5 Kebiasaan yang Membuat Tagihan Listrik Jebol

Tagihan listrik bulanan Anda sering jebol? Mungkin penyebabnya tanpa Anda sadari adalah kebiasaan-kebiasaan berikut ini. Penasaran? Lanjutkan membaca artikel kami.

PLN

Pasti Anda pernah merasakan tagihan listrik tiba-tiba membengkak atau bagi pengguna token listrik, pulsa yang Anda beli habis lebih cepat dari biasanya. Jika pernah mengalaminya mungkin kesalahannya bukan pada meteran listriknya melainkan pada penggunaannya yang salah.

Banyak pola perilaku sehari-hari yang tanpa disadari ternyata membuat biaya listrik menjadi mahal. Tagihan listrik yang tinggi mengganggu kestabilan ekonomi Anda. Menghemat listrik sangatlah perlu dilakukan di rumah untuk meminimalisir pengeluaran sekaligus untuk menekan terjadinya dampak global warming.

Berdasarkan kajian PT Energy Management Indonesia (EMI) rata-rata pemborosan energi di rumah tangga 10%, di gedung perkantoran milik swasta 20%, industri 25%, toko-toko dan pasar 25%, sedangkan di kantor-kantor pemerintah 25-30%.

Nah, agar tagihan listrik tidak mencekik leher, sebaiknya perhatikan kebiasaan penggunaan listrik di rumah Anda. Berikut ini adalah lima contoH kebiasaan sehari-hari yang sering membuat tagihan listrik jebol.

1. Tidak Mencabut Kabel dan Charger HP

. Charger hp

Alat elektronik yang kabelnya terhubung ke soket listrik akan terus menyerap energi listrik, baik dalam keadaan stand-by ataupun dimatikan. Charger smartphone yang tidak dicabut dari colokan setelah selesai digunakan tetap mengkonsumsi daya sebesar 1 watt setiap harinya.

Sehingga secara tidak langsung tagihanmu terus berjalan. Jadi jangan heran saat melihat tagihan listrik membengkak kalau Anda masih punya kebiasaan tidak mencabut kabel TV, laptop, charger-an HP dan alat elektronik lain dari stop kontak saat tidak digunakan.

Untuk itu jika Anda berencana pergi keluar rumah dalam waktu yang cukup lama pastikan cabut seluruh kabel di colokan.

Baca juga: 5 Cara Sederhana Menghemat Daya Smartphone

2. Penggunaan Pendingin Ruangan

Penggunaan pendingin ruangan juga sangat berpengaruh terhadap pemborosan listrik. Membiarkan pendingin ruangan terus menyala sepanjang jam memboroskan energi, kadang AC tetap menyala saat ruangan dalam keadaan kosong.

Selain itu jika Anda menyalakan pendingin ruangan jangan lupa untuk selalu menutup pintu dan jendela ruangan tersebut. Karena jika terbuka, panas dari luar ruangan tersebut akan masuk dan menyebabkan AC harus bekerja keras untuk kembali mendinginkan ruangan.

Anda dapat memasang inverter, sehingga AC bisa mati secara otomatis saat tidak ada aktivitas di dalam ruangan. Dengan sedikit teknologi, memasang inverter, AC di ruangan jadi tidak memakan daya yang besar

3. Menyalakan Pemanas Air 24 Jam

Pemanas Air 24 Jam

Penggunaan pemanas air selama 24 jam akan menyedok konsumsi daya sebanyak 300 watt – 500 watt. Kebiasaan seperti ini sangat menyedot listrik alhasil konsumsi listrik semakin bertambah. Selain itu, kebiasaan ini juga membuat dispenser lebih cepat rusak.

Sebaiknya, selalu matikan dispenser setelah digunakan. Jika ingin lebih praktis, gunakan timer digital. Anda pun bisa sesuka hati mengatur kapan dispenser menyala atau mati.

4. Memasukan Makanan Panas Ke Dalam Kulkas

Pernahkah Anda memasukkan makanan atau minuman yang masih panas kedalam kulkas, mungkin maksudnya adalah agar makanan tersebut cepat dingin atau buru-buru menyimpannya di dalam kulkas. Tanpa sadar kebiasaan ini juga membuat pemborosan energi listrik.

Memasukkan makanan yang masih panas akan memaksa kulkas untuk bekerja lebih keras dan tentunya membuat energi yang diperlukannya pun jadi lebih banyak. Selain itu, usahakan mengatur kulkas dengan suhu sedang, karena suhu yang terlalu rendah akan membuat kulkas menyedot lebih banyak daya listrik.

5. Membiarkan Penanak Nasi Tetap menyala

rice cooker

Jika Anda terbiasa memasak nasi dengan rice cooker hindari kebiasaan membiarkan rice cooker tetap menyala. Kebiasaan ini memang sangat memudahkan Anda tetapi juga membuat konsumsi listrik menjadi boros.

Sebenarnya, kebiasaan seperti ini bisa diperbaiki dengan memasak nasi tidak berlebihan. Setiap kali menanak, cukupkan takaran untuk sekali makan dan jangan simpan makanan untuk dihangatkan. Dijamin, konsumsi listrik rice cooker akan berkurang drastis.

Jadi hindarilah kebiasaan-kebiasaan diatas jika Anda ingin terhindar dari pemborosan listrik dan tagihan yang jebol. Tentunya itu akan berpengaruh pada kondisi keuangan Anda. Tidak ada salahnya disiplin untuk keadaan yang lebih baik.

Baca juga: Mana Lebih Hemat: Listrik Prabayar atau Pascabayar?

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama