Ini Dia, 'Keuntungan' Finansial Memiliki Anak di Awal Pernikahan

Memiliki anak memang berkah. Namun apa saja sih 'keuntungan' finansial jika kita memiliki buah hati di awal pernikahan? Kami mencoba mengulasnya.

Selamat ya, bagi Anda pasangan muda yang baru saja melangsungkan pernikahannya bulan ini. Atau, di antara kita ada yang baru seminggu nikah nih?

Sebagai pasangan muda, tentu cinta Anda sedang hangat-hangatnya kan? Bagi sebagian besar masyarakat kita, cinta yang masih membara tersebut tentu akan melahirkan buah hati yang lucu, imut, dan menggemaskan. 

Anak yang lucu, imut, dan menggemaskan, itulah yang bisa membuat semangat kerja di kantor menjadi lebih berapi-api. Tentu saja, kegiatan mencari uang adalah untuk anak. Apa pun dilakukan agar anak bisa sekolah dan mengkonsumsi makanan sehat yang terbaik.

Tapi ada beberapa hal yang mesti kita cermati. Apa itu? Memiliki buah hati di awal pernikahan ternyata memberikan dampak positif terhadap finansial ke depannya. Di bawah ini beberapa ulasannya.

Lebih Kreatif

Ini memang tergantung dari individunya masing-masing sih. Tapi kata orang, memiliki anak di usia muda akan mendorong para orang tuanya untuk lebih kreatif. Walau Anda sudah memiliki buah hati di usia muda, katakan saja di kisaran 20-30-an, anak tercinta membuat kita terpacu untuk tetap menghasilkan uang dengan selalu aktif bekerja. 

Bahkan bagi beberapa orang, demi anak, ayah di usia muda akan menjadi lebih termotivasi untuk mencari penghasilan tambahan, misalnya membuka bisnis kecil-kecilan.

Di daerah di Indonesia, misalnya Sumatra, ada ayah di usia muda sudah membuat batik yang cocok untuk dipakai untuk anak usia 5-10 tahun. Sang ayah sudah membuat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk bisnis kecilnya tersebut, misalnya dengan membuka toko online pertamanya. Dengan begitu, Anda memiliki cara lain untuk meningkatkan pendapatan.

kreativitas berbisnis bersama anak

Semakin besar tingkat permintaan terhadap produk, semakin besar juga skala usaha yang dikembangkan. Maka, tingkat keahlian si pemilik usaha pun akan semakin bertambah. Makin tahu Marketing, Akunting, bahkan Keuangan. Semakin tinggi juga kesempatan bisnis tersebut untuk berkembang lebih besar. Ini namanya mencari uang dengan cara santai.

Tidak hanya para ayah, kreativitas ini juga berhubungan erat dengan sang ibu muda. Sebagian besar para ibu muda memulai usaha kecil-kecilan dari bisnis belanja online, berjualan kue, hingga menjadi penulis lepas. 

Ada yang unik tentang ibu yang berprofesi menjadi penulis. Tahu J.K. Rowling? Konon karena si ibu tidak sanggup membeli buku cerita untuk menidurkan anaknya, ia malah membuat cerita karangan sendiri. Semakin kreatif kan?

Risiko Komplikasi Berkurang

Bingung ya yang dimaksud "komplikasi" di sini apa? Nggak usah bingung. Yang penulis maksud di sini adalah bukanlah komplikasi keuangan, melainkan komplikasi penyakit yang hinggap di tubuh kita. Menurut riset, apabila seorang wanita hamil memiliki anak di usia muda, si ibu terhindar dari segala penyakit yang biasanya menyerang kaum wanita ketika mengandung sang buah hati. 

Beberapa penyakit itu misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, juga stres. Penyakit-penyakit itu akan menjadi lebih minim menyerang kaum wanita yang hamil, yang usianya di bawah 30 tahun. Jadi jika Anda seorang wanita yang berusia 20-an tidak ada salahnya sebenarnya merencanakan kehamilan.

Lho, keuntungan finansialnya di mana? Keuntungan yang dimaksud di sini tentu bukanlah yang bersifat keuntungan langsung secara finansial. 

'Keuntungan' yang dimaksud di sini adalah Anda dan pasangan tidak perlu mengeluarkan biaya berlebih untuk pengobatan akibat munculnya risiko komplikasi penyakit. 

Jadi dalam hal ini, menikah di usia muda, bukan saja Anda dan pasangan yang sehat, tapi juga kondisi dompet juga ikut 'sehat'.

Kecuali, ya kembali ke individunya masing-masing. Kalau orang tuanya tidak menjaga kesehatan, makan makanan yang instan, ditambah kurangnya olahraga, ya bisa jadi risiko penyakit akan menjadi lebih kompleks. 

Justru cara berpikir kita masing-masing harus diubah. Misalnya, demi anak, Anda dan pasangan rutin olahraga di pusat kebugaran. Ajak juga anak untuk berenang bersama di taman air seperti Water Boom Lippo Cikarang dan Ancol.

Memiliki Waktu Banyak untuk Pensiun

Pemikiran yang masih dipegang masyarakat Indonesia adalah seperti ini, jika Anda dan pasangan memutuskan untuk memiliki anak di usia awal pernikahan, kemungkinan besar rentang usia Anda dan si buah hati tidak terlalu jauh. 

Artinya, di saat anak Anda lahir ketika Anda berusia 25 tahun (misalnya), maka ketika Anda berusia 50 tahun dan memasuki masa pensiun, sang buah hati sudah berusia 25 tahun. Besar kemungkinan si anak sudah bekerja dan menghasilkan uang sendiri.

Bahkan, ada yang sudah mulai terjun ke dunia kerja saat usia 20 tahun setelah selesai mengenyam bangku kuliah. Dan ini lebih keren, di usia 20-an, si anak sudah mulai bisa menciptakan peluang kerja bagi orang lain. Maksudnya adalah membuat usaha kecil-kecilan sendiri, yang bisa dimulai dari hobi

Dan jika hobinya mulai menjadi besar, dan ketika permintaan mulai meningkat, maka semakin besarlah bisnis yang sudah sang anak mulai. Bayangkan jika anak tersebut bisa memberikan sebagian penghasilannya untuk membantu orang tua?  Jadi jangan heran, ini adalah suatu 'keuntungan' finansial bagi Anda dan pasangan yang ingin berencana memiliki buah hati lebih awal.

Anda tidak perlu lagi bekerja keras membiaya kebutuhan sehari-hari. Tapi jangan menjadi orang tua yang tidak tahu diri juga. Ajar anak Anda bersama pasangan untuk tahu sejak diri bagaimana mengatur keuangan sehari-hari. Misalnya cara bijaksana menggunakan e-money. Itu baru luar biasa!

Segitu dulu aja ulasan singkatnya. Ajarkanlah yang baik bagi anak-anak. Selamat menjadi orang tua baru ya!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama