Awas, Perceraian Perburuk Finansial Anda!

Perceraian kerap menjadi awal dari masalah baru. Bukan tidak mungkin, bercerai lebih banyak 'rugi' daripada 'untung'. Nah, jika berbicara harta gono-gini, urusan finansial pun menjadi sesuatu yang dikorbankan.

  1. Bercerai dapat memperburuk keadaan finansial anda
  2. Kerugian saat perceraian
  3. Grafik dampak perceraian pada karir

Manusia mana sih yang menginginkan perceraian? Bahkan, di semua agama pun perceraian dilarang. Namun, jika itu pilihan terakhir, kedua pihak akan sama-sama menderita. Tidak ada yang menang, pun tidak ada yang kalah. 

Tanpa mempersoalkan siapa yang benar atau siapa yang salah, perceraian kerap menjadi awal dari masalah baru. Apalagi jika Anda sudah memiliki anak-anak yang sudah besar, dampak terburuk mungkin akan melekat pada mereka. Maka, Anda harus mulai pandai berhitung dari sekarang.

Saat terjadi perceraian, salah satu hal yang harus diantisipasi adalah kemungkinan penurunan penghasilan. Penyebabnya bisa banyak hal, misalnya pindah ke tempat baru pasca perceraian. Ini dapat juga berarti pekerjaan baru dengan kemungkinan penurunan jabatan, penurunan remunerasi. Belum lagi waktu yang lebih sedikit karena harus mengasuh anak sendirian. Konsekuensinya, karier berubah, bisa jadi penghasilan menjadi lebih kecil.

Perceraian biasanya menuntut pembagian harta gono-gini. Ini bisa diurus dengan mulus, bisa juga berlarut-larut. Dalam kurun waktu itu, ada risiko bahwa aset yang dimiliki menjadi terbengkalai. Tidak optimal. Malah, bisa jadi dimiliki salah satu pihak yang bercerai. Ujung-ujungnya, nilai aset bisa berkurang, atau bahkan rusak.

Begini lho masalahnya. Banyak yang belum sadar bahwa walau telah bercerai, mantan suami atau istri masih terikat utang oleh salah satu pihak, ketika mereka masih menikah. Kecuali, ada perjanjian pranikah yang memisahkan harta dan utang masing-masing.

Anda sudah pernah bercerai? Kerugian pertama yang Anda alami pasti rugi waktu. Waktu tersita dimulai pada saat konflik berlangsung, yang berujung perceraian. Saat dulu bersama, waktu masih terasa efisien dan efektif. Ketika bercerai, kebersamaan itu jadi terhenti. Terganggu. Rugi, bukan?

Bagaimana kalau mantan suami/istri juga rekan bisnis? Itu juga ada risiko kerugian bisnis juga lho ternyata. Umumnya, ketidakharmonisan dalam rumah tangga akan terbawa ke dalam bisnis yang dikelola. Hal ini sudah akan membawa efek negatif jauh sebelum perceraian terjadi. Tim KreditGoGo merangkum apa aja sih kerugian finansial yang bisa terjadi ketika perceraian itu datang.

1. Penghasilan menurun

Kegagalan merupakan sumber kreativitas. Coba gali minat pribadi Anda pada sesuatu, misalnya membuat kue. Jadikan itu mata pencaharian Anda. Bisa-bisa Anda lebih sukses dari mantan suami/istri.

2. Nilai aset menurun

Mobil milik mantan kini milik Anda? Dulu yang biasa servis rutin adalah suami, kini karena penghasilan menurun, nilai mobil Anda menjadi semakin turun. Cobalah untuk melakukan perawatan rutin agar mobil Anda bernilai jual. Atau, bisa juga Anda langsung menjual mobil itu.

3. Biaya sekolah anak ditanggung sendiri

Hal ini sebagian besar menimpa mantan istri. Dulu biaya sekolah anak ditanggung bersama. Setelah perceraian, kini biaya sekolah anak-anak ditanggung sendiri. Pengeluaran biaya sekolah anak otomatis memakan porsi lebih banyak dari penghasilan Anda.

Terbayang kan bagaimana kerugian finansial akibat perceraian itu. Semoga Anda bisa mempertimbangkannya secara matang. Jangan sampai suatu saat nanti Anda merasa menyesal dan terpuruk atas keputusan yang berimbas terhadap kestabilan emosi Anda.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Berikan pendapat anda!

  • zalfa

    duhh.. semoga aja nasib saya nanti ngga seperti ini pas punya suami, pusing deh klo sampe kejanian begini

    Reply