6 Alasan Kenapa Anda Masih Berutang

Meminjam uang menjadi solusi untuk mengatasi masalah keuangan. Namun terbebas dari utang selalu menjadi target banyak orang. Inilah 6 alasan kenapa orang masih berutang.

kta

Pinjaman dapat menjadi penolong ketika kondisi keuangan sedang tidak baik. Pinajaman atau utang memang sangat bermanfaat apabila kita dapat mengaturnya sebaik mungkin. Namun, terkadang kendala yang dihadapi kebanyakan orang adalah sulit melunasinya.

Melunasi utang menjadi lebih sulit apabila Anda salah dalam mengatur keuangan. Untuk itu kenapa sampai sekarang Anda masih saja berutang. Ketika di awal tahun resolusi Anda adalah melunasi segala tagihan yang masih terhambat namun apa yang terjadi sampai bulan ini besar utang belum juga berkurang.

Nah, agar resolusi bisa tercapai dan Anda akan terbebas utang di akhir tahun 2016 berikut ini adalah enam alasan mengatasi utang Anda tidak berkurang dan hal yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

1. Masih Menggunakan Kartu Kredit

Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang sangat praktis dan menawarkan berbagai keuntungan. Namun banyak orang tidak bisa disiplin dalam memakainya sehingga sering kali penggunaan lebih besar dari limit yang diberikan atau over limit.

Inilah yang tidak sehat dan membuat Anda masih saja berutang. Penggunaan yang tanpa perencanaan akan membawa Anda pada tagihan yang lebih besar. Kartu kredit akan sangat bermanfaat jika penggunanya paham betul fungsi dan keuntungan yang ditawarkan.

Berhentilah menggunakan kartu kredit jika Anda tidak bisa mengontrol keinginan untuk berbelanja. Tegaskan pada diri Anda Jika Anda tidak dapat membayar tunai untuk sesuatu, maka Anda tidak bisa membelinya.

2. Tidak Memiliki Dana Darurat

Rumah Anda butuh renovasi, mobil turun mesin, dan memerlukan dana dalam waktu cepat untuk memperbaikinya. Jika Anda tidak memiliki dana darurat maka semua biaya yang diperlukan itu akan berakhir pada utang kembali sebelum Anda melunasi utang sebelumnya.

Walaupun begitu hidup terus berjalan. Pikirkanlah dari sekarang untuk membuat dana darurat. Dana darurat ini bukanlah sebuah dana investasi dan masing masing haruslah dibuat secara terpisah. Saran yang paling baik dalam mempersiapkan dana darurat adalah berupa uang / barang yang berbentuk likuid, dapat di uangkan / dicairkan jika dibutuhkan secara mendadak.

Pikirkan saja dana darurat ini sebagai sebuah kantong udara pada mobil Anda. Jadi ketika terjadi kecelakaan Anda memiliki sesuatu untuk melindungi diri dan terhindar dari kerugian.

Baca juga: Tidak Punya Dana Darurat? 5 Hal Buruk Ini Bisa Menimpa Anda

3. Penghasilan Anda Terlalu Rendah

Krisis Uang

Besar pasak daripada tiang alias pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Dalam kondisi seperti ini jika Anda menggunakan kartu kredit untuk membayar kebutuhan seperti bahan makanan atau tagihan listrik karena kekurangan uang tunai, Anda akan berada pada utang untuk waktu yang lama.

Apabila Anda berada dalam situasi ini, Anda perlu meningkatkan penghasilan Anda dengancara apapun. Seperti mendapatkan pekerjaan paruh waktu? Atau Anda bisa memanfaatkan kamar kosong dirumah untukdisewakan. Selain itu berpikirlah lebih kreatif untuk menggali potensi Anda dalam berbisnis, ini mungkin saja bisa membantu mendapatkan pemasukan tambahan.

4. Anda Hanya Membayar Minimum Payment

Pembayaran kartu kredit sebaiknya dibayarkan sesuai dengan tagihan setiap bulannya secara penuh, jangan hanya membayar minimum payment saja. Besarannya memang lebih kecil sehingga Anda tidak perlu membayar dalam jumlah besar.

Namun dibalik itu ada bunga yang besar membayangi tagihan Anda terus menerus. Bunganya pun akan terus bertambah apabila Anda hanya membayarkan minimum payment setiap bulannya. Jadi bayarlah secara penuh sesuai dengan tagihan setiap bulannya.

5. Tidak Memiliki Perencanaan

 Memiliki Perencanaan

Hasil survei Manulife belakangan ini mengatakan kalau orang Indonesia cenderung tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik untuk jangka panjang. Mereka lebih fokus pada perencanaan jangka pendek.

Ini berarti bahwa mayoritas orang Indonesia tidak tahu di mana uang mereka pergi. Dalam kondisi tersebut Anda tidak mungkin untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas jika hanya menebak bagaimana dan dimana uang tersebut digunakan.

Jadi dengan memperhatikan lima alasan ini Anda bisa meminimalisir dalam melunasi utang lebih cepat. Kondisi keuangan pun semakin membaik dan target Anda untuk bebas utang pada tahun ini akan tercapai.

Baca juga: 10 Langkah dalam Membuat Perencanaan Keuangan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama