Cerdas Atur Pengeluaran Bulanan dengan Sistem 50-30-20

Mengatur pengeluaran bulanan selalu bikin pusing. Butuh konsentrasi jika tak ingin besar pasak daripada tiang. Simak tips cerdas yang mudah dan cepat dari kami!

Beberapa orang kerap menemukan kesulitan dalam mengatur anggaran setiap bulan. Butuh ketepatan, agar tidak salah hitung dan berujung pada pengeluaran yang membengkak.

Ada banyak cara dalam membuat perencanaan keuangan. Meski begitu, memang tidak semua bisa cocok digunakan.

Salah satu strategi yang bisa Anda coba adalah sistem 50-30-20. Sistem ini bisa diterapkan untuk segala kalangan. Mulai dari mahasiswa, eksekutif muda, pekerja kantor, freelancer, hingga ibu rumah tangga.

Caranya sangat mudah untuk dipahami. Mari kita simak!

Setengah Pendapatan untuk Kebutuhan Primer

Setelah Anda menerima gaji, langkah pertama adalah langsung menyisihkan 50% sebagai dana kebutuhan primer. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kekurangan uang di akhir bulan, sementara Anda masih memiliki kewajiban cicilan yang belum dibayarkan.

Kebutuhan primer ini merupakan kebutuhan pokok dalam keseharian, seperti biaya makan, listrik, pulsa, uang bensin, sewa kontrakan atau apartemen, hingga termasuk cicilan yang harus Anda bayar

Baca juga: Tidak Punya Dana Darurat? 5 Hal Buruk Ini Bisa Menimpa Anda

Ya, Anda wajib menyertakan urusan cicilan ke dalam anggaran utama. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi penundaan yang bisa mengakibatkan pembengkakan tagihan.

Jika Anda sudah mengalokasikan dana 50% terlebih dahulu untuk kebutuhan primer, maka keuangan Anda akan aman selama satu bulan.

Anggaran untuk Menabung Wajib Dimasukkan

Menabung wajib dilakukan setiap bulan. Tapi, terkadang, menabung jadi kebutuhan paling terakhir setelah kebutuhan lain terpenuhi.

Bahkan, beberapa orang menabung dari sisa uang bulanan setelah dipergunakan untuk hal lainnya dengan jumlah yang selalu berubah. Parahnya, mereka tidak akan menabung jika tak ada sisa.

Oleh karena itu, mulai sekarang coba alokasikan 30% penghasilan Anda untuk tabungan. Simpan uang tersebut di dalam tabungan terpisah.

Kami sarankan untuk Anda memisahkan simpanan 30% ini dari dana dalam rekening operasional. Lebih baik lagi, jika Anda juga membedakannya dengan tabungan konvensional dan tanpa ATM. Dengan begitu, Anda tak akan tergoda untuk membelanjakan uang simpanan tersebut secara tidak sengaja.

Baca juga: 3 Fasilitas Kartu Kredit untuk Dana Darurat

Ada banyak jenis tabungan yang bisa Anda gunakan sesuai dengan profesi dan kebutuhan. Selain tabungan konvensional, Anda bisa membuka tabungan rencana seperti BCA Tahapan Berjangka yang memberikan fleksibilitas pengaturan waktu simpanan.

Tabungan rencana sangat cocok bagi para first jobber, sebab bisa memudahkan Anda berdisiplin dalam menabung. Anda tidak akan lupa untuk menabung karena uang Anda terpotong secara otomatis dari rekening tabungan konvensional dan tidak bisa diambil jika belum jatuh tempo.

Keuntungan lainnya, beberapa bank memberikan sekaligus asuransi bebas premi dengan manfaat pertanggungan hingga ratusan juta.

Pengeluaran untuk Lifestyle

Jika Anda sudah menyisihkan dana 50% untuk kebutuhan primer dan 30% untuk menabung, sisa 20% dari penghasilan Anda bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti shopping, kuliner, liburan, dan lain sebagainya.

Budget tidak bisa memenuhi gaya hidup Anda? Bisa, selama Anda mengetahui trik dalam pembagian dananya.

Salah satunya dengan memanfaatkan program promo. Biasanya, beberapa merchant bekerjasama dengan kartu kredit dalam memberikan berbagai penawaran sepeti diskon maupun yang berupa cashback.

Baca juga: Untungnya Punya Kartu Kredit Lebih Dari Satu

Contohnya, Kartu Kredit Bukopin yang kerja sama dengan Airy Rooms untuk memberikan diskon hingga Rp500 ribu bagi para pemegang kartunya.

Sebelum bertransaksi, ada baiknya Anda menelisik promo belanja, kuliner, dan traveling menarik lainnya di sini.

Setelah membaca tips dari KreditGogo di atas, semoga Anda bisa bersikap cerdas untuk mengatur pengeluaran bulanan agar jadi lebih teratur. Selamat mencoba!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama