4 Hal Penting Sebelum Menyusun Resolusi Keuangan

Akhir tahun segera tiba, Apakah Anda sudah mulai menyusun resolusi keuangan untuk tahun depan? Sebelum menyusun resolusi keungan 2016 periksa kembali hal-hal berikut ini

Resolusi Keuangan

Tahun 2015 akan segera berakhir, bagaimana keadaan keuangan Anda di tahun ini. Apakah baik, buruk, atau tetap stabil? Semua dapat diukur dengan keberhasilan resolusi keuangan yang Anda lakukan selama tahun 2015.

Nah, sebelum membuat resolusi yang baru, ada baiknya Anda mengecek kembali apa saja yang sudah dilakukan di tahun 2015 ini. Apakah sudah berjalan sesuai rencana dengan baik atau malah melenceng dari target. Lalu rencanakan perbaikan apa yang bisa Anda lakukan di tahun berikutnya.

Anda dapat memperhatikan 4 hal berikut sebelum menyusun resolusi yang baru. Berikut ini adalah penjabarannya;

1. Utang

utang kartu kredit

Periksa kembali catatan utang Anda di tahun ini. Apakah Anda membuat atau menambah utang baru? Idealnya utang tidak boleh diatas 30% dari penghasilan. Jika totalnya diatas 30%, itu menandakan bahwa keuangan Anda tidak begitu baik.

Yang harus diperhatikan adalah utang konsumtif khususnya utang kartu kredit, ini secepat mungkin harus dilunasi jangan ditambah utang baru. Tentunya ini berbeda lagi dengan utang produktif.

Yang dimaksud dengan utang produktif adalah kredit pemilikan rumah (KPR), kepemilikan logam mulia (KLM), kredit kendaraan bermotor (KKB) yang akan meningkat nilainya seiring berjalannya waktu tidak masalah untuk ditambah.

Selama utang tersebut tidak membebani kondisi keuangan Anda tidak terlalu menjadi masalah, kecuali Anda kewalahan dalam membayar cicilannya.

2. Dana Darurat

Dana Darurat

Jangan lupa juga untuk mengecek dana darurat Anda di tahun ini. Dana darurat sendiri merupakan dana yang dipersiapkan untuk mengatasi kebutuhan mendesak ataupun berfungsi sebagai dana “talangan."

Besarnya dana darurat berbeda-beda, untuk yang masih single, sebaiknya besarnya 4x pengeluaran bulanan yang biasa dilakukan. Misalnya, bila pengeluaran bulanan 3 juta, maka dana darurat yang sebaiknya dimiliki yaitu 3 juta x 4 sama dengan 12 juta.

Sedangkan bagi yang sudah menikah dana darurat yang disiapkan sebaiknya 6 - 12 kali pengeluaran bulanan. 

Nah, apakah dana darurat Anda tahun ini sudah terpakai? Jika ya, otomatis Anda harus mencicil kembali dana darurat tersebut agar mendapatkan nominal yang seharusnya dan sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda.

3. Investasi

Investasi

Selain menabung yang harus Anda lakukan adalah berinvestasi. Bagaimana investasi Anda tahun ini? Jika belum berinvestasi, pilih instrumen investasi yang tepat. Sesuai dengan target dan tujuan investasi yang hendak dicapai.

Anda tidak mau mengambil resiko besar pilihlah produk investasi seperti deposito ataupun emas yang memiliki tingkat risiko kecil. Namun untuk hasil investasi yang lebih besar Anda dapat memilih instrument investasi seperti saham atau reksadana.

Investasi diperlukan karena dapat menghasilkan imbal yang lebih besar dari bunga tabungan. Tetapi Anda juga harus cermat dalam memilih jenis investasi agar tidak merugi.

4. Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Keuangan Jangka Panjang

Setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda-beda. Ada yang ingin memiliki rumah, biaya pendidikan anak, dan dana pensiun. Perhatikan lah tujuan keuangan jangka panjang Anda. Tujuan keuangan jangka panjang dikategorikan sebagai sebuah keperluan minimal untuk 5 tahun mendatang.

Jadi periksa kembali tujuan keuangan Anda. Apakah investasi untuk tujuan dana pensiun Anda sudah sesuai dengan targetnya hingga akhir tahun ini? Apakah produk investasi yang kita pilih sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika sudah sesuai, Anda teruskan dengan rancangan investasi yang sudah dilakukan tahun sebelumnya.

Jika belum dilakukan, segera hitung kebutuhan dana pensiun Anda mulai sekarang, dan segera lakukan investasi untuk memenuhinya. Anda harus memilih jenis investasi yang cocok, jangan sampai investasi yang harusnya menguntungkan Anda malah merugikan.

Apabila resolusi tahun ini ada yang sudah tercapai Anda tidak perlu untuk meneruskannya di priode tahun depan. Untuk tujuan keuangan yang belum tercapai, evaluasi kembali kekurangannya.

Bagi yang belum membuat resolusi keuangan apalagi evaluasi kondisi keuangannya, belum terlambat untuk memulainya dari sekarang.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama