Bulan puasa, tapi boros. Tanya kenapa?

Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, tak terkecuali rezeki. Seharusnya kita bisa berhemat, mampu mengendalikan hawa nafsu dengan tidak membeli makanan dan barang berlebihan, yang seringkali mengakibatkan pemborosan.

  1. buat anggaran
  2. kendalikan hawa nafsu
  3. belanja biasa seperti bukan bulan puasa
  4. kurangi jajan berlebihan diluar
  5. hindari hutang
  6. komitmen dengan anggaran yang dibuat

Bagi umat muslim sudah tentu bulan Ramadhan adalah momen yang paling ditunggu. Ini disebut-sebut sebagai waktu untuk “menebus dosa”, memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, mengoreksi, mengontrol diri. Untuk kata yang terakhir itu, nampaknya tidak berjalan dengan mulus, atau sama sekali tidak berjalan. Dalam konteks ini adalah urusan finansial. 

Tak luput dari segi keuangan pun mendapat perhatian lebih. Seharusnya pada saat puasa seseorang dapat menghemat pengeluaran karena jatah makannya berkurang, dari 3 menjadi 2 kali saja dalam satu hari. Seharusnya Anda bersikap pintar, dan mulai memikirkan bahwa puasa itu menjadi bulan untuk menghemat, menabung, dan berbagi terhadap sesama.

Inti dari puasa adalah menahan nafsu

Tapi apa yang terjadi justru sebaliknya. Meski hanya mengeluarkan biaya untuk makan sahur dan berbuka, justru pengeluarannya sungguh di luar dugaan. Itu dapat membengkak hingga 3 kali lipat di bulan Ramadhan. Dan kebiasaan itu semakin menjadi-jadi taktala mendekati hari kemenangan tiba, yaitu Idul Fitri. Ketika beduk Maghrib dibunyikan, orang begitu beringas mencari makanan pembuka atau takjil, entah itu sekedar cemilan gorengan, atau minuman sop buah, hingga makanan berat. Mereka sering lupa diri yang mengakibatkan kekenyangan, sehingga melupakan hal-hal penting lain yang menjadi inti dari menahan lapar, haus, dan nafsu.

Kelola pengeluaran Anda

Sering kita lihat, atau bahkan dialami sendiri ketika waktu berbuka puasa sudah tiba. Orang berbondong-bondong membeli makanan, entah itu ke warung nasi, pedagang kaki lima, hingga supermarket. Memang pada saat seperti ini ada kecenderungan masyarakat berperilaku lebih konsumtif. Adzan Maghrib menjadi ajang pembalasan akibat menahan lapar seharian. Seharusnya kita tidak bersikap seperti itu. Sudah sepatutnya kita mengontrol diri, dengan mengelola pengeluaran, dan keuangan kita dengan baik di bulan puasa, hingga hari Lebaran.

Ada baiknya Anda menyimak tips penting dari kami agar dapat lebih mengontrol diri ketika berpuasa. Karena sesungguhnya ini adalah momen yang sangat tepat untuk mengajarkan kepada anak-anak dan seluruh anggota keluarga lainnya mengenai perilaku hemat, belanja tepat, sewajarnya dan tidak berlebih-lebihan.

1. Buat anggaran

Seharusnya Anda buat setiap memasuki bulan suci Ramadhan. Rancanglah sesuai prioritas Anda untuk 1 bulan penuh. Sisihkan dana untuk belanja keperluan makan berbuka dan sahur. Usahakan Anda tidak boros dengan membeli makanan dalam jumlah yang berlebihan, karena nanti takutnya tidak termakan, dan akhirnya terbuang.

2. Kendalikan hawa nafsu

Perlu diingat bahwa bulan suci Ramadhan adalah bulan dimana umat muslim diminta melakukan pengendalian diri dari hawa nafsu yang bukan hanya menyangkut soal makan dan minum saja. Melakukan pengendalian keuangan agar tidak boros pada saat puasa adalah suatu bentuk pengendalian diri dari hawa nafsu yang merupakan bagian penting dari ibadah Ramadhan itu sendiri.

Sisihkan pula uang untuk zakat, infaq, sedekah, THR (bila perlu). Baru kemudian bila ada dana lebih, tak ada salahnya bila Anda ingin membeli baju baru untuk anak Anda yang memang harus dibeli mengingat pertumbuhan anak-anak yang sangat pesat.

3. Belanja biasa seperti bukan bulan puasa

Pada dasarnya kebutuhan makan pada bulan puasa dan bulan-bulan biasa lainnya tetaplah sama. Yang sedikit berbeda atau berubah hanya dari waktu, dan segi pola makannya saja. Usahakan Anda tetap pada jalur anggaran belanja dan pola konsumsi yang sama dengan bulan biasa, agar pengeluaran Anda tetap terkendali.

4. Kurangi jajan berlebihan di luar

Mungkin ini salah satu penyebab Anda konsumtif dan menghamburkan banyak uang. Ya, jajan berlebihan di luar. Jika mengadakan buka bersama dengan kantor 1-2 memang masih wajar, namun jika Anda melakukannya 1 minggu 4 kali, mungkin sudah sepatutnya Anda waspada akan kantong jebol. Alangkah lebih nikmat rasanya apabila Anda meluangkan banyak waktu dengan buka puasa bersama keluarga di rumah, percayalah.

5. Hindari hutang

Utang memang menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh manusia. Itu dilakukan tak lain untuk bertahan hidup. Namun, akan berbeda jika Anda berutang demi gengsi, demi membeli baju lebaran, atau Anda tidak usah memaksakan diri untuk pulang apabila keuangan tidak mencukupi, tapi malah meminjam uang agar bisa beli tiket pesawat. Hindari hal ini dengan alasan hanya untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya masih bisa dicari solusinya.

6. Komitmen dengan anggaran yang dibuat

Anda harus patuh terhadap peraturan yang dibuat oleh Anda sendiri mengenai anggaran keuangan. Hal ini dilakukan agar Anda bisa mengontrol pengeluaran dan pemasukan, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Seperti contoh, akan lebih baik tentunya apabila Anda sudah menyiapkan keperluan puasa jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan tiba, dengan keuntungan harga kebutuhan belum naik pada masa itu.

(source image)

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama