Bagaimana Cara Sederhana Melacak Pengeluaran Anda?

Tidak mengenal orang kaya atau menengah ke bawah, tulisan berikut ini akan mengulas bagaimana melacak pengeluaran sehari-hari Anda, dengan sederhana.

Identifikasi bagaimana uang Anda dipakai

Evaluasi kembali prioritas yang telah dilakukan

Pastikan sesuai dengan pedoman keuangan yang telah dibuat

Melacak pengeluaran keuangan

Sebagai orang yang bekerja masih di bawah kendali atasan, sejauh itu pula kita masih mengandalkan penghasilan dari atasan yang membayar, atau bahkan pihak Sumber Daya Manusia. Biaya pengeluaran sehari-hari orang kantoran, bisa dibilang sih ya karyawan juga (bahkan bisa dibilang working class white collar society juga), memiliki pengeluaran yang sering dan rutin. 

Bahkan hampir tiap bulan, mekanisme pembelanjaan orang-orang kantoran memiliki pola yang sama. Misalnya bayar tagihan kartu kredit, bayar cicilan mobil, tagihan listrik dan air bersih, bahkan tidak sedikit lebih dari 30% penghasilan digunakan untuk membayar sewa tempat tinggal, seperti kontrakan, kos-kosan atau apartemen.

3 (tiga) langkah melacak bujet sederhana:

1) Identifikasi bagaimana uang Anda dipakai.

Sebagai orang kantoran, untuk bisa melacak ke mana saja uang dibelanjakan adalah menggunakan peranti lunak manajemen keuangan, misalnya Quicken. Anda beruntung bisa menggunakan peranti lunak semacam ini. Mengapa? Itu karena Quicken diciptakan se-familiar mungkin agar Anda mudah memakainya. Sama halnya seperti Good Cash (simak tulisan kami tentang aplikasi tersebut). Aplikasi ini memang dirancang untuk membuat formulasi sederhana untuk setiap pembelanjaan yang mungkin dilakukan, telah dilakukan, dan akan dilakukan. Tentu saja dengan dasar Matematika yang mudah dimengerti.

Quicken

Untuk aplikasi Quicken misalnya, setiap kali ada uang masuk ke tabungan Anda dan dihadapkan untuk membayar sesuatu, pengguna diharuskan memasukkan pengeluaran tersebut ke dalam pos yang sudah dibuat, misalnya "salary", "clothing", "groceries", atau bahkan bayar premi asuransi di pos "health insurance". Semua pos itu bisa dimodifikasi atau bahkan ditambahkan sendiri. Fitur di dalam aplikasi tersebut memungkinkan pos-pos itu menjadi pengeluaran rutin bulanan, per 3 bulanan, atau per 6 bulan. Dengan demikian, Anda bisa tetap melacak pengeluaran bulanan.

Masih dalam aplikasi yang sama, Anda juga menambah pos yang mungkin bersifat otomatis, misalnya membeli bahan bakar mobil tiap 3 hari sekali, bayar premi tiap 1 bulan atau 6 bulan, atau servis kendaraan tiap 6 bulan. Di Quicken ada beberapa kategori pengeluaran yang umumnya sesuai dengan pembelanjaan bulanan Anda.

2) Evaluasi kembali prioritas yang telah dilakukan.

Membuat pos-pos yang semacam itu, kadang membuat beberapa orang jadi bosan. Masyarakat Indonesia yang kurang biasa dengan manajemen akuntansi dasar atau perencanaan keuangan dasar, membuat kita jadi semakin buta terhadap manajemen kekayaan (wealth management).

Jika sudah menetapkan pos pengeluaran apa saja yang bersifat rutin atau pos pembelanjaan yang bersifat tidak rutin, pastikan semua pos-pos tersebut Anda evaluasi kembali. Apakah sudah sesuai dengan porsi penghasilan bulanan yang ada. Jika pos pengeluaran tersebut tidak sesuai dengan penghasilan Anda, evaluasi kembali dan bikin pos yang sesuai dengan pendapatan. Ingat, semua pembelanjaan dan tagihan Anda tidak boleh lebih dari 30% pendapatan bulanan.

Evaluasi adalah rutinitas yang bisa membuat akuntan pun bosan setengah mati. Tapi memang itu caranya. Jika tidak mengevaluasi semua pos pengeluaran Anda, pada akhirnya pos-pos pengeluaran itu hanya akan membuat utang baru. Tidak peduli seberapa pun pendapatan yang Anda miliki. Jangan kaget jika utang baru muncul kemudian ya!

Katakanlah Anda ingin sesekali liburan ke Ancol Bay City di akhir pekan tiap bulan, bikinlah satu pos yang bernama "miscellaneous expenses". Di dalam pos ini bikinlah angka kasar yang kemungkinan Anda habiskan ketika tamasya ke Ancol tersebut. Buatlah satu patokan nominal, jangan berlebih tapi juga jangan terlalu mepet untuk apa pun, misalnya sewa ban pelampung. Gunakanlah kisaran harga di pos ini. Pastikan juga Anda melakukan riset di Mbah Google. Dengan begitu, Anda terhindar dari biaya tak terhingga yang mungkin menguras isi dompet.

Dengan membuat angka kisaran kasar pada pos ini, evaluasi kembali. Apakah benar-benar ada sisa uang yang bisa digunakan untuk parkir? Apakah ada sisa dana untuk isi bensin kendaraan pribadi Anda? Itulah gunanya evaluasi!

3) Pastikan sesuai dengan pedoman keuangan yang telah dibuat.

Salah satu kekurangan kita dalam mengatur pengeluaran dan juga menjadi keteledoran sebagian besar masyarakat di Indonesia adalah kurangnya kecermatan kita dalam mengidentifikasi pengeluaran. Bahkan, sebagian karyawan kantoran kurang sadar uang mereka habis ke mana, contohnya membeli perangkat seluler yang selalu ganti setiap bulan. Untuk itu, Anda sebaiknya cerdas dalam memilih seluler yang tepat.

Satu hal yang menuntut konsistensi dari manajemen keuangan Anda adalah pastikan sesuai dengan pedoman yang telah dibuat. Dengan mematuhi pedoman yang dibuat sendiri, bukan tidak mungkin kehidupan keuangan Anda menjadi lebih hemat. Dan untuk keluarga, sebenarnya ada 8 (delapan) cara untuk hidup hemat. Itu bisa dimulai dari hal simpel, misalnya menggunakan transportasi umum atau membawa bekal sendiri ke kantor.

Nah, ketika pedoman keuangan sudah dibuat, jika Anda masih teledor dalam melacak ke mana uang telah digunakan, salah satu caranya adalah pergi ke situs bank tempat Anda menyimpan uang, dan cetak daftar mutasi rekening. Misalnya Klik BCA. Di sana ada menu Mutasi Rekening. Menu tersebut memberikan Anda informasi ke mana saja uang di rekening telah dibayarkan, misalnya membayar tagihan listrik.

Seperti yang tadi saya katakan, jika Anda sudah membuat pos yang rutin untuk berbagai pengeluaran, misalnya pembayaran tagihan kartu kredit, mintalah printout dari lembar tagihan kartu kredit Anda. Cek dan evaluasi kembali pengeluaran Anda pada 'uang plastik' itu. Renungkan, apakah pembayaran tagihan kartu kredit tersebut sudah sesuai dengan pedoman keuangan yang dibuat?

Pada akhirnya, dari tiga tahapan sederhana ini, Anda diimbau untuk bisa berkomitmen dan disiplin dalam penggunaan uang sehari-hari. Bukan berarti menuhankan uang, tapi kendalikan seutuhnya. Jika untuk melakukan tahapan sederhana ini Anda perlu jurnal atau semacam buku kecil untuk mencatat segala pembelanjaan rutin, lakukanlah. Catatlah selama sebulan. Anda akhirnya akan memiliki catatan keuangan selama setahun penuh, atau paling tidak enam bulan pertama Anda berhasil melakukan pencatatan keuangan yang lumayan detil.

Oke. Semoga tahap sederhana ini bisa Anda lakukan. Selamat praktik keuangan!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama