​Terlanjur Terlilit Utang? Nih, Cara Membebaskannya

Semua orang pasti ingin terbebas dari utang. Untuk mengetahui cara melunasinya, Anda harus mengetahui dahulu temasuk jenis apa utang yang dimiliki?

Utang, setiap orang pasti memiliki alasan mengapa mereka cenderung memilih berutang, baik untuk kebutuhan pribadi atau untuk mengembangkan usaha. Yang perlu digarisbawahi adalah porsi utang yang dimiliki harus dibawah dari 50% kekayaan milik Anda. Mengapa? Tentunya agar Anda bisa tetap menabung dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

tips membayar hutang

Ada banyak cara agar Anda mendapat pinjaman uang, bisa dari saudara, teman, bank, atau agensi-agensi yang menyediakan layanan peminjaman dana, baik pinjaman tanpa agunan dan dengan agunan. Jika meminjam dari bank atau lembaga keuangan, masa pelunasannya dapat dipilih, mulai dari 1 sampai 5 tahun. Jangan lupa perhitungkan juga bunga yang harus dibayarkan ya.

Jika uang sudah diterima dan dipergunakan untuk kebutuhan, sekarang mari berpikir, bagaimana caranya agar utang tersebut dapat dilunasi agar tidak menggunung? Sebelum membahas cara melunasinya, ada baiknya Anda mengetahui dahulu jenis utang apa yang Anda miliki.

Utang Konsumtif

Ini adalah jenis utang yang digunakan hanya untuk keperluan konsumtif saja, tidak menghasilkan apa-apa, atau nilai tambahnya lebih kecil dari beban utang yang harus dibayar, misalnya mencicil untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, gadget canggih, TV, Kulkas, mobil, dan sebagainya.

Utang Produktif

Utang produktif adalah utang yang bertujuan untuk menciptakan penghasilan yang bernilai tambah. Hasil yang didapat dari barang aset harus lebih besar dari beban utang yang muncul, seperti membeli tanah,emas, barang untuk modal usaha, atau untuk membayar biaya sekolah. Mengapa utang untuk membayar sekolah dikatan utang produktif? Karena dengan ini, ilmu akan didapat yang dikemudian hari bisa digunakan untuk menunjang karir dan jabatan di kantor.

Contoh lain dari utang produktif, Anda mengajukan pinjaman ke bank untuk mencicil membeli angkot, yang kemudian digunakan untuk menarik penumpang. Nah, uang dari hasil menarik tadi, Anda gunakan untuk membayar cicilan angkot tersebut hingga lunas. Setelah itu, baru Anda bisa mendapatkan dan menikmati penghasilan bersih dari usaha tersebut.

Setelah Anda mengetahui jenis utang yang dimiliki, Anda bisa menentukan jalan keluar yang paling tepat untuk melunasinya. Jika termasuk utang produktif, Anda tidak perlu khawatir karena akan ada timbal balik yang didapatkan dari usaha atau barang yang beli dengan cara meminjam uang dari lembaga keuangan. Namun, jika termasuk utang konsumtif, berikut strategi yang perlu dilakukan untuk melunasinya.

Yakin, Anda Pasti Bisa Melunasinya

Yup, semua berasal dari niat. Anda harus bertekad dan terus berpikir positif bahwa Anda dapat segera terbebas dari utang. Mulai kencangkan ikat pinggang, gunakan uang dari penghasilan per bulan sesuai dengan kebutuhan. Jangan lagi membeli barang berdasarkan keinginan, mulai gunakan skala prioritas.

Tulis Semua Daftar Utang

Jika Anda memiliki utang di lebih dari satu tempat, ada baiknya membuat daftar agar Anda dapat mengontrol dan sekalian menjadi pengingat untuk segera dilunasi. Tulis utang mulai dari bunga tinggi, sedang, rendah, dan tanpa bunga.

Lunasi Mulai Dari Bunga Terbesar

Setelah dibuat daftarnya, prioritaskan membayar utang dengan bunga tertinggi dahulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpukan utang yang akan membebani keuangan Anda perbulannya. Sedangkan untuk utang dengan bunga yang lebih ringan atau tanpa bunga, Anda bisa membayarnya dengan jumlah minimal. Strategi ini dilakukan untuk menghindari kejaran Debt Collector, pastinya Anda tidak ingin ini terjadi kan?

Setelah utang dengan tingkat suku bunga paling tinggi lunas, selanjutnya prioritaskan lunasi utang dengan bunga sedang, lalu rendah, kemudian tanpa bunga.

Cari Penghasilan Tambahan

Jika penghasilan perbulan Anda tidak mencukupi untuk melunasi cicilan semua utang yang Anda miliki, ada baiknya untuk mencari penghasilan tambahan baik usaha online atau offline. Dengan ini, Anda bisa mempercepat pelunasannya. Anda bingung usaha apa yang akan Anda lakukan? Mulailah dari hobi atau keahlian yang dimiliki.

Masih Belum Lunas, Mungkin Harus Jual Aset

Ada sebab, ada akibat. Sebab terlalu konsumtif sampai-sampai rela berutang, akibatnya kesulitan untuk membayar. Jika segala cara di atas sudah dilakukan, tetapi belum juga dapat dilunasi, Anda harus merelakan aset yang dimiliki. Cara ini memang terlihat sadis, tapi ini demi kenyaman Anda.

Contohnya, Anda memiliki deposito dengan bunga (keuntungan) 4%/ tahun, sedangkan bunga kartu kredit bisa 36% pertahun atau lebih karena bunga berbunga. Dengan ini sudah jelas akan rugi jika tetap mempertahankan deposito tersebut, lebih baik Anda korbankan depositonya untuk membayar tagihan kartu kredit.

Mulai Investasi dan Janji Pada Diri Sendiri

Setelah semua utang lunas, buatlah prinsip untuk tidak mengandalkan pinjaman dana agar tidak terjebak utang konsumtif lagi. Mulai analisis kemampuan keuangan diri sendiri, buat anggaran terpisah untuk kebutuhan dan bersenang-senang. Jika Anda menggunakan kartu kredit, tetap gunakan dengan bijaksana dan bayarlah sebelum tanggal jatuh tempo. Selain itu, ada baiknya Anda menginvestasikan uang yang Anda miliki untuk masa depan keuangan yang lebih cerah dan menjanjikan.

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama