Fungsi dan Cara Menyiapkan Dana Darurat

Dana darurat sangat diperlukan disaat mendesak, bangaimana cara menyiapkan dana darurat dan apa saja fungsinya? Simak artikel kami dibawah ini

tabungan dana darurat

Dana darurat merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan, sebab kehidupan tidak bisa ditebak jika keadaaan sedang menurun dan kebutuhan meningkat maka pos dana darurat ini dapat diandalkan. 

Darurat di sini adalah kebutuhan yang tidak disangka-sangka datangnya, baik jumlah maupun waktunya. Karena sulit untuk memprediksi berapa besarnya dan kapan dana tersebut dibutuhkan, maka dana darurat ini perlu disiapkan dari awal dan merupakan tujuan finansial yang skala prioritasnya tinggi. 

Tetapi banyak juga orang yang menganggap remeh dan kadang tidak mempersiapkan dana darurat. Dana darurat kita dapat dengan menyisihkan sekian persen dari pendapatan kita. Besaran dana darurat untuk setiap orang tentunya berbeda-beda sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing.

Maka perhitungan Dana Darurat ini biasanya menggunakan asumsi sekian kali biaya hidup bulanan. Misalnya sebagai berikut :

Lajang 4x biaya hidup bulanan

Menikah 6x biaya hidup bulanan

Memiliki 1 anak9x biaya hidup bulanan

Memiliki 2 anak atau lebih 12x biaya hidup bulanan

Freelancer / Self employed / Small Business Owner 12x biaya hidup bulanan

Berdasarkan asumsi perhitungan dana darurat diatas Anda bisa menentukan target dana darurat yang harus dikumpulkan.

Fungsi Dana Darurat

fungsi dana darurat

Fungsi utama dana darurat adalah untuk memenuhi kebutuhan mendesak khususnya dalam keadaan genting. Kebutuhan dana darurat bisa bermacam-macam. Contoh-contoh keadaan genting yang membutuhkan dana darurat misalnya: perbaikan kendaraan atau rumah yang butuh dana besar.

Membayar biaya berobat jika Anda ataupun anggota keluarga ada yang sakit, kecelakaan kendaraan dan membutuhkan dana untuk biaya rumah sakit, ataupun kecelakaan kerja yang tidak dapat diperkirakan.

Ada juga jika perusahaan tempat Anda bekerja mengalami kebangkrutan sehingga terjadi pemutusan kerja atau PHK, acara-acara mendadak atau ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Melihat dari fungsinya dana darurat tidak boleh digunakan jika memang tidak ada kebutuhan yang mendesak. Dana darurat sebaiknya dipisahkan pada rekening tersendiri .

Bagaimana Cara Mempersiapkan Dana Darurat?

Simpanan Dana Darurat

Lantas bangaimana cara mempersiapkan dana darurat berdasarkan penghasilan yang dimiliki? Anda bisa mengikuti langkah berikut ini:

1. Ketahui posisi penghasilan dengan pengeluaran rutin setiap bulan. Sisihkan pendapatan segera setelah gaji diterima di awal bulan kedalam berbagai pos pengeluaran termasuk pos dana darurat. Meskipun tidak ada persentase pasti, usahakan minimal 5-10 persen dari pendapatan

2. Untuk melatih kedisiplinan terapkanlah dana darurat sebagai “utang” yang harus dicicil setiap bulan. Agar mencapai target dan memudahkan Anda, cobalah untuk memilih tabungan berjangka yang biasanya di debit dari rekening tabungan secara otomatis setiap bulannya.

3. Agar dana darurat cepat terkumpul, mulailah mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu mendesak. Terkadang pengeluaran jenis ini yang menjerumuskan kita untuk lebih konsumtif.

4. Anda juga bisa mengumpulkan dana darurat dari uang receh sisa pembelanjaan atau bonus tahunan. Meskipun angkanya kecil, bila dikumpulkan, uang receh dan sisa bonus ini juga bisa menjadi tabungan yang lumayan untuk disimpan sebagai dana darurat.

5. Batasi akses Anda terhadap rekening dana darurat.

6. Terakhir lakukan evaluasi jumlah pengeluaran dan pendapatan setahun sekali dan buatlah revisi anggaran dana darurat sesuai dengan kondisi saat itu

Alokasi Dana Darurat

Alokasi dana darurat

Menyimpan dana darurat ini sebaiknya berlapis tidak hanya disimpan dalam bentuk tabungan. Jika hanya di tabungan akan berbahaya sebab Anda akan mudah tergoda untuk menggunakannya.

Jadi selain disimpan di tabungan, Anda juga bisa mengalokasikan dana darurat pada produk-produk keuangan yang mudah diambil, aman dan tidak bersifat spekulatif. Contohnya seperti produk deposito, reksadana pasar uang, reksadana campuran, dan emas/logam mulia.

Setidaknya ada satu yang disimpan di tabungan yang bersifat liquid, jika dalam kondisi darurat atau tidak memiliki penghasilan, Anda dapat menggunakan dana yang ada di tabungan. Jika bulan berikutnya masih membutuhkan uang, barulah mencairkan Deposito.

Kemudian Reksadana Pasar Uang. Emas / Logam Mulia dalam portofolio ini memiliki fungsi sebagai lindung nilai dan akan dicairkan terakhir. 

Nah, dari penjelasan diatas sudah siapkah Anda untuk menyiapkan dana darurat?

Baca juga : 3 Fasilitas Kartu Kredit untuk Dana Darurat

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama