Bagaimana Membuat Bujet dan Tujuan Finansial

Untuk Anda yang masih awam bagaimana membuat perencanaan keuangan sederhana, artikel ini membahas bagaimana membuatnya pertama kali.

Baiklah, sebelumnya kita sudah membahas bagaimana membuat cara membuat perencanaan keuangan pribadi. Kali ini kita akan coba mengulas apa saja pengeluaran yang kita lakukan dan pada pos mana yang harus dikendalikan, atau bahkan pos yang tidak perlu ada pembelanjaan.

Pemahaman tentang perencanaan keuangan ini memang sangat perlu di tiap keluarga Indonesia, mengingat tidak semua orang Indonesia benar-benar paham bagaimana cara mengendalikan keuangan mereka sendiri. Bahkan cenderung boros. 

Tapi tidak dipungkiri bahwa tingkat konsumtif orang Indonesia-lah yang menjadi penggerak ekonomi bangsa ini, hingga kemajuan ekonomi bisa melampaui beberapa negara yang bahkan kondisi ekonominya masih dalam keadaan terpuruk, misalnya Amerika.

Jangan Pinjam Dana dengan Bunga Tinggi untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Sebagian besar keluarga di Indonesia, tidak bisa dipungkiri, memang cenderung boros. Tapi bukan tidak mungkin itu adalah awal 'keterpurukan' mereka. Maksudnya, sebagian besar keluarga di Indonesia mungkin berutang hanya untuk makan sehari-hari. kalau pun ada, itu pun memang akan dibayar kembali, misalnya dengan hasil kebun atau menggadaikan pakaian ke warung. 

Berbeda dengan keluarga di Amerika  yang umumnya memiliki kebiasaan pinjam dana untuk keperluan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, misalnya penggunaan kartu kredit, seringnya meminjam KTA ke bank hanya untuk keperluan keuangan jangka pendek.

bujet sederhana

Ini yang perlu diketahui, jangan sekali-kali meminjam dana ke pihak perbankan hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Atau lebih parah lagi, meminjam uang ke rentenir untuk melunasi kredit motor Anda. Pihak lain mungkin akan mengenakan bunga tinggi untuk uang yang dipinjamkan, bahkan peminjam individu.

Walaupun Anda memang memiliki pekerjaan yang tidak tetap dan dengan penghasilan kurang dari Upah Minimum Regional, usahakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berasal dari pos keuangan yang sudah Anda tetapkan sendiri. Walau kecil, itulah uang yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari Anda. 

Dan jika memang kebutuhan sehari-hari Anda dan keluarga cukup sulit, usahakan tetap terpenuhi dengan berbelanja bahan-bahan pokok saja. Bahan makanan yang memang Anda dan keluarga butuhkan, bukan kategori bahan pangan sekunder atau tersier. Belanjalah sembako, sembilan bahan pokok, dan cukupkan itu untuk dikonsumsi selama sebulan.

Setia pada Pos Keuangan Sendiri

Sekecil apa pun penghasilan Anda, dengan tetap setia pada perencanaan keuangan sendiri tentu membawa hasil tersendiri. Jika perencanaan keuangan kita masih menghasilkan keborosan, tentu juga masih ada yang salah dengan pos keuangan yang sudah kita bikin.

Katakan misalnya seluruh pengeluaran bulanan Anda melebihi penghasilan bulanan, atau pada suatu waktu pengeluaran Anda tiba-tiba untuk dana darurat, sudah waktunya untuk kembali mengevaluasi prioritas keuangan yang sudah dibuat. Evaluasi kembali prioritas keuangan tersebut, dan laksanakan sesetia mungkin. 

Bisa jadi bulan lalu keuangan Anda habis untuk kondisi darurat keluarga yang datang tiba-tiba. Itu mungkin pos untuk dana darurat belum ada. Buatlah satu pos pengeluaran untuk dana darurat. Itu memang penting.

Untuk Kebutuhan Rumah Tangga Bukan Berarti Harus Boros

kalkulator CNN Money

Jika kebutuhan rumah tangga Anda merasa besar pasak daripada tiang, re-alokasi anggaran adalah hal yang perlu dilakukan selanjutnya. Mungkin dalam praktiknya Anda bisa benar-benar adu argumentasi, atau bahkan ribut, hanya untuk mempersoalkan anggaran rumah tangga. Lakukanlah dengan komunikasi sederhana. 

Bicaralah baik-baik dengan pasangan Anda, dan ungkapkan apakah perlu evaluasi keuangan rumah tangga. Mungkin kalkulator dari CNN Money ini bisa dipakai untuk menghitung seluruh keuangan rumah tangga.

Kalkulator ini lumayan berguna untuk menghitung beberapa permasalahan angka terkait keuangan rumah tangga. Kalkulator dari CNN ini mungkin kurang mengena terhadap kondisi keuangan rumah tangga orang Indonesia, itu sebabnya kategori yang dibuat di situ ada beberapa yang kurang dimengerti, atau bahkan memang tidak ada di Indonesia (misalnya FICA Withholding).

Tapi ada juga beberapa hal kesamaan yang dibuat oleh kalkulator ini, misalnya pengeluaran untuk pendidikan. Di Amerika, seperti halnya di Indonesia, rumah tangga yang sebagian besar penghasilannya dialokasikan untuk pendidikan tentu memberi banyak benefit untuk keluarga itu, misalnya peningkatan derajat keluarga. Atau semakin besar kesempatan untuk melamar kerja. 

Namun seperti kita tahu, di Amerika sendiri juga mengalami hal yang sama di Indonesia soal pendidikan, misalnya semakin banyaknya sarjana pengangguran. Atau keahlian yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Bisa juga perusahaan memberikan pelatihan lagi untuk sarjana yang ingin bekerja, seperti adanya management trainee.

Kalau Anda tertarik mencoba kalkulator ini, silakan.

Proyeksikan Penghasilan Online Anda

Jika Anda memiliki penghasilan dari online shopping, coba proyeksikan berapa profit yang bisa dihasilkan, walau sedikit. Tapi, jangan masukkan penghasilan yang Anda proyeksikan ini ke dalam bujet penghasilan Anda sebab masih dalam level proyeksi. 

Contoh lain dari pendapatan yang bersitat dadakan dan mungkin tidak dapat diproyeksikan adalah bonus akhir tahun yang biasa diterima pegawai kantoran. Bonus-bonus tersebut biasanya ada yang bersifat uang, tapi ada juga yang bersifat non-uang, misalnya hadiah jalan-jalan ke luar negeri.

Jika perusahaan tempat Anda bekerja memberikan bonus akhir tahun berupa jalan-jalan, lakukan komunikasi untuk menegosiasikan apakah bonus akhir tahun yang berupa jalan-jalan tersebut bisa diterima dalam bentuk uang tunai atau tidak. Jika bisa, gunakan uang ini untuk hal produktif lainnya, misalnya membeli reksadana secara online atau membuat usaha online shop sendiri dengan produk terlaris di warga netizen.

Buatlah Bujet Serealistis Mungkin

Pada akhirnya, hasil akhir membuat Tujuan Finansial Sederhana adalah mengurangi pengeluaran yang berlebihan hingga mencapai titik keseimbangan dari seluruh penghasilan Anda. Atau bisa menghemat, bahkan bisa melipatgandakan keuangan Anda untuk bisa mencapai penghasilan lebih besar lagi. Lebih dari pendapatan bulanan Anda sebagai karyawan kantoran.

Buatlah anggaran rumah tangga serealistis mungkin. Misalnya hanya membeli sembako jika hidup sendiri (single). Atau kalau memang sudah berumah tangga, anggaran yang paling rutin adalah pembayaran listrik dan air bersih. Mungkin bujet untuk pemakaian televisi berlangganan tidak perlu, sebab itu tidak terlalu penting, apalagi waktu yang dihabiskan di rumah tidak lebih banyak dari waktu di kantor. Menurut saya, itu adalah realistis.

Definisi "realistis" mungkin akan berbeda-beda tiap orang, namun saran terakhir dari artikel ini adalah buatlah Tujuan Finansial sesederhana mungkin. Tidak rumit karena tuntutan konsumtif, tapi masih bisa memiliki waktu dan uang untuk pergi ke theme park di pusat perbelanjaan terdekat.

Dan jika pada akhir bulan Anda berhasil berhemat, berbanggalah! Bujet dan Tujuan Finansial Anda berhasil tercapai. Untuk itu, mungkin Anda layak jalan-jalan bersama anak dan istri ke water park atau theme park.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama