​Sudahkah Anda Merencanakan Penggunaan Keuangan Anda?

Apakah Anda sudah membuat rencana agar keuangan Anda selalu sehat, aman, dan sesuai? Jika belum, buat sekarang juga, tidak ada yang terlambat!

Apa yang Anda ingin capai tentang keuangan Anda? Kebanyakan orang pasti menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu ingin mencapai keuangan yang selalu sehat dan digunakan sesuai pada tempatnya.

Itu hanya jawaban saja, tapi faktanya, apakah Anda sudah melakukan sesuatu atau membuat rencana agar keuangan selalu sehat, aman, terjamin, dan sesuai? Jawabannya hampir tidak pernah. Kita jarang memikirkan tentang keuangan kita dan akan digunakan untuk apa saja jika kita sudah memiliki uang dengan jumlah banyak.

Tentukan Tujuan Utama Keuangan Anda

Wajar jika penggunaan keuangan Anda kacau balau, tak terarah, sehingga pikiran Anda pun selalu dipenuhi dengan biaya yang dikeluarkan setiap harinya, dipakai untuk apa saja uangnya hingga hanya tersisa sekian. Hal seperti itu yang membuat tujuan keuangan yang telah Anda rencanakan menjadi tidak tercapai. Coba buatlah planning:

Anda menikah pada tahun 2014, dengan penghasilan suami Rp 5 juta dan istri Rp 2,5 juta, dan masih tinggal di rumah orang tua. Pada tahun 2018, harus sudah memiliki mobil pribadi. Lalu ketika anak sudah lulus SD harus sudah memiliki rumah pribadi. Jika Anda dan suami Anda bukan pegawai negeri sipil, Anda tidak akan mendapat uang pensiun, maka dari itu jangan lupa Anda juga harus memikirkan tabungan Anda di masa tua, seperti membuat bisnis.

Rencanakan Penggunaan Keuangan Anda

Jika tidak mengaturnya sebaik mungkin, keuangan Anda bisa saja bertubrukan dengan kebutuhan yang lain. Misalkan, uang yang seharusnya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan membesarkan anak, Anda gunakan untuk membayar SPP sekolah. Atau Anda menabung besar-besaran untuk biaya sekolah anak, tetapi di sisi lain Anda tidak memikirkan tentang tabungan untuk masa pensiun Anda. Semuanya harus seimbang, jadi rencanakan penggunaan keuangan Anda.

Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Agar hal seperti itu tidak terjadi, yang pertama-tama harus Anda kerjakan adalah tentukan prioritas utama keuangan Anda. Kedua fokus pada tujuan paling penting, hanya lakukan rencana kedua apabila prioritas pertama sudah tercapai.

Ada baiknya Anda merencanakan keuangan jangka panjang bersama orang yang tinggal bersama, misalkan suami. Cobalah untuk selalu transparan tentang keuangan, agar uang-uang yang jumlahnya sedikit pun bisa diketahui, seperti kembalian belanja dan sisa ongkos. Siapa tahu, dari jumlah yang sedikit itu yang jika dikumpulkan dapat menjadi banyak.

Misalnya, Anda menyisihkan sekitar Rp 5000 dari jatah uang harian Anda setiap harinya. Maka dalam setahun akan terkumpul sebanyak Rp 1,825 juta pertahunnya, Rp 18,250 juta dalam 10 tahun, dan Rp 54,75 juta dalam 30 tahun.

Contoh lain, ada dua bersaudara, perempuan dan laki-laki yang sama-sama mulai menabung untuk masa tuanya. Perempuan sudah mulai menabung sebanyak 12% dari pendapatan per tahunnya, Rp 36 juta, di usia 20 tahun. Maka dalam setahun bisa menabung sebanyak Rp 4,32 juta. Dalam 10 tahun sebanyak Rp 43,2 juta. Berarti ketika usianya 60 tahun, tabungan itu sudah terkumpul sebanyak Rp 172,8 juta.

Sedangkan si laki-laki baru memulainya diusia 30 tahun, maka dengan pendapatan yang sama, pada usia 60 tahun, dia baru mengumpulkan uang sebanyak Rp 129,6 juta.

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Memulai

Tunggu apa lagi, tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Semakin Anda menunda untuk menabung, akan semakin sedikit pula uang yang akan Anda dapatkan.

Sulit untuk memulai? Coba bayangkan hal-hal yang membuat Anda semangat untuk meningkatkan keinginan menabung, seperti membuat daftar barang yang Anda butuhkan, yang bila tercapai akan membuat Anda merasa senang dan terpenuhi. Buat list dari mulai yang terpenting seperti, melunasi tagihan kartu kredit sampai ke hal-hal yang membuat Anda senang, misalnya travelling ke Prancis.

Buat List Kebutuhan Anda

Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang berbeda. Sesekali boleh membeli barang yang Anda inginkan, hanya untuk membuat Anda merasa bahagia. Prioritaskan membuat daftar barang yang penting dan Anda butuhkan, seperti:

  • Perhitungkan uang untuk hal-hal yang bersifat darurat, misalkan kecelakan atau sakit
  • Membeli rumah dan kendaraan pribadi
  • Anggarkan uang untuk orang tua Anda yang sudah pensiun dan untuk masa pensiun Anda
  • Bayaran untuk sekolah anak sekarang dan masa depan

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama