya

Sobat GoGo, tahu enggak sih, biasanya cewek usia 20 tahun-an lagi meniti karier. Ada juga yang lagi dapat pekerjaan pertama. Di usia ini, cewek sudah mulai punya penghasilan sendiri nih. Seiring usia, kebutuhan finansialnya pun akan berubah. Faktornya ada banyak, misalnya lajang atau berpacaran. Sebagai cewek, semakin ingin tampil cantik, semakin tinggi kebutuhan keuangannya. Benar kan?

Kebutuhan keuangannya pun semakin meningkat setelah menikah. Lalu, melahirkan, menyekolahkan anak, hingga masuk masa pensiun. Permasalahannya dimulai di sini nih. Masuk masa pensiun, wanita sudah tidak lagi produktif. Kenapa? Itu karena ia tak lagi punya penghasilan seperti masa produktif sebelumnya. 

Solusinya? Gampang. Cewek sebenarnya harus punya perencanaan keuangan yang tepat. Dengan perencanaan itu, seorang wanita bisa punya kondisi keuangan lebih baik, meski tak lagi produktif. For your information, sebenarnya ada hubungannya lho usia cewek dengan kondisi keuangannya. Nah, di bawah ini rangkumannya.

  •  Lajang usia 20-30 tahun

Disarankan sih kamu mulai kenal kondisi keuangan diri sendiri pas lagi meniti karier. Istilahnya, jangan lupa diri dengan gaji pertama deh. Bikin perencanaan keuangan kamu saat masih produktif. Belanja boleh, tapi cek dulu berapa besaran pengeluaran kamu, misalnya pinjaman pribadi, tagihan kartu kredit, biaya transportasi sehari-hari, atau bantu memenuhi kebutuhan keluarga. Sisihkan juga untuk keinginan pribadi kamu, misalnya ingin punya motor matic sendiri, laptop, sepatu, atau pergi liburan bareng pacar. Idealnya, alokasikan 10% untuk tabungan kamu sendiri.

  •  Pasangan usia 25-35 tahun

Ada yang sudah married kan? Kamu dan pasangan harusnya punya penghasilan yang bertambah. Kenapa? Karena biasanya pengeluaran pribadi jadi lebih hemat karena ditanggung bersama. Coba deh mulai cari tahu investasi, atau produk perbankan, yang sesuai kebutuhan, misalnya asuransi pendidikan untuk anak. Utamakan juga asuransi untuk suami kamu sebagai kepala keluarga.

Ini nih yang paling sering terjadi. Dua kepala dalam satu rumah pasti memiliki kebutuhan dan keinginan berbeda. Coba dikomunikasikan, dan tetapkan tujuan jangka panjang kamu berdua. Misalnya, persiapan kehamilan dan persalinan. Jangan lupa juga bikin prioritas pendidikan dan kebutuhan untuk anak.

  •  Pasangan usia 30-40 tahun dengan anak.

Di usia ini, kamu dan pasangan harusnya sudah mahir membedakan kebutuhan dan keinginan. Banyak lho pasangan yang rewel hanya karena ini, sekalipun mereka banyak duit. Coba dikomunikasikan, mana sih yang harus diprioritaskan; cicil rumah, mengangsur mobil impian, berwisata bersama, atau menyenangkan anak? 

Sebagai cewek, pastikan keluarga kecil kamu punya tabungan dan investasi. Pilih dengan bijak mana yang lebih menguntungkan ya. Di usia ini, pastikan kamu sudah tahu gimana sih rencana pensiun kamu nantinya. 

Oke, satu hal lagi, coba kamu bikin rencana dana cadangan, atau tabungan. Itu agar nanti bisa dijual kembali kalau kamu mengalami kondisi tak terduga; misalnya sakit kritis, PHK, atau terpaksa bercerai. Sebagai cewek, kamu juga perlu mandiri secara finansial kan!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama