Bahaya Tak Punya Rencana Keuangan Sebelum Usia 25

Meski terdengar sepele, tidak memiliki perencanaan keuangan sejak dini ternyata bisa berdampak buruk bagi kehidupan Anda. Pahami apa saja resikonya agar Anda bisa menghindari dampaknya.

Hampir sebagian besar anak muda di Indonesia menyepelekan urusan finansial. Yang penting, terima gaji dan bisa beli barang-barang baru. Alhasil, tak banyak anak muda punya perencanaan keuangan yang baik.

perencanaan keuangan sebelum 25

Pemikiran tentang finansial pun baru mulai muncul ketika sudah menginjak usia 25 tahun ke atas. Padahal, justru kondisi keuangan Anda akan lebih sehat apabila mulai ditata sejak muda.

Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko-risiko finansial seperti berikut ini:

Gaji Habis Dua Minggu Pertama

Layaknya orang yang baru bekerja, gaji seperti uang panas di tangan Anda. Begitu menerima transfer uang, Anda tidak sabar untuk beli barang yang jadi incaran.

Jadwal makan di luar pun hampir setiap hari. Saat sadar, gaji bulanan Anda habis tak bersisa dan tidak tahu digunakan untuk apa saja. Hal ini dikarenakan Anda tak punya perencanaan keuangan sehingga alokasi dana keuangan tidak jelas.

Solusi: Mulai sekarang, cobalah untuk merincikebutuhan Anda setiap bulan. Mulai daribiaya makan, bensin, pulsa, hingga cicilan kartu kredit, KPR, serta kendaraan. Tentukan limit dan jangan lupa alokasikan dana untuk menabung dan investasi.

Utang Terus Meningkat

Perencanaan keuangan ditujukan agar tidak terjadibesar pasak daripada tiang. Tanpa adanya prioritas, pengeluaran Anda jadi tidak teratur. Bahkan, terkadang kebutuhan utama jadi dikesampingkan dengan kebutuhan sekunder.

Baca juga: Cara Mencairkan Limit Kartu Kredit Jadi Pinjaman Tunai

Anda juga bisa terjebak pada perilaku boros dengan membelanjakan uang seenaknya tanpa mempertimbangkan dampak kondisi keuangan Anda nantinya. Lambat laun pengeluaran jadi tidak terkontrol dan membuat Anda terpaksa berutang.

Solusi: Daftar tagihan yang sudah terlanjur jatuh tempo, lalu buatlah rencana untuk melunasinya. Tentukantarget waktu untuk Anda melunasi utang satu-persatu. Dengan catatan, jangan membuka utang yang baru. Setelah utang sudah lunas, Anda baru bisa mengajukan pinjaman yang lain.

Tidak Punya Aset Tetap

Sudah berapa lama Anda bekerja?Bagi orang yang memiliki perencanaan keuangan sejak masih muda, mereka pasti sudah memiliki hasil dari bekerja selama delapan jam setiap hari. Hasil yang didapat bisa terlihat dari kepemilikan aset, baik itu aset bergerak atau tak bergerak seperti tanah, rumah, apartemen, emas, dan lain sebagainya.

Aset tetap ini bisa didapat dengan cara berinvestasi atau menabung. Sayangnya, dana untuk berinvestasi atau menabung ini hanya bisa Anda peroleh dengan merencanakan keuangan agar ada post dana yang dikhususkan untuk investasi dan menabung.

Baca juga: Bantuan Kredit Usaha Untuk Pebisnis Pemula

Solusi: Coba sisihkan secara rutin sekitar 20-30% dari penghasilan Anda setiap bulannya untuk keperluan menabung dan investasi. Untuk investasi, jangan menaruhnya dalam satu keranjang yang sama, tapi sebaiknya bagi menjadi beberapa post sehingga bisa memecah resiko yang tidak diinginkan.

Anda bisa melakukan dua hingga tiga jenis investasi sekaligus seperti investasi emas, reksadana, serta tabungan rencana.

Hilangnya Motivasi dalam Hidup

Tanpa adanya perencanaan keuangan, maka Anda tidak akan tahu berapa lama dan berapa dana yang Anda butuhkan untuk dapat mewujudkan apa yang Anda mau. Hal ini akan membuat Anda malas bekerja karena tidak ada motivasi yang menambah semangat.

Solusi: Dengan adanya tujuan finansial, Anda pasti akan lebih termotivasi untuk mengumpulkan uang.

Misal, Anda ingin membeli rumah KPR dengan harga Rp500 juta. Dengan pengaturan dana yang baik, Anda bisa menyesuaikan kemampuan denganjumlah cicilan setiap bulan. Perhitungan waktu juga dibutuhkan agar Anda mengetahui kapan akan memiliki rumah idaman Anda. Dalam jangka waktu tersebut, Anda akan menjadi orang yang lebih optimis dan bersemangat saat bekerja untuk dapat segera melunasi cicilan KPR.

Masih Bekerja Hingga Tua

Coba bayangkan seandainya ketika sudah tua Anda masih harus bekerja setiap hari demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, tak ada investasi yang dapat diandalkan sebagai sumber pemasukan untuk menjamin kehidupan yang lebih mapan.

Sudah banyak kasus orang yang kondisi keuangannya menjadi tidak stabil ketika sudah memasuki usia renta. Resiko ini jadi kemungkinan terburuk jika Anda tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang sejak masih muda. Gaji yang Anda dapatkan saat muda dulu seolah tak membuahkan hasil karena tidak berwujud sama sekali.

Baca juga: Bukan PNS? Siapkan Dana Pensiun dengan 3 Cara Ini

Solusi: Selain menabung, pertimbangkan untuk menanamkan uang Anda kepada jenis investasi jangka panjang. Anda bisa mengajukan reksadana, tabungan emas, atau ambil kesempatan main saham.

Merencanakan keuangan saat muda itu sama saja dengan merencanakan masa depan Anda untuk hari tua. Jadi, jangan ragu lagi untuk melakukannya mulai sekarang!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama