Bagaimana Otak Dapat Menipu Anda untuk Boros

Apa Anda seseorang yang bergaya hidup boros? Hati-hati, bisa saja otak yang menipu Anda untuk bergaya hidup boros!

bagaimana otak menipu anda

Semua manusia di anugerahi otak oleh Sang Pencipta. Ini kemudian digunakan oleh manusia untuk berpikir dalam menjalani kehidupannya. Namun, otak ini haruslah diasah agar menjadi tajam ketika dihadapkan dengan suatu persoalan. Kinerjanya pun dapat menjadi cemerlang jika kita sering melatihnya dengan sering membaca, atau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi perkembangan otak kita.

Otak sendiri sering dibagi menjadi 2 bagian, yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri adalah bagian otak yang bekerja untuk bahasa, logika, bilangan, berpikir kritis. Sedangkan otak kanan seringkali digunakan oleh manusia dalam beraktivitas dalam setiap hari. Yang dimana ini sering disebut bagian otak yang menghasilkan kreativitas.

Tapi, terkadang kedua bagian otak tersebut tak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Terutama untuk urusan uang. Ada satu contoh yang dapat kami berikan. Di dalam sebuah pertokoan sedang ada diskon. Yang pertama adalah potongan harga Rp250.000 untuk sebuah pakaian yang berharga Rp1.000.000, dan potongan harga Rp250.000 untuk sebuah sofa yang berharga Rp20.000.000.

Otak merespons cepat soal diskon harga

Menurut jurnalis keuangan, Gary Belsky, dan Profesor Thomas Gilovich dari Universitas Cornell yang menulis buku “Why Smart People Make Big Money Mistakes.” Bagian otak manusia mempunyai sisi akuntansi mental. Yang dimana mempunyai kecendrungan untuk membedakan keuntungan dan kerugian dalam sebuah harga. Sayang sekali Anda sering menghiraukan ini.

Keduanya memiliki potongan yang sama, yaitu Rp250.000. Tapi, memiliki porsi yang beda. Untuk pakaian potongan Rp250.000 memang terlihat sangat besar, hingga menjadikannya hanya berharga Rp750.000. Sedangkan untuk sofa, potongan Rp250.000 dari Rp20.000.000 Adalah Rp19.750.000.

Seratus rupiah vs otak

Pernahkah Anda melihat sebuah iklan dari tv? Itu lho yang menawarkan sebuah peralatan dapur dengan harga Rp999.900 saja. Otak Anda mungkin tidak menyadarinya, bahwa harga itu dibawah Rp1.000.000. Meski hanya kurang dari Rp100 saja, tetapi Anda akan tetap menganggapnya lebih murah dibanding toko sebelah, yang berharga Rp1.000.000.

Otak Anda sering mengatakan bahwa kredit lebih baik daripada cash. Justru ini terbalik. Apalagi jika Anda mempunyai kartu kredit platinum. Sudah pasti Anda tinggal melakukan gesek saja ketika belanja. Akan tetapi, dibalik itu semua ada kerugian yang harus Anda antisipasi. Selain harus membayar cicilan, Anda pun diwajibkan membayar bunga dalam tiap bulan. Ini berbanding jauh jika Anda membayar dengan cash.

Harga sebanding dengan kualitas

Apakah Anda pernah mendengar, “harga sama dengan kualitas?” Jika iya, maka hal ini yang sering memicu otak Anda untuk menyamaratakan semua barang. Anda sering berbelanja barang-barang branded, karena Anda yakin harga mahal mempunyai kualitas tinggi. Padahal tidak semua sama. Setiap barang yang Anda beli memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pastikan kembali barang yang Anda beli karena memang kebutuhan, bukan karena kualitas semata. Tapi mengenai harga juga patut Anda pertimbangkan.

Kuncinya adalah Anda harus mencoba sering melakukan riset tentang barang-barang yang Anda butuhkan sebelum shopping. Anda juga wajib membaca berbagai ulasan tentang produk yang sama, yang bisa Anda cari di internet. Dan yang terpenting, Anda jangan terlalu banyak mengandalkan otak kanan Anda dalam berbelanja, karena Anda bisa bertindak boros.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama