​ Kesalahan Keuangan yang Harus Dihindari Generasi Millennial

Generasi Millennial yang ada saat ini masih berumur 20-30 tahunan. Karena itu, mereka mesti menghindari kesalahan keuangan yang dilakukan di usianya.

Pernah mendengar istilah generasi millennial? Bagi yang belum mengetahuinya, definisi singkatnya mereka adalah generasiyang lahir antara tahun 1982 sampai 1992. Dengan kata lain, orang-orang tersebut semuanya masih berusia muda antara 20-30 tahunan dan masih membutuhkan banyak pengalaman dalam hidupnya.

Banyak yang menganggap, karena usia yang masih tergolong muda, generasi millennial justru cenderung dianggap konsumtif dan tak suka bekerja keras. Setujukan Anda?

60% Generasi Millennial Memiliki Utang!

Menurut sebuah perusahaan riset online dari Amerika, Lab42 yang melakukan survei terhadap 500 orang generasi millennial, menunjukkan beberapa fakta menarik mengenai mereka. Namun, yang paling mencengangkan adalah, bahwa ternyata 60% diantaranya mengatakan mempunyai utang lho!

1. Dari orang-orang yang berutang, 50% diantaranya berasal dari pemakaian kartu kredit dan 34% lainnya dari cicilan mobil.

2. 83% dari orang-orang yang berutang mengalokasikan pendapatan bulanannya untuk melunasi utang.

3. Dari 500 orang yang diwawancarai, 57% merasa kondisi finansial mereka lebih baik dari teman-temannya.

4. Dari 500 orang tersebut, ada di antara mereka yang baru lulus kuliah S1. Di mana 56% dari mereka merasa cukup siap secara finansial, 32% menyatakan yakin keuangannya sudah mapan, dan 12% sisanya merasa sangat kurang.

5. Ketika ditanya soal gaji dan alokasi pengeluaran, seluruhnya menyatakan masih mempunyai sisa gaji yang tidak terpakai pada akhir bulan. Bila dirinci, 66% memilih untuk menabung seluruh sisa upah, 18% dipakai untuk membayar hutang atau cicilan, dan 14% memutuskan untuk menghabiskannya.

6. Mengenai tanggung jawab terhadap pendapatan, sebesar 94% diantaranya menganggap diri mereka sudah bertanggung jawab secara finansial.

7. Sekitar 89% mengatakan kalau mereka sudah membuat budget keuangannya pribadi. Tapi hanya 20% yang mengatakan selalu mengikuti rencana tersebut.

Jangan Buat Kesalahan Keuangan

Kalau diperhatikan lagi, para generasi millennial saat ini akan segera mencapai usia matang, yaitu sekitar 40 tahun. Ada satu pepatah yang menyebutkan, “life begins at forty” yang berarti kehidupan seorang manusia akan mapan secara finansial dan mental serta sudah masuk dalam tahap stabil di masa tersebut.

Namun, bagaimana bisa mapan kalau di usia muda, persiapan tersebut tidak terpenuhi dengan baik? Karena itu, para generasi millennial perlu mempersiapkan masa depannya dengan baik. Jangan sampai terjebak dalam kesalahan pengelolaan keuangan pada usia vital antara 20-30 tahun. Apa saja sih kekeliruan yang dimaksud? Ini dia ulasannya.

1. Pengelolaan Pendapatan Bulanan

Tidak Pernah Melakukan Perencanaan Pengeluaran

Seharusnya di usia 20-30, merupakan peralihan dari masa remaja dan dewasa awal yang sering ditandai dengan lepasnya ketergantungan secara ekonomi dari orang tua. Sayangnya banyak orang-orang tersebut yang tidak memiliki pengetahuan cukup tentang cara mengelola keuangan dengan baik. Karena itu, selagi muda, belajarlah untuk mengatur finansial dengan baik agar tidak menyesal kemudian.

Lebih Besar Pasak Daripada Tiang

Akibat dari tidak pernah merencanakan pengeluaran, hasil yang sering terjadi adalah lebih besar pasak daripada tiang, atau pengeluaran melebihi pendapatan. Rata-rata orang usia 20-30 masih tergoda untuk menyingkirkan pemenuhan kebutuhan dibandingkan keinginan.

2. Pengelolaan Utang yang Salah

Salah Ambil Pinjaman

Seperti yang sudah disebutkan, hampir semua generasi millennial sekarang memiliki utang. Namun, rata-rata tidak dapat diatur dengan baik. Banyak diantaranya yang berutang ke bank untuk dijadikan modal kerja dalam mendirikan bisnis.

Namun, itu dapat menjadi blunder jika usaha itu belum stabil. Karena itu, mencari utang berbunga dari bank sangat tidak disarankan bagi Anda yang baru mau berbisnis.Kalaupun terpaksa, pilihlah produk pinjaman dengan bunga terendah yang sesuai dengan kebutuhan.

Utang Kartu Kredit Menumpuk

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orang-orang usia 20-30 tahun adalah tidak bijak menggunakan kartu kredit. Mereka menganggap bahwa kartu kredit merupakan dana cadangan darurat dan dana ekstra dari pendapatan kita. Padahal nyatanya itu adalah utang.

Untuk informasi, bunga kartu kredit umumnya cukup besar. Sehingga jika tidak diatur dengan baik, bersiaplah untuk terjebak dalam jeratan utang yang menyiksa.

3. Karir yang Salah

Terjebak di Zona Nyaman

Setiap pekerjaan mempunyai keuntungan dan risiko masing-masing. Namun, para banyak orang usia 20-30 tahun sering terjebak dalam zona nyaman dengan gaji yang didapat saat ini dan tidak berusaha mencari tantangan baru saat mereka mendapatkan kesempatan.

Seenak apapun kondisi di kantor saat ini, tetap saja kita harus berisiatif mengembangkan diri. Apalagi tidak ada yang bisa menjamin masa depan Anda berkarir di tempat tersebut.

Tidak Mencari Sumber Pemasukan Lain

Dengan kebutuhan yang semakin naik, mungkin sudah tidak relevan kalau kita hanya menggantungkan hidup dari satu sumber pemasukan saja. Inilah yang sering tidak terpikirkan oleh generasi ini. Padahal, dengan adanya pendapatan tambahan, kualitas hidup dan kemampuan menabung tentu akan semakin baik.

4. Gaya Hidup Boros

Bermewah-mewahan

Saat ini, produk paling laku di pasar adalah yang terkait gaya hidup, terutama untuk orang-orang usia 20-30 tahun. Banyak diantaranya yang tergoda dengan produk gadget, pakaian, makanan, sepatu, sampai produk olah raga seperti paket gym fitness yang dibanderol mahal dan sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Karena itu, pintar-pintarlah membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

Merokok

Percaya atau tidak, salah satu penyebab borosnya biaya hidup seseorang, apalagi di Indonesia adalah disebabkan dari merokok! Contoh, harga rata-rata sebungkus rokok adalah Rp 12.000. Kalau sehari membeli satu bungkus, maka kalau dikalikan sebulan (Rp 12.000 x 30 hari) pengeluaran yang dibutuhkan mencapai Rp 360.000. Padahal uang segitu lumayan untuk ditabung.

5. Tidak Persiapkan Masa Depan dengan baik.

Melupakan Faktor Inflasi

Jangan cuma menabung, cobalah untuk berinvestasi. Jangan sampai melupakan risiko inflasi yang selalu terjadi setiap tahun yang nantinya bisa membuat rencana keuangan Anda gagal.

Inflasi di Indonesia sendiri berkisar antara 7-8%. Jika gaji Anda naik di bawah inflasi, maka artinya daya beli akan berkurang.

Tidak Mau Berinvestasi

Mumpung masih muda, berpikirlah untuk mempersiapkan hari tua dengan baik. Terkait dengan itu, investasi inilah yang nantinya akan menjadi salah satu penjaminnya karena pertumbuhannya bersifat jangka panjang.

Banyak jenis investasi yang bisa dipilih untuk meningkatkan kondisi keuangan Anda di masa depan seperti lewat pasar modal, emas, maupun properti.

Apa yang Mesti Dilakukan?

Sekarang sudah tahukan hal-hal yang mesti dihindari? Nah sebagai generasi millennial yang sedang bersiap menyambut usia matang, gindari kesalahan yang sering terjadi di usia 20-30 tahunan yang diulas di atas. Karena itu, yuk buat masa depan menjadi cerah dari sekarang!

0 komentar

Anda setuju atau tidak setuju dengan artikel ini? Ada pertanyaan? Jadilah komentator pertama