Ini 5 Tanda Gaya Hidup Tidak Sesuai Gaji

Untuk memenuhi gaya hidup, tanpa sadar kebutuhan itu sudah melebihi kemampuan finansial yang dimiliki. Agar dapat mengetahuinya kenalilah tanda-tanda berikut ini pada pola hidup Anda.

savings vs cost

Keinginan untuk hidup lebih baik dari kondisi finansial saat ini merupakan hal yang diimpikan setiap orang. Untuk itu setiap orang berjuang dan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, banyak di antara mereka terjebak dalam gaya hidup yang berlebihan ketika kondisi finansial terpenuhi.

Sebuah riset dari Kadence Internasional Indonesia pada 2015 menemukan data bahwa 28 persen orang Indonesia memiliki kebiasaan gaya hidup konsumtif yang tidak sehat. Artinya, pengeluaran mereka lebih besar daripada penghasilannya.

Banyak orang terlena dengan gaya hidup serba glamor, yang lebih parah gaya hidup mereka melebihi kemampuan finansial yang dimiliki. menerapkan cara hidup "besar pasak daripada tiang", atau lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan.

Lalu bagaimanakah dengan Anda? Apakah saat ini kondisi finansial Anda sudah mencukupi gaya hidup atau malah justru gaya hidup tidak sesuai gaji. Sehingga gaji selalu saja kurang. Untuk mengetahuinya ada beberapa tanda yang bisa dilihat.

Mengutip Business Insider, berikut tanda-tanda yang harus dicermati apabila gaya hidup Anda sudah melampaui kemampuan yang ada:

1. Menabung Terlalu “Dikit”, Tak Punya Dana Cadangan

saving less high demand

Idealnya seseorang dianjurkan untuk menyisihkan gaji yang diperoleh setiap bulannya sebesar 10 persen untuk hari tua mulai sejak usia 25. dana cadangan yang perlu kita memiliki di tabungan adalah paling tidak enam kali total pendapatan bulanan.

Namun, tak dapat dipungkiri, hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Demi memenuhi gaya hidup banyak orang tidak mempersiapkan tabungan atau menabung terlalu sedikit. Akibatnya Anda tidak memiliki dana cadangan untuk masa depan.

Center for Retirement Research at Boston College menghitung bahwa jika seseorang menabung sejak usia 25 dan pensiun di usia 70 tahun, ia perlu menyisihkan pendapatan minimal 7 persen supaya mencapai keuangan yang stabil. Kalau mau pensiun lebih awal di usia 65, maka sisihkanlah 15 persen dari gaji Anda setiap bulan.

2. Tagihan Kartu Kredit Berlebihan

Menggunakan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari merupakan cara yang sering dilakukan. Terlebih lagi saat ini kartu kredit menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Tidak ada salahnya memanfaatkan kartu kredit untuk setiap transaksi.

Namun hal ini perlu menjadi perhatian besar apabila Anda sudah sangat sering menggunakannya untuk membeli barang kebutuhan. Saking seringnya, tagihan kartu kredit pun makin besar dan membuat Anda semakin kesulitan membayar.

Akibat buruknya adalah Anda tidak mampu melunasi utang kartu kredit tersebut sehingga mencari cara lain untuk menutupi utang kartu kredit dengan utang lagi. Inilah cara yang salah, kartu kredit akan berguna jika penggunaannya tepat namun jika gaya hidup Anda terlalu berlebihan akan menjadi boomerang pada kondisi keuangan.

Baca juga: 5 Cara Cerdas Untuk Menyiasati Tagihan Kartu Kredit

3. Tidak Mengatur Keuangan

start calculate your financial

Banyak orang yang malas untuk mengatur keuangan dan membuat anggaran dari pemasukan finansial yang di dapat. Beberapa dari mereka pun tidak peduli dengan kondisi manajeman keuangannya. Ini merupakan hal buruk yang menjadi tanda orang tersebut telah memiliki gaya hidup berlebihan.

Tidak adanya rencana keuangan membuat pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Anda lebih suka hidup bermewah-mewah, padahal gaji tidak mencukupi gaya hidup tersebut. Menurut survei dari Country Financial Survey (CSF) di Amerika Serikat pada 2012, Lebih dari 52 persen responden menghabiskan uang di atas gaji bulanannya.

Artinya, mereka membiayai hidupnya dari utang. Hanya sekitar sembilan persen responden yang menyesuaikan gaya hidupnya sesuai dengan pendapatan mereka.

4. Mudah Tergoda Oleh Barang Atau Cicilan Tanpa Bunga

Ada beberapa orang yang memaksakan diri untuk mendapatkan barang yang diinginkan sehingga penawaran cicilan tanpa bunga sering kali menggoda mereka. Anda bisa membeli barang impian dengan cara mencicil namun Anda bisa membayar cicilannya tanpa bunga, dan sebagainya.

Anda berfikir jika ini adalah penawaran yang sangat menguntungkan, terlebih lagi barang yang Anda impikan bisa dimiliki. Jika menggunakan fasilitas ini untuk barang-barang yang memang dibutuhkan tentu tidak ada salahnya.

Tetapi jangan mengambil risiko, hanya dengan membayangkan apakah Anda mampu membayarnya belakangan dan kalap untuk mengambil banyak cicilan. Seolah-olah dengan cicilan tanpa bunga harga barang menjadi sangat murah sehingga Anda lupa pada kebutuhan sebenarnya.

5. Terlalu Sering Mengeluarkan Uang

Untuk memenuhi gaya hidup, Anda jadi terlalu sering mengeluarkan uang. Saking seringnya, Anda justru harus menunggu pemasukan sebelum dapat melunasi tagihan yang ada. Sebelum hal ini terjadi, Anda dapat menanggulanginya dengan menekan pengeluaran dan memperbaiki pola hidup yang selama ini dijalani.

Jadi untuk menilai gaya hidup Anda sudah mencukupi atau malah tidak sesuai dengan gaji yang diperoleh coba lihatlah tanda-tanda diatas dalam pola hidup Anda.

Baca juga: Mengintip Cara Hidup Hemat 5 Milyader Dunia

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama