6 Cara Bijak Kelola THR

Hal wajar untuk membelanjakan THR beragam keperluan Idul Fitri. Namun, perlu hati-hati karena kalau tidak malah membuat kebobolan belanja. Berikut enam cara kelola THR.

Tunjangan Hari Raya THR

Hari raya Idul Fitri kian dekat. Satu hal yang membuat banyak orang senang adalah karena akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Biasanya THR diberikan dua minggu sebelum Lebaran. Bila dihitung dari sekarang, maka sekitar minggu depan Anda akan menerimanya.

“THR merupakan bonus yang diberikan perusahaan untuk merayakan Lebaran. Namun dengan kenaikan beragam cost baik transportasi, konsumsi, dan pengeluaran lainnya, justru kadang membuat banyak orang malah kehabisan uang,” jelas Safir Senduk, perencana keuangan kepada KreditGoGo

Mendapatkan THR menurut Safir untuk sebagian besar masyarakat Indonesia masih merupakan ‘uang kaget’. Tidak hanya untuk masyarakat bawah saja yang kadang bingung menggunakan uang THR nya, tetapi ternyata di kalangan menengah juga terlihat hal sama. 

“Para karyawan biasanya banyak menghabiskan uangnya untuk membeli peralatan elektronik dan fashion. Padahal belum tentu menjadi kebutuhan,” tambah Safir. Lalu, bagaimana mensiasati THR dengan bijak? Berikut ini enam hal yang perlu Anda lakukan:

1. Jangan Lupa Zakat

sisihkan uang untuk zakat

Untuk umat Islam, setiap tahunnya diwajibkan membayar zakat fitrah yang harus dilakukan selama bulan Ramadan. Saat menerima THR jangan lupa untuk alokasikan uang THR untuk membayar zakat fitrah. 

Besaran zakat fitrah adalah sebanyak 3.5 liter makanan utama yakni beras atau bisa juga digantikan dengan uang setara nilainya dengan harga 3.5 liter beras.

2.Pekerja di Rumah

Bagi yang memiliki karyawan di rumah, berikan THR minimal satu bulan penuh bagi karyawan yang bekerja di rumah, seperti asisten rumah tangga, baby sistter, supir, dan lainnya. Seperti Anda, mereka juga membutuhkan pengeluaran untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

3. Transportasi 

Anda berencana Lebaran di mana? Pulang kampung atau tidak. Hal ini berpengaruh pada pengeluaran dalam jumlah besar saat mudik. Apalagi mengingat harga tiket naik. Biasanya harga tiket mahal paling banyak menyedot dana. 

Pilihan lain bila pulang kampung dengan kendaraan pribadi, juga membutuhkan bensin tidak sedikit.

4. Belanja Lebaran

belanja lebaran

Kalau tidak pulang kampung bukan berarti Anda tidak mempunyai pengeluaran lebih. Anda perlu melihat apakah Anda pihak yang didatangi atau tidak. Kalau Anda didatangi banyak saudara berarti mesti menyiapkan banyak makanan dan itu juga berarti membutuhkan belanja banyak.

Lazimnya harga beragam barang konsumsi melonjak tinggi yang membutuhkan pengeluaran besar. Meksi ada operasi pasar harga pasar tidak berubah banyak.

5.Mempersiapkan Amplop

Biasanya ini merupakan tradisi Lebaran dengan memberikan amplop sejumlah uang untuk para ponakan atau kerabat. Malah dibanding dengan pemberian hadiah baju atau benda lainnya, amplop ini paling favorit.

6.Pengeluaran Pribadi

THR untuk pengeluaran pribadi

Liburan tahun ini berlangsung panjang. Baik yang pulang kampung ataupun yang tidak akan tetap mengeluarkan banyak uang baik untuk belanja keperluan pribadi dan lainnya. Misalnya saja libur panjang berarti banyak orang pergi ke mall, kafe, restoran, dan lainnya. 

Atau setibanya di kampung halaman biasanya mengunjungi tempat-tempat wisata, makan di restoran, dan lainnya. Hal seperti ini juga menyebabkan pengeluaran dalam jumlah besar. “Karena memang namanya THR wajar memang digunakan untuk keperluan Lebaran. 

Namun bila memungkinkan untuk investasi atau menabung merupakan hal baik. Saat Idul Fitri banyak bank menawarkan beragam produk menarik coba teliti tawarannya. Kalau memang ada tawaran kartu kredit dengan bunga 0% manfaatkan saja.

Misalnya untuk tiket pesawat atau belanja beragam keperluan Lebaran. Hanya jangan berlebihan dan gunakan dengan baik,” jelas Safir.

Baca juga:
Tips Kelola THR Agar Tak Cepat Habis
Asik, Sebentar Lagi Dapat THR

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama